MIM,Jawa Jateng 22 February 2025
Klaten, Mediaindonesiamaju.com. Permasalahan terkait adanya Dugaan Penyerobotan tanah tepatnya di Pasar Purwo Raharjo Teloyo, Jl. Tj. Anom Baru No.7, Babadan, Teloyo, Kecamatan. Wonosari, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah 57556 terus bergulir dan menemui babak baru dan mendekati akhir putusan. (21/02/25)
Sengketa tanah yang prosesnya masih terus berjalan dan menjadi pembicaraan hangat dan terus berkembang di masyarakat, yang saat ini telah di sidangkan di PN Klaten dengan nomor Sidang Perdata No. 134/Pdt.G/2024/PN.Kln.
Melanjutkan sidang lanjutan yang kali ini bertempat di lokasi pasar Purwo Raharjo, hadir di lokasi pasar Hakim Ketua Mohammad Amrullah di dampingi Hakim dua Evi Fitrastuti, SH.MH dan Hakim Tiga Alfa Ekotomo selain pihak-pihak baik tergugat maupun penggugat dengan di dampingi kuasa hukum masing masih pihak. Di mulai sekitar pukul 09.00 WIB, dengan agenda yaitu melihat batas-batas patok tanah sengketa tersebut.
Agenda kali ini adalah melakukan pemeriksaan lapangan dan mendengarkan keterangan dari saksi-saksi yang dihadirkan oleh kedua belah pihak.
Kunjungan lapangan ini bertujuan untuk menggali fakta-fakta terkait sengketa tanah tersebut secara langsung di lokasi dan memberikan pemahaman yang lebih baik kepada para hakim mengenai situasi dan kondisi yang ada di Pasar Purwo Raharjo.
Sebelum sidang dimulai, Hakim Ketua Mohammad Amrullah memberikan penjelasan mengenai pentingnya pemeriksaan lapangan untuk membantu proses pengambilan keputusan. Ia menekankan bahwa hasil pemeriksaan lapangan merupakan salah satu pertimbangan dalam proses putusan yang akan diambil oleh Majelis Hakim.
Selama sidang berlangsung, kedua belah pihak, baik penggugat maupun tergugat, diberikan kesempatan untuk menyampaikan argumen mereka terkait batas-batas obyek sengketa.
Penggugat mengklaim bahwa mereka memiliki bukti kepemilikan tanah yang sah, sementara tergugat menyangkal klaim tersebut dengan mengajukan bukti-bukti yang mendukung posisinya.
Kuasa hukum dari masing-masing pihak juga memberikan tanggapan dan menjelaskan dasar hukum dari argumen yang disampaikan.
Hadir pula sejumlah masyarakat dan media yang mengikuti jalannya sidang. Sri Mulansih, ahli waris yang hadir memberikan keterangan mengenai aktivitas yang berlangsung di pasar serta batas-batas tanah yang disengketakan.
Penjelasan dari ahli waris tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas kepada Majelis Hakim mengenai situasi yang terjadi di lokasi pasar.
Sidang diharapkan dapat menghasilkan keputusan yang adil dan transparan bagi semua pihak yang terlibat, terutama bagi para pedagang dan masyarakat sekitar yang terdampak oleh sengketa tanah ini.
Setelah pemeriksaan lapangan selesai, proses sidang akan dilanjutkan dengan penjadwalan sidang selanjutnya untuk mendengarkan saksi lain serta pengambilan keputusan oleh Majelis Hakim.
Dengan berlangsungnya sidang ini, diharapkan dapat ditemukan solusi yang sesuai dan mengakhiri polemik yang berkepanjangan di Pasar Purwo Raharjo Teloyo.
(Red/Agus SN)