Proyek Pembangunan Pagar SMPN 2 Tanggungharjo Disorot, Diduga Langgar Prosedur Teknis

- Jurnalis

Kamis, 5 Juni 2025 - 17:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MIM,Jawa Tengah 05 Juni 2025

Grobogan,Mediaindonesiamaju.com– Proyek pembangunan pagar di SMP Negeri 2 Tanggungharjo, Kecamatan Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan, tengah disorot. Hasil penelusuran awal tim investigasi menunjukkan adanya indikasi pelanggaran prosedur teknis dalam pekerjaan pondasi yang menggunakan metode cakar ayam.

Tim investigasi yang melakukan penelusuran di lokasi proyek menemukan indikasi bahwa metode pondasi cakar ayam yang digunakan tidak diterapkan sesuai standar konstruksi. Dokumentasi dari lapangan menunjukkan bahwa struktur besi pondasi hanya diletakkan di atas permukaan tanah yang telah dipadatkan, tanpa dilakukan penggalian dasar terlebih dahulu. Padahal, pondasi jenis ini semestinya ditanam cukup dalam untuk memastikan kekuatan dan kestabilan struktur terhadap beban dan tekanan tanah.(02/06/25)

Baca Juga :  Alvin Lim Tutup Usia - Dunia Pejuang Keadilan Indonesia Berduka.

Proyek ini dikerjakan oleh CV San Sekawan Bersaudara. Hingga berita ini diturunkan, pihak kontraktor belum memberikan tanggapan meskipun telah dikonfirmasi terkait temuan tersebut.

Seorang narasumber dari lingkungan sekitar proyek yang enggan disebutkan namanya menyampaikan kekhawatiran atas kualitas pelaksanaan pekerjaan. “Kalau pondasinya tidak digali, bagaimana bisa kuat? Ini untuk sekolah, harusnya dibangun seaman mungkin,” ujarnya.(03/05/25)

Sejalan dengan itu, seorang pakar teknik sipil yang dimintai pendapat juga mengingatkan bahwa pemasangan pondasi cakar ayam tanpa penggalian menyalahi prinsip dasar konstruksi bangunan. “Struktur besi yang langsung bersentuhan dengan tanah berisiko cepat korosi, bisa menyebabkan amblas atau retak. Terlebih jika tanahnya labil, ini sangat berbahaya,” jelasnya.

Baca Juga :  Jelang Hari Jadi ke-74, Humas Polri Gelar Donor Darah

Semestinya, proyek ini berada di bawah pengawasan ketat dari Dinas Pendidikan dan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Grobogan. Namun hingga kini, belum ada keterangan resmi dari kedua instansi tersebut terkait pengawasan maupun verifikasi teknis terhadap pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

Masyarakat berharap pihak terkait segera turun tangan dan memastikan proyek berjalan sesuai standar, demi keselamatan dan kenyamanan lingkungan pendidikan di masa mendatang.

Rep_Fiqih

Berita Terkait

Geliat Bulan Bakti  PPWI ke-18 Tahun 2025, DPC PPWI Kabupaten Mesuji   
Layanan Imunohistokimia (IHK) Resmi Dibuka di RSUD dr. R. Soedjati Purwodadi
Pengerjaan Asal-Asalan Proyek Ruang Kelas Baru SDN Tanjung Wangi Muncul, Kualitas dan Keamanan Dipertanyakan
Seorang Perwira Polres Pekalongan Kota Diduga Bermalam dengan Istri Orang, Suami Geruduk Rumah Bersama Warga
DPRD Soroti Kualitas Pembangunan SD Satu Pamulihan, Dinas pendidikan Lampung Selatan Beri Teguran
Dugaan Pelanggaran Izin di Galian Kalikayen Menguat, Warga Sebut Tiga Lokasi Tambang Ilegal Masih Beroperasi
DPRD Lampung Selatan Soroti Proyek Rehabilitasi SD Negeri Pamulihan, Kontraktor Janji Perbaikan  
LPK-RI Soroti Dugaan Pelanggaran Penjualan Obat Keras Tanpa Izin dan Ketidakjelasan Penanganan Kasus di Polsek Kalideres

Berita Terkait

Minggu, 30 November 2025 - 08:53 WIB

Geliat Bulan Bakti  PPWI ke-18 Tahun 2025, DPC PPWI Kabupaten Mesuji   

Sabtu, 29 November 2025 - 12:18 WIB

Layanan Imunohistokimia (IHK) Resmi Dibuka di RSUD dr. R. Soedjati Purwodadi

Jumat, 28 November 2025 - 21:09 WIB

Pengerjaan Asal-Asalan Proyek Ruang Kelas Baru SDN Tanjung Wangi Muncul, Kualitas dan Keamanan Dipertanyakan

Kamis, 27 November 2025 - 23:33 WIB

Seorang Perwira Polres Pekalongan Kota Diduga Bermalam dengan Istri Orang, Suami Geruduk Rumah Bersama Warga

Kamis, 27 November 2025 - 19:34 WIB

DPRD Soroti Kualitas Pembangunan SD Satu Pamulihan, Dinas pendidikan Lampung Selatan Beri Teguran

Berita Terbaru