
MIM, JAWA TENGAH, 17 FEBRUARI 2025
Demak, 17 Februari 2025 – mediaindonesiamaju.com Siti Mustoniah dan Mahfud, mantan Kepala Desa Kuwu, Dempet, Demak, kini menjadi sorotan atas dugaan penipuan yang dilakukan dengan mengaku sebagai dukun sakti yang mampu menarik uang gaib. Mereka diduga telah menipu banyak orang, dengan kerugian yang sangat besar, berkisar antara 60 juta hingga 340 juta per orang.
Salah satu korban yang melapor adalah Sular, mantan Kepala Desa Kedungori, Dempet, Demak. Sular mengaku telah mengeluarkan uang dalam jumlah besar untuk mengikuti ritual yang dijanjikan dapat menarik uang gaib, namun ia merasa ditipu karena tidak memperoleh hasil yang dijanjikan. Uang yang dikeluarkan Sular bahkan diperkirakan mencapai 340 juta rupiah.
Merasa tertipu dan sudah habis habisan sular kemudian mengadu kepada Media Indonesia Maju dan memutuskan untuk melaporkan kasus ini ke Polres Demak. Hari ini, Sular didampingi oleh tim dari Media Indonesia Maju untuk melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.
“Terima kasih kepada Bapak Kapolres Demak dan jajaran yang telah menerima laporan kami dengan baik. Kami berharap agar kasus ini segera ditindaklanjuti, karena selain merugikan banyak orang, hal ini juga mencoreng citra Demak sebagai Kota Wali,” ujar tim Media Indonesia Maju dalam pernyataan resminya.
Pihak Polres Demak telah menerima laporan tersebut dan berjanji untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. Masyarakat pun diimbau untuk lebih berhati-hati terhadap praktik penipuan dengan iming-iming kemampuan gaib yang tidak jelas.
Ditempat terpisah Siti Oknum Dukun yang diduga melakukan penipuan dan penggelapan tersebut selalu menyebut nyebut nama pak Mahfud mantan Kepala Desa Kuwu Demak,saat kami konfirmasi mengaku sebagian uangnya di terima oleh pak Mahfud.
“Ya kadang saya ,kadang uang yang sebagian di pak Mahfud.”Pengakuan Siti (02/25)
Pak mahfud sendiri menampik adanya keterlibatannya dalam dugaan penipuan tersebut.
“Saya tidak pernah menerima sepeserpun uang dari Siti,apalagi terlibat ,mana buktinya kok Siti bisa ngomong demikian.”(19/02/25)
Red / Latif