Diduga Malpraktik, Balita Meninggal di RS KSH Pati Saat Malam Takbiran: Keluarga Tempuh Jalur Hukum

- Jurnalis

Selasa, 8 April 2025 - 10:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MIM,Jawa Tengah 08 April 2025

Pati – Mediaindonesiamaju.com – Duka mendalam menyelimuti keluarga pasangan Rini dan Bambang, warga Desa Banjarsari, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati. Buah hati ketiga mereka, Rafandra Astaguna (1,5 tahun), meninggal dunia di Rumah Sakit Keluarga Sehat (KSH) Pati pada saat malam takbiran, Minggu dini hari (31/03/2025).

Menurut keterangan keluarga, Rafandra sebelumnya mengalami demam tinggi sejak Sabtu siang (29/03) dan dilarikan ke RS KSH untuk mendapatkan perawatan. Namun, kondisi tubuhnya naik turun dan memasuki pukul 02.00 WIB dini hari, korban mengalami kejang-kejang. Sang ibu, Rini, menuturkan bahwa dalam proses penanganan, perawat menekan dada anaknya dengan kedua tangan. Tragisnya, menjelang azan Subuh berkumandang, perawat menyatakan bahwa Rafandra telah meninggal dunia karena dugaan paru-paru bocor.

Baca Juga :  Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup

Pihak keluarga menduga adanya kelalaian dan penanganan yang tidak profesional oleh tenaga medis RS KSH, yang menyebabkan kematian Rafandra. Atas dasar itu, kedua orang tua korban menggandeng LSM Masyarakat Peduli Keadilan (MPK) untuk mendampingi mereka dalam proses hukum.

“Anak kami sehat-sehat saja sebelumnya. Lahir normal, berat badan dan tinggi pun sesuai. Tapi sekarang, kami hanya bisa menangis karena dia tidak kembali,” ujar Rini, dengan suara bergetar.

Ketua Umum MPK Bima Agus dan Ketua Cabang MPK Pati Elfri menyatakan kesiapan untuk mendampingi keluarga dalam membawa kasus ini ke ranah hukum. Rencana pelaporan kepada pihak kepolisian sedang dalam proses.

Baca Juga :  Kapolres Lubuk Linggau AKBP Bobby Kusumawardhana Memimpin Langsung Prosesi Pemakaman Secara Kedinasan Anggota Polri

Tak hanya kehilangan anak tercinta, keluarga juga harus menanggung beban finansial. Hingga saat ini, mereka baru mampu membayar Rp 5 juta dari total tagihan rumah sakit sebesar Rp 20,5 juta. Sepeda motor satu-satunya pun harus ditinggalkan sebagai jaminan. Rumah sakit memberi batas waktu hingga 8 April 2025 untuk pelunasan.

“Kami hanya rakyat kecil. Apakah orang miskin tidak boleh sakit?” tanya Bambang, ayah korban yang sehari-hari bekerja sebagai sopir angkutan umum.

Media ini memberi ruang hak jawab kepada pihak Rumah Sakit KSH terkait dugaan yang disampaikan oleh keluarga korban.

Reporter: Fiqih
Sumber: jurisdnusantara.com

 

Berita Terkait

LPER Cabang Semarang Raya Resmi Terima SK Kepengurusan Periode 2026–2031, Siap Bersinergi untuk Pemberdayaan Ekonomi Rakyat  
DPRD Demak Gelar Paripurna ke-33, Enam Fraksi Sampaikan Pandangan Umum Raperda APBD 2027  
Ketika Penyidik Dengan Jaksa Penuntut Umum Kejari Semarang Sependapat, Terlapor Menjadi Tersangka Dan Perkara P21  
Pengurus SMSI Jawa Tengah Periode 2026-2030 Resmi Dilantik di Demak
Audiensi Forrbes Memanas, Massa Walk Out Tuntut Bupati Jelaskan Polemik KUA-PPAS 2027
John L. Situmorang Soroti Rencana Eksekusi Rumah Klien, Minta PN Semarang Menunda  
Ketua Umum FORWAKUM TIPIKOR Mulai Soroti Disdik Batu Bara, Diduga Jadi Objek Bisnis Meraup Keuntungan   
Hampir Sepekan Tanpa Kejelasan, Kuasa Hukum Siti Fatimah Beri Batas Waktu Kopendik Banjarejo  

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:08 WIB

LPER Cabang Semarang Raya Resmi Terima SK Kepengurusan Periode 2026–2031, Siap Bersinergi untuk Pemberdayaan Ekonomi Rakyat  

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:49 WIB

DPRD Demak Gelar Paripurna ke-33, Enam Fraksi Sampaikan Pandangan Umum Raperda APBD 2027  

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:13 WIB

Ketika Penyidik Dengan Jaksa Penuntut Umum Kejari Semarang Sependapat, Terlapor Menjadi Tersangka Dan Perkara P21  

Senin, 5 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Pengurus SMSI Jawa Tengah Periode 2026-2030 Resmi Dilantik di Demak

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:24 WIB

Audiensi Forrbes Memanas, Massa Walk Out Tuntut Bupati Jelaskan Polemik KUA-PPAS 2027

Berita Terbaru

Tak Berkategori

Bank BKK Purwodadi Sampaikan Ucapan Selamat Hari Santri Nasional 2026

Kamis, 22 Okt 2026 - 11:16 WIB