Sidang Kasus Dugaan Pembunuhan Rusman Maralen Situngkir: Pengacara Korban Nilai Hakim dan JPU Objektif

- Jurnalis

Rabu, 12 Maret 2025 - 12:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MIM,Medan 12 Maret 2025

Medan,Mediaindonesiamaju.com – Pengacara korban dugaan pembunuhan, Rusman Maralen Situngkir, yakni Ojahan Sinurat, SH, menilai bahwa hakim dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menangani perkara ini cukup objektif dalam menjalankan sidang.

Sidang yang digelar pada Selasa (11/3) menghadirkan dua saksi pelapor, Anggiat Situngkir dan Haposan Situngkir. Keterangan kedua saksi tersebut dibantah oleh terdakwa, Dr. Tiromsi Sitanggang, SH, MH, MKn, yang merupakan istri korban. Namun, menurut Ojahan Sinurat, hal itu adalah hak terdakwa dan nantinya ia juga akan mendapat kesempatan memberikan keterangannya di hadapan majelis hakim.

“Jika kita dengar keterangan para saksi, mereka mendapat kabar kematian korban, lalu mengecek ke rumah sakit untuk memastikan informasi tersebut. Bahkan, saat pihak keluarga meminta autopsi, terdakwa menolak. Terdakwa sendiri mengakui bahwa dia menolak autopsi dilakukan. Saya kira para saksi sudah memberikan keterangan yang objektif,” ujar Ojahan Sinurat kepada wartawan.

Saksi Ungkap Kejanggalan Kematian Korban

Dalam sidang yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Eti Astuti, SH, MH, serta Hakim Anggota Lucas Sahabat Duha, SH, MH, dan Deny Syahputra, SH, MH, saksi Haposan Situngkir mengungkap bahwa dirinya mendapat kabar kematian adiknya, Rusman Maralen Situngkir, dan langsung menuju Rumah Sakit Advent bersama saksi lainnya, Anggiat Situngkir.

Baca Juga :  Polres Demak Tingkatkan Patroli, Antisipasi Kreak Jelang Tahun Baru

Setibanya di rumah sakit, mereka bertanya kepada istri korban, Tiromsi Sitanggang, mengenai penyebab kematian korban. “Terdakwa menjelaskan bahwa korban sedang mengelap mobil, lalu terdengar suara benturan keras. Saat dicek, korban sudah terkapar meninggal,” ujar Haposan Situngkir di persidangan.

Saksi Anggiat Situngkir kemudian menanyakan apakah korban sudah divisum, namun terdakwa menolak dengan alasan dirinya melihat langsung kejadian tersebut.

Setibanya di rumah duka di Jalan Gaperta, Medan, kedua saksi merasa curiga dan memutuskan untuk mengecek lokasi yang disebut sebagai tempat kejadian kecelakaan. Namun, mereka tidak menemukan tanda-tanda adanya kecelakaan di sana.

Karena merasa ada yang janggal, mereka mendatangi Polsek Helvetia untuk menanyakan kejadian laka lantas tersebut. Petugas kepolisian menyatakan tidak ada laporan kecelakaan di lokasi yang dimaksud. Petugas pun menyarankan agar keluarga membujuk istri korban untuk melakukan visum, namun permintaan tersebut kembali ditolak oleh terdakwa.

Baca Juga :  Kasat Intel Polres Demak Menantang Arahan Kapolri Dan Kadiv propam Mabes Polri

Laporan ke Polisi dan Upaya Perdamaian

Merasa kematian korban penuh kejanggalan, pada 27 Maret 2024, Haposan Situngkir melaporkan kasus ini ke Polsek Helvetia atas nama keluarga. Setelah laporan dibuat, pihak kepolisian membawa kedua saksi ke lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan lebih lanjut.

Kemudian, pada 28 Maret sekitar pukul 06.00 WIB, terdakwa mendatangi saksi Anggiat Situngkir. Menurut saksi, terdakwa meminta agar laporan dicabut dan mengajak untuk berdamai. Namun, pernyataan ini dibantah oleh Tiromsi Sitanggang. Menurutnya, ia datang bukan untuk mediasi, melainkan hanya ingin berbicara demi menjaga marwah keluarga.

Sidang ini masih akan berlanjut dengan mendengarkan keterangan saksi lainnya serta pembelaan dari terdakwa.

Rep_fiq

Berita Terkait

LPER Cabang Semarang Raya Resmi Terima SK Kepengurusan Periode 2026–2031, Siap Bersinergi untuk Pemberdayaan Ekonomi Rakyat  
DPRD Demak Gelar Paripurna ke-33, Enam Fraksi Sampaikan Pandangan Umum Raperda APBD 2027  
Ketika Penyidik Dengan Jaksa Penuntut Umum Kejari Semarang Sependapat, Terlapor Menjadi Tersangka Dan Perkara P21  
Pengurus SMSI Jawa Tengah Periode 2026-2030 Resmi Dilantik di Demak
Audiensi Forrbes Memanas, Massa Walk Out Tuntut Bupati Jelaskan Polemik KUA-PPAS 2027
John L. Situmorang Soroti Rencana Eksekusi Rumah Klien, Minta PN Semarang Menunda  
Ketua Umum FORWAKUM TIPIKOR Mulai Soroti Disdik Batu Bara, Diduga Jadi Objek Bisnis Meraup Keuntungan   
Hampir Sepekan Tanpa Kejelasan, Kuasa Hukum Siti Fatimah Beri Batas Waktu Kopendik Banjarejo  

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:08 WIB

LPER Cabang Semarang Raya Resmi Terima SK Kepengurusan Periode 2026–2031, Siap Bersinergi untuk Pemberdayaan Ekonomi Rakyat  

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:49 WIB

DPRD Demak Gelar Paripurna ke-33, Enam Fraksi Sampaikan Pandangan Umum Raperda APBD 2027  

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:13 WIB

Ketika Penyidik Dengan Jaksa Penuntut Umum Kejari Semarang Sependapat, Terlapor Menjadi Tersangka Dan Perkara P21  

Senin, 5 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Pengurus SMSI Jawa Tengah Periode 2026-2030 Resmi Dilantik di Demak

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:24 WIB

Audiensi Forrbes Memanas, Massa Walk Out Tuntut Bupati Jelaskan Polemik KUA-PPAS 2027

Berita Terbaru

Tak Berkategori

*Polri Terbitkan SE Larangan Penggunaan Vape bagi Personel

Senin, 2 Nov 2026 - 08:37 WIB

Tak Berkategori

Hari Pers Nasional Milik Semua Insan Pers di Tanah Air

Senin, 2 Nov 2026 - 07:37 WIB