LAPOR KAPOLRI: Maraknya Perjudian 303 Sabung Ayam dan Dadu di Tulung Agung Diduga Kuat Ada Pembiaran

- Jurnalis

Jumat, 7 Februari 2025 - 14:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MIM,Jawa Timur 07 February 2025J

Jumat, 7 Februari 2025 – 14:30 WIB

Tulung Agung, Jawa Timur,Mediaindonesiamaju.com — Maraknya aktivitas perjudian jenis 303 sabung ayam dan dadu di Dusun Penjalinan, Desa Bendonosari, Kecamatan Ngantru, Tulung Agung menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat. Dugaan kuat muncul bahwa ada pembiaran dari oknum-oknum tertentu yang sengaja melancarkan aktivitas ilegal ini.

Berdasarkan hasil investigasi jurnalis Media Indonesia Maju pada Rabu, 5 Februari 2025, pemandangan mencengangkan terlihat jelas di lokasi perjudian. Bangunan kokoh dan permanen yang digunakan untuk aktivitas ini berdiri megah, seolah-olah memiliki legalitas yang sah. Faktanya, tempat tersebut digunakan secara rutin untuk perjudian, khususnya sabung ayam dan dadu, dengan omzet yang fantastis—diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah setiap harinya.

Yuli, yang disebut-sebut sebagai pemilik “Kalangan” di Dusun Penjalinan, diduga menjadi tokoh kunci dalam jaringan perjudian ini. Yuli bukan hanya sebagai penyelenggara, tetapi juga pendana utama dari setiap acara yang digelar. “Data valid mengenai nominal dana Yuli sudah tercatat dalam catatan jurnalis kami,” ungkap salah satu reporter Media Indonesia Maju.

Baca Juga :  Marak Judi Dadu Kopyok di Wilayah Kabupaten Semarang, Di Duga di Back Up Oknum Lembaga Dan Wartawan - APH Terkesan Tutup Mata

Kegiatan ini tidak hanya menarik para penjudi dari sekitar wilayah Tulung Agung, tetapi juga dari luar daerah. Beberapa warga bahkan menganggap perjudian ini sebagai “wadah penghasilan” dan “sarana hiburan”, selama situasinya aman dan kondusif.

Namun, tidak semua warga bersikap acuh. Salah satu narasumber, yang meminta identitasnya dirahasiakan, menyampaikan kegelisahannya:

“Apakah pihak setempat sengaja tutup mata? Kenapa seolah menjadi mata pencaharian? Bukankah ini melanggar norma agama dan hukum? Bagaimana dengan dampaknya terhadap generasi muda, anak-anak kami?” ujar narasumber tersebut dengan nada penuh keprihatinan.

Kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan. Aktivitas perjudian seperti ini berpotensi menimbulkan dampak negatif yang luas, termasuk kecanduan, masalah keuangan, ketidakstabilan sosial, krisis akhlak, dan kerusakan mental generasi penerus bangsa.

Tindak Lanjut dan Seruan untuk Penegakan Hukum

Pertanyaan besar pun muncul di tengah masyarakat:

  • Siapa yang membekingi kegiatan ini?
  • Mengapa aparat penegak hukum terkesan tidak bertindak?
  • Apakah ada “kontribusi” khusus kepada pihak-pihak tertentu?
Baca Juga :  Kelangkaan Gas LPG 3 Kg di Desa Manggar Mas Diduga Dimanfaatkan Oknum Pangkalan untuk Keuntungan Pribadi - Jadi Perbincangan Warga.

Padahal, jelas bahwa perjudian, termasuk sabung ayam, dilarang keras baik oleh norma agama maupun hukum positif di Indonesia. Pasal 303 bis ayat 1 ke-2 KUHP Jo. Pasal 1 Peraturan Pemerintah RI No. 9 Tahun 1981 tentang Pelaksanaan UU No. 7 Tahun 1974 tentang Penertiban Perjudian menyebutkan dengan tegas larangan tersebut. Para pelaku dapat dijerat dengan ancaman hukuman hingga 10 tahun penjara.

Masyarakat berharap kepada Kapolres Tulung Agung dan Kapolda Jawa Timur untuk segera:

  1. Menutup lokasi perjudian.
  2. Membongkar jaringan yang terlibat.
  3. Memusnahkan sarana dan prasarana yang digunakan.
  4. Menghukum para pelaku dengan tegas untuk memberikan efek jera.

Media Indonesia Maju akan terus mengawal kasus ini dan menyampaikan perkembangan terbaru hingga aktivitas ilegal ini benar-benar ditindak sesuai hukum yang berlaku.

#HukumTegak #PerjudianTulungAgung #KapolriBertindak

Rep_ Latif

Berita Terkait

LPER Cabang Semarang Raya Resmi Terima SK Kepengurusan Periode 2026–2031, Siap Bersinergi untuk Pemberdayaan Ekonomi Rakyat  
DPRD Demak Gelar Paripurna ke-33, Enam Fraksi Sampaikan Pandangan Umum Raperda APBD 2027  
Ketika Penyidik Dengan Jaksa Penuntut Umum Kejari Semarang Sependapat, Terlapor Menjadi Tersangka Dan Perkara P21  
Pengurus SMSI Jawa Tengah Periode 2026-2030 Resmi Dilantik di Demak
Audiensi Forrbes Memanas, Massa Walk Out Tuntut Bupati Jelaskan Polemik KUA-PPAS 2027
John L. Situmorang Soroti Rencana Eksekusi Rumah Klien, Minta PN Semarang Menunda  
Ketua Umum FORWAKUM TIPIKOR Mulai Soroti Disdik Batu Bara, Diduga Jadi Objek Bisnis Meraup Keuntungan   
Hampir Sepekan Tanpa Kejelasan, Kuasa Hukum Siti Fatimah Beri Batas Waktu Kopendik Banjarejo  

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:08 WIB

LPER Cabang Semarang Raya Resmi Terima SK Kepengurusan Periode 2026–2031, Siap Bersinergi untuk Pemberdayaan Ekonomi Rakyat  

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:49 WIB

DPRD Demak Gelar Paripurna ke-33, Enam Fraksi Sampaikan Pandangan Umum Raperda APBD 2027  

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:13 WIB

Ketika Penyidik Dengan Jaksa Penuntut Umum Kejari Semarang Sependapat, Terlapor Menjadi Tersangka Dan Perkara P21  

Senin, 5 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Pengurus SMSI Jawa Tengah Periode 2026-2030 Resmi Dilantik di Demak

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:24 WIB

Audiensi Forrbes Memanas, Massa Walk Out Tuntut Bupati Jelaskan Polemik KUA-PPAS 2027

Berita Terbaru

Tak Berkategori

*Polri Terbitkan SE Larangan Penggunaan Vape bagi Personel

Senin, 2 Nov 2026 - 08:37 WIB

Tak Berkategori

Hari Pers Nasional Milik Semua Insan Pers di Tanah Air

Senin, 2 Nov 2026 - 07:37 WIB