Membela Diri Malah Jadi Tersangka Pembunuhan! Kasus DS di Waru Gegerkan Demak — Warga: “Hukum Tajam ke Bawah, Tumpul ke Atas!”

- Jurnalis

Selasa, 7 Oktober 2025 - 16:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MIM, JAWA TENGAH, 07 OKTOBER 2025

DEMAK, – Mediaindonesiamaju.com Gelombang kemarahan publik mengguncang Desa Waru, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak. Seorang warga berinisial DS, yang semestinya menjadi korban penganiayaan brutal, kini justru dijadikan tersangka pembunuhan oleh aparat penegak hukum.

 

Kasus ini membuat masyarakat geram dan muak terhadap potret hukum yang dianggap tidak berpihak pada rakyat kecil.

 

Kronologi Mengejutkan: Korban Diserang, Malah Dituduh Membunuh!

 

Peristiwa berdarah itu terjadi pada Kamis (28/8/2025). Saat melintas di jalan desa, DS dicegat oleh tiga warga tanpa alasan jelas. Belum sempat bicara, ia langsung dipukul dengan balok kayu.

 

Tak tinggal diam, DS berusaha melindungi diri dan melakukan perlawanan spontan. Aksi saling pukul pun tak terhindarkan. Dalam pergumulan sengit itu, salah satu dari tiga penyerang terjatuh, mengalami luka serius, dan akhirnya meninggal dunia.

 

Namun yang mengejutkan, bukannya dianggap membela diri, DS justru dijadikan tersangka dengan pasal berat: 338 KUHP (pembunuhan) dan 170 KUHP (pengeroyokan).

 

Langkah ini sontak memantik kemarahan besar warga Waru, yang menilai penegakan hukum sedang kehilangan nurani.

 

Kuasa Hukum : “Ini Kriminalisasi Terang-Terangan!”

Baca Juga :  Selamat Hari Pramuka ke-65

 

Kuasa hukum DS, Khomarudin, SH, angkat bicara dengan nada tajam. Ia menyebut apa yang menimpa kliennya sebagai bentuk kriminalisasi nyata terhadap rakyat kecil.

 

> “DS dipukul duluan, dia membela diri. Seharusnya yang digunakan adalah Pasal 49 KUHP tentang pembelaan darurat (noodweer). Kalau pun dianggap lalai, pasalnya cukup 351 ayat (3) KUHP, bukan 338 atau 170. Ini jelas pemaksaan pasal yang menyalahi rasa keadilan!” tegas Khomar.

 

Ia juga menegaskan bahwa jika pola seperti ini dibiarkan, maka rakyat kecil tidak akan pernah merasa aman.

 

> “Kalau membela diri saja bisa dipenjara, lebih baik rakyat pasrah dipukuli. Ini bahaya! Hukum seperti ini hanya melahirkan ketakutan dan ketidakadilan,” ujarnya geram.

 

 

Warga Waru Naik Pitam: “Jangan Jadikan Korban Kambing Hitam!”

 

Warga Desa Waru sepakat menyebut kasus ini tidak masuk akal dan sarat kejanggalan.

 

> “Kami tahu siapa DS. Dia bukan pembuat onar, bukan preman. Kalau dia melawan, itu karena diserang duluan. Jangan jadikan korban sebagai kambing hitam!” ungkap seorang tokoh masyarakat dengan nada tinggi.

 

 

Beberapa warga bahkan mengancam akan menggelar aksi damai menuntut keadilan untuk DS.

Baca Juga :  Workshop Pengelolaan Keuangan Desa, Pemkab Pemalang Dorong Kepala Desa untuk Mengelola Keuangan dengan Baik serta Transparan 

 

> “Kalau hukum terus begini, rakyat makin tidak percaya. Hukum harus tegak lurus, jangan tajam ke bawah tapi tumpul ke atas!” tegas warga lainnya.

 

 

Seruan Keadilan: “Jangan Biarkan Hukum Dipermainkan!”

 

Kasus DS kini menjadi simbol ketimpangan hukum di daerah. Warga Waru mendesak aparat penegak hukum meninjau ulang penerapan pasal yang dijatuhkan kepada DS.

 

> “Kami bukan menentang hukum, kami menuntut keadilan! DS bukan pembunuh, dia korban yang terpaksa melawan untuk hidup!” ujar Khomar SH lagi.

 

 

Potret Buram Keadilan

 

Kasus DS menjadi tamparan keras bagi wajah hukum Indonesia. Jika seorang korban penganiayaan bisa dijadikan tersangka pembunuhan, maka nasib rakyat kecil benar-benar di ujung tanduk.

 

> “Keadilan bukan untuk dipamerkan di spanduk dan baliho, tapi harus dirasakan rakyat,” kata warga dengan nada getir.

 

Kini publik menunggu — apakah hukum akan berpihak pada kebenaran, atau kembali tunduk pada kekuasaan?

Satu hal pasti: Desa Waru sudah muak dengan keadilan yang bisa diperjualbelikan.

 

 

Rep : Latif

Berita Terkait

LPER Cabang Semarang Raya Resmi Terima SK Kepengurusan Periode 2026–2031, Siap Bersinergi untuk Pemberdayaan Ekonomi Rakyat  
DPRD Demak Gelar Paripurna ke-33, Enam Fraksi Sampaikan Pandangan Umum Raperda APBD 2027  
Ketika Penyidik Dengan Jaksa Penuntut Umum Kejari Semarang Sependapat, Terlapor Menjadi Tersangka Dan Perkara P21  
Pengurus SMSI Jawa Tengah Periode 2026-2030 Resmi Dilantik di Demak
Audiensi Forrbes Memanas, Massa Walk Out Tuntut Bupati Jelaskan Polemik KUA-PPAS 2027
John L. Situmorang Soroti Rencana Eksekusi Rumah Klien, Minta PN Semarang Menunda  
Ketua Umum FORWAKUM TIPIKOR Mulai Soroti Disdik Batu Bara, Diduga Jadi Objek Bisnis Meraup Keuntungan   
Hampir Sepekan Tanpa Kejelasan, Kuasa Hukum Siti Fatimah Beri Batas Waktu Kopendik Banjarejo  

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:08 WIB

LPER Cabang Semarang Raya Resmi Terima SK Kepengurusan Periode 2026–2031, Siap Bersinergi untuk Pemberdayaan Ekonomi Rakyat  

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:49 WIB

DPRD Demak Gelar Paripurna ke-33, Enam Fraksi Sampaikan Pandangan Umum Raperda APBD 2027  

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:13 WIB

Ketika Penyidik Dengan Jaksa Penuntut Umum Kejari Semarang Sependapat, Terlapor Menjadi Tersangka Dan Perkara P21  

Senin, 5 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Pengurus SMSI Jawa Tengah Periode 2026-2030 Resmi Dilantik di Demak

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:24 WIB

Audiensi Forrbes Memanas, Massa Walk Out Tuntut Bupati Jelaskan Polemik KUA-PPAS 2027

Berita Terbaru

Tak Berkategori

Bank BKK Purwodadi Sampaikan Ucapan Selamat Hari Santri Nasional 2026

Kamis, 22 Okt 2026 - 11:16 WIB