Diduga Jadi Korban Mafia Tanah, Kakek 72 Tahun di Magelang Kehilangan Tanah Warisan yang Ditempati Selama 61 Tahun

- Jurnalis

Sabtu, 2 Agustus 2025 - 19:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MIM, JAWA TENGAH  3 Agustus 2025

Magelang, Mediaindonesiamaju.com – Seorang kakek berusia 72 tahun bernama Pak Wajib, warga Dusun Kembangsari RT 001 RW 006, Desa Madyogondo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, diduga menjadi korban mafia tanah dan penggelapan aset miliknya. Tanah warisan yang telah ditempati selama lebih dari enam dekade tiba-tiba disertifikatkan atas nama orang lain tanpa sepengetahuan dirinya maupun keluarga.

Pak Wajib selama ini tinggal di atas sebidang tanah seluas 358 meter persegi yang merupakan warisan dari mendiang ibunya, Ibu Senah, yang wafat pada 7 November 2019. Semasa hidup, Ibu Senah menikah dengan Bapak Soetarmo yang juga telah meninggal dunia. Tanah tersebut memiliki bukti kepemilikan berupa Leter C Desa No. 544 Persil 16.a.D.III serta dokumen SPPT Pajak yang telah dibayarkan setiap tahun sejak tahun 1986.

Baca Juga :  Dugaan Pemerasan dan Pengancaman Salah Satu Cafe, Oknum Advokat Diadukan ke Polres Rembang  ‎ ‎

Namun, pada tahun 2019, secara mengejutkan terbit Sertifikat Hak Milik (SHM) No. 02310 atas nama Wibowo, warga Dusun Gondosuli RT 05 RW 01, Desa Gondosuli, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung. Proses penerbitan sertifikat ini diduga kuat dibantu oleh Kepala Desa Madyogondo tanpa adanya transaksi jual beli dan tanpa seizin Pak Wajib selaku pemilik lahan yang sah.

Kasus ini baru terungkap pada tahun 2023 ketika Wibowo bersama Kepala Desa meminta tebusan sebesar Rp80 juta kepada Pak Wajib agar tanah tersebut bisa “dikembalikan”. Hal ini membuat Pak Wajib terkejut dan merasa diperlakukan secara diskriminatif dan tidak adil oleh aparat desa yang seharusnya melindungi hak warga.

Merasa dirugikan, Pak Wajib melaporkan peristiwa tersebut ke Ditreskrimum Polda Jawa Tengah pada 2 Juli 2024. Kasus ini kemudian dilimpahkan ke Polresta Mungkid, Magelang pada 24 Juli 2024. Sayangnya, Satreskrim Harda Unit V Polresta Mungkid memutuskan untuk menghentikan penyelidikan dengan alasan belum ditemukan unsur tindak pidana dalam kasus ini.

Baca Juga :  Pemkab Pemalang Luncurkan APBD 2025: Era Baru Pembangunan dengan Semangat Kolaborasi  

Pak Wajib berharap masih ada keadilan di negeri ini yang berpihak kepada rakyat kecil. Ia juga meminta atensi dari aparat penegak hukum dan lembaga terkait agar mafia tanah yang merampas hak masyarakat lemah bisa diberantas hingga tuntas.

“Saya hanya ingin keadilan. Itu tanah warisan orang tua saya, saya tinggal di sana sejak kecil. Kok bisa tiba-tiba atas nama orang lain tanpa saya tahu?” ucap Pak Wajib dengan mata berkaca-kaca.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pemerintah desa maupun yang disebut terlibat belum memberikan keterangan resmi.

Rep_Fq

Berita Terkait

LPER Cabang Semarang Raya Resmi Terima SK Kepengurusan Periode 2026–2031, Siap Bersinergi untuk Pemberdayaan Ekonomi Rakyat  
DPRD Demak Gelar Paripurna ke-33, Enam Fraksi Sampaikan Pandangan Umum Raperda APBD 2027  
Ketika Penyidik Dengan Jaksa Penuntut Umum Kejari Semarang Sependapat, Terlapor Menjadi Tersangka Dan Perkara P21  
Pengurus SMSI Jawa Tengah Periode 2026-2030 Resmi Dilantik di Demak
Audiensi Forrbes Memanas, Massa Walk Out Tuntut Bupati Jelaskan Polemik KUA-PPAS 2027
John L. Situmorang Soroti Rencana Eksekusi Rumah Klien, Minta PN Semarang Menunda  
Ketua Umum FORWAKUM TIPIKOR Mulai Soroti Disdik Batu Bara, Diduga Jadi Objek Bisnis Meraup Keuntungan   
Hampir Sepekan Tanpa Kejelasan, Kuasa Hukum Siti Fatimah Beri Batas Waktu Kopendik Banjarejo  

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:08 WIB

LPER Cabang Semarang Raya Resmi Terima SK Kepengurusan Periode 2026–2031, Siap Bersinergi untuk Pemberdayaan Ekonomi Rakyat  

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:49 WIB

DPRD Demak Gelar Paripurna ke-33, Enam Fraksi Sampaikan Pandangan Umum Raperda APBD 2027  

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:13 WIB

Ketika Penyidik Dengan Jaksa Penuntut Umum Kejari Semarang Sependapat, Terlapor Menjadi Tersangka Dan Perkara P21  

Senin, 5 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Pengurus SMSI Jawa Tengah Periode 2026-2030 Resmi Dilantik di Demak

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:24 WIB

Audiensi Forrbes Memanas, Massa Walk Out Tuntut Bupati Jelaskan Polemik KUA-PPAS 2027

Berita Terbaru

Tak Berkategori

*Polri Terbitkan SE Larangan Penggunaan Vape bagi Personel

Senin, 2 Nov 2026 - 08:37 WIB

Tak Berkategori

Hari Pers Nasional Milik Semua Insan Pers di Tanah Air

Senin, 2 Nov 2026 - 07:37 WIB