Polres Batang Diminta Bongkar Tuntas Jaringan STNK “Selendangan”,   

- Jurnalis

Minggu, 16 November 2025 - 14:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MIM, JAWA TENGAH, 16 NOVEMBER 2025

Batang — Mediaindonesiamaju.com Upaya pemberantasan praktik jual-beli kendaraan bermotor dengan STNK selendangan atau aspal kembali menjadi perhatian publik. Polres Batang kini sedang menangani dugaan peredaran kendaraan dengan dokumen tidak sah yang diduga melibatkan beberapa pihak.

 

Di area parkir Polres Batang tampak satu unit kendaraan bermotor berpelat G 1855 EK yang sedang diamankan penyidik sebagai bagian dari proses penyelidikan. Kendaraan tersebut diduga berkaitan dengan praktik penggunaan STNK tidak sesuai ketentuan.

 

Dugaan Keterlibatan Individu Berinisial F

 

Menurut informasi yang diterima Suara Masyarakat, salah satu terduga yang sedang diperiksa penyidik disebut berinisial F, warga Karanganom, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang. Penyidik Satreskrim Polres Batang saat ini masih melakukan pendalaman dan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang diduga terkait.

 

Seorang warga berinisial R, asal Denasri, yang mengaku sebagai korban dugaan penipuan, menyampaikan bahwa F juga sedang berurusan dalam perkara lain yang ditangani Satreskrim Polsek Kota Batang. R menyebut F diduga kerap menguasai atau memperdagangkan kendaraan yang tidak jelas asal-usul kepemilikannya.

Baca Juga :  Laporan Dihentikan, Ketua Yayasan di Gubug Gandeng Pengacara Semarang — Polsek Gubug Buka Kembali Perkara  

(Keterangan ini masih berupa pengakuan korban dan bukan keputusan hukum yang mengikat.)

 

Dukungan Aktivis Suara Masyarakat

 

Aktivis Suara Masyarakat menyampaikan apresiasi terhadap langkah cepat Satreskrim Polres Batang. Mereka mendorong agar penyidik mengusut tuntas dugaan jaringan peredaran STNK selendangan yang meresahkan masyarakat.

 

“Kami mendukung penuh tindakan cepat Polres Batang. Praktik STNK selendangan ini merugikan masyarakat dan berpotensi menimbulkan tindak kejahatan lanjutan,” ujar perwakilan Suara Masyarakat.

 

Apa Itu STNK Selendangan / Aspal?

 

Istilah ini merujuk pada dokumen kendaraan yang tidak sah, misalnya:

• STNK tidak sesuai dengan kendaraan,

• STNK tanpa BPKB,

• dokumen palsu,

• atau kepemilikan kendaraan yang tidak sesuai regulasi.

 

Penggunaan atau peredaran STNK seperti ini dapat menimbulkan kerugian besar dan berpotensi menyeret pemilik kendaraan ke persoalan hukum.

 

 

1. Pemalsuan atau Penggunaan Dokumen Kendaraan Tidak Sah

 

Pasal 263 KUHP

Pemalsuan surat atau penggunaan surat palsu diancam pidana hingga 6 tahun penjara.

Baca Juga :  Aster Kasdam IV/Diponegoro Gencarkan Peninjauan Irigasi Tersier di Pemalang, Kodim 0711/Pemalang Siap Jadi Garda Terdepan Ketahanan Pangan  

 

2. Menguasai atau Memperdagangkan Barang yang Diketahui Berasal dari Kejahatan

 

Pasal 480 KUHP (Pasal Penadahan)

Membeli, menyimpan, atau memperjualbelikan barang yang diduga berasal dari kejahatan dapat dipidana hingga 4 tahun penjara.

 

3. UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan

 

Pasal 288 ayat (1)

Mengemudikan kendaraan tanpa STNK yang sah dapat dikenai pidana kurungan atau denda.

 

4. Penipuan dalam Transaksi Kendaraan

 

Pasal 378 KUHP

Penipuan dengan motif keuntungan pribadi diancam pidana 4 tahun penjara.

 

 

Kasus dugaan peredaran STNK selendangan ini menjadi perhatian publik karena menyangkut keamanan dan kepastian hukum dalam transaksi kendaraan bermotor. Masyarakat berharap Satreskrim Polres Batang dapat mengusut tuntas dugaan jaringan yang terlibat, sekaligus memberikan kepastian hukum bagi para korban.

 

Suara Masyarakat menyatakan siap mendukung dan mengawal proses penegakan hukum agar Batang menjadi wilayah yang aman dari praktik kendaraan ilegal.

 

Rep : Fiqih H

Berita Terkait

LPER Cabang Semarang Raya Resmi Terima SK Kepengurusan Periode 2026–2031, Siap Bersinergi untuk Pemberdayaan Ekonomi Rakyat  
DPRD Demak Gelar Paripurna ke-33, Enam Fraksi Sampaikan Pandangan Umum Raperda APBD 2027  
Ketika Penyidik Dengan Jaksa Penuntut Umum Kejari Semarang Sependapat, Terlapor Menjadi Tersangka Dan Perkara P21  
Pengurus SMSI Jawa Tengah Periode 2026-2030 Resmi Dilantik di Demak
Audiensi Forrbes Memanas, Massa Walk Out Tuntut Bupati Jelaskan Polemik KUA-PPAS 2027
John L. Situmorang Soroti Rencana Eksekusi Rumah Klien, Minta PN Semarang Menunda  
Ketua Umum FORWAKUM TIPIKOR Mulai Soroti Disdik Batu Bara, Diduga Jadi Objek Bisnis Meraup Keuntungan   
Hampir Sepekan Tanpa Kejelasan, Kuasa Hukum Siti Fatimah Beri Batas Waktu Kopendik Banjarejo  

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:08 WIB

LPER Cabang Semarang Raya Resmi Terima SK Kepengurusan Periode 2026–2031, Siap Bersinergi untuk Pemberdayaan Ekonomi Rakyat  

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:49 WIB

DPRD Demak Gelar Paripurna ke-33, Enam Fraksi Sampaikan Pandangan Umum Raperda APBD 2027  

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:13 WIB

Ketika Penyidik Dengan Jaksa Penuntut Umum Kejari Semarang Sependapat, Terlapor Menjadi Tersangka Dan Perkara P21  

Senin, 5 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Pengurus SMSI Jawa Tengah Periode 2026-2030 Resmi Dilantik di Demak

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:24 WIB

Audiensi Forrbes Memanas, Massa Walk Out Tuntut Bupati Jelaskan Polemik KUA-PPAS 2027

Berita Terbaru

Tak Berkategori

Bank BKK Purwodadi Sampaikan Ucapan Selamat Hari Santri Nasional 2026

Kamis, 22 Okt 2026 - 11:16 WIB