Diduga Ada Praktik Prostitusi Online di Eks Kampus STIT Pemalang

- Jurnalis

Kamis, 14 Agustus 2025 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MIM, Jawa Tengah 14 Agustus 2025

PEMALANG,Mediaindonesiamaju.com– Dugaan praktik prostitusi online yang marak dikenal dengan sebutan aplikasi kodok ijo mencuat di sebuah hotel yang berlokasi di eks Kampus STIT (Sekolah Tinggi Islam Terpadu) atau Hotel L’tefa, Jl. Letjend D.I. Panjaitan Km 3, Paduraksa, Kecamatan/Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.

Penelusuran tim awak media pada Rabu (13/8/2025) malam, dilakukan setelah berkomunikasi dengan salah satu akun di aplikasi tersebut. Setelah disepakati harga, anggota tim menuju Hotel L’tefa dan mendatangi salah satu kamar yang ditempati target. Di kamar tersebut terjadi kesepakatan tarif Rp250.000 untuk sekali layanan. Tim kemudian meninggalkan lokasi dengan alasan membeli rokok.

“Ternyata benar bang, ada layanan aplikasi ijo di kamar 101,” ungkap Djoyo, anggota tim media.
“Awalnya saya kira ini kampus, ternyata hotel umum. Tadi saya sudah ketuk pintu, real sesuai gambar di akun Rr. Tarifnya 300 ribu, tapi bisa ditawar 250 ribu,” tambahnya.

Informasi dari warga sekitar hotel menguatkan dugaan tersebut. Salah satu tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya mengaku sudah lama mencurigai adanya praktik prostitusi di lokasi tersebut.

“Informasinya untuk Michat mas, dan dugaan ini sudah lama. Saat ini kami pantau, kalau ada bukti cukup pasti akan kami klarifikasi dengan pihak manajemen, bahkan ada rencana mau digerebek,” ujarnya.

Tokoh masyarakat itu menambahkan, praktik tersebut sangat memprihatinkan mengingat di sekitar hotel terdapat sekolah tingkat SMA/SMK, SD, TK, serta tempat ibadah.

“Kami berharap pihak manajemen lebih selektif menerima tamu, jangan sampai nama baik lembaga pendidikan dan rumah ibadah tercoreng,” pungkasnya.

Sementara itu, salah satu karyawan hotel bernama Rian membenarkan adanya tamu yang diduga melakukan transaksi prostitusi online. Ia mengaku sering melihat tamu datang dengan orang dan kendaraan yang berbeda.

“Iya ada mas. Tapi pihak hotel tidak tahu, mereka sembunyi-sembunyi. Di sini aturannya tidak bebas, kalau tamu berpasangan harus suami istri dengan KTP dan KK,” kata Rian.

Rian menyarankan agar konfirmasi dilakukan langsung kepada pemilik hotel. Namun hingga berita ini ditayangkan, upaya konfirmasi awak media kepada pihak manajemen maupun pemilik hotel belum mendapat respon.

Baca Juga :  Polres Grobogan Gelar Prarekonstruksi Kasus Kematian Pemuda di Pulokulon, 26 Adegan Diperagakan  

Rep_ Farras

Berita Terkait

Geliat Bulan Bakti  PPWI ke-18 Tahun 2025, DPC PPWI Kabupaten Mesuji   
Layanan Imunohistokimia (IHK) Resmi Dibuka di RSUD dr. R. Soedjati Purwodadi
Pengerjaan Asal-Asalan Proyek Ruang Kelas Baru SDN Tanjung Wangi Muncul, Kualitas dan Keamanan Dipertanyakan
Seorang Perwira Polres Pekalongan Kota Diduga Bermalam dengan Istri Orang, Suami Geruduk Rumah Bersama Warga
DPRD Soroti Kualitas Pembangunan SD Satu Pamulihan, Dinas pendidikan Lampung Selatan Beri Teguran
Dugaan Pelanggaran Izin di Galian Kalikayen Menguat, Warga Sebut Tiga Lokasi Tambang Ilegal Masih Beroperasi
DPRD Lampung Selatan Soroti Proyek Rehabilitasi SD Negeri Pamulihan, Kontraktor Janji Perbaikan  
LPK-RI Soroti Dugaan Pelanggaran Penjualan Obat Keras Tanpa Izin dan Ketidakjelasan Penanganan Kasus di Polsek Kalideres

Berita Terkait

Minggu, 30 November 2025 - 08:53 WIB

Geliat Bulan Bakti  PPWI ke-18 Tahun 2025, DPC PPWI Kabupaten Mesuji   

Sabtu, 29 November 2025 - 12:18 WIB

Layanan Imunohistokimia (IHK) Resmi Dibuka di RSUD dr. R. Soedjati Purwodadi

Jumat, 28 November 2025 - 21:09 WIB

Pengerjaan Asal-Asalan Proyek Ruang Kelas Baru SDN Tanjung Wangi Muncul, Kualitas dan Keamanan Dipertanyakan

Kamis, 27 November 2025 - 23:33 WIB

Seorang Perwira Polres Pekalongan Kota Diduga Bermalam dengan Istri Orang, Suami Geruduk Rumah Bersama Warga

Kamis, 27 November 2025 - 19:34 WIB

DPRD Soroti Kualitas Pembangunan SD Satu Pamulihan, Dinas pendidikan Lampung Selatan Beri Teguran

Berita Terbaru