MIM,Jawa Tengah 28 February 2025
Semarang – Pemberitaan mengenai dugaan adanya penari bugil di Karaoke Mansion, Semarang, semakin menarik perhatian publik. Di tengah sorotan ini, muncul fakta bahwa Agus Hartono, narapidana kasus korupsi di Lapas kedungpani, Semarang, juga sering berkunjung ke tempat hiburan tersebut.
Berdasarkan informasi yang kami peroleh, pada periode Oktober hingga November 2024, Agus Hartono tercatat mengunjungi Karaoke Mansion sebanyak dua hingga tiga kali dalam seminggu. Setiap kali datang, tempat karaoke tersebut terkadang sampai ditutup untuk umum, hanya melayani Agus Hartono beserta rombongannya.
Diduga Habiskan Puluhan Juta dalam Semalam
Menurut sumber yang enggan disebutkan namanya, dalam satu malam, Agus Hartono bisa menghabiskan dana sebesar Rp30 juta hingga Rp100 juta. Ia selalu datang dengan pengawalan ketat dari dua hingga empat petugas lapas, yang juga ikut berpesta.
“Iya benar, Agus Hartono dalam seminggu bisa dua sampai tiga kali datang, dari bulan Oktober – November 2024,” ujar sumber tersebut.
Selain menikmati hiburan, Agus Hartono juga diduga melakukan transaksi khusus di dalam ruangan karaoke. “Setiap datang, dikawal 2-4 pegawai lapas, semua ikut party, bahkan langsung bisa eksekusi (check-in) di dalam room karaoke,Tarif untuk fasilitas check-in tersebut mencapai Rp3,5 juta sekali pakai .”tambahnya.(27/02/25)
Skandal Pembayaran dan Dugaan Penggelapan
Namun, yang menarik, Agus Hartono terkadang tidak langsung membayar tagihannya. Sistem pembayaran yang digunakan adalah “pending bill,” yang baru diselesaikan keesokan harinya.
Namun, muncul dugaan bahwa sebagian tagihan yang seharusnya sudah dibayarkan oleh Agus Hartono tidak disetorkan ke perusahaan oleh manajer berinisial JG. Hal ini berbuntut panjang, di mana JG kini telah dilaporkan ke Polrestabes Semarang atas dugaan penggelapan uang perusahaan.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Lapas Kedungpani atau manajemen Karaoke Mansion terkait kasus ini. Pihak kepolisian juga masih melakukan penyelidikan lebih lanjut atas dugaan pelanggaran yang terjadi.
Kasus ini semakin menambah panjang daftar kontroversi terkait fasilitas khusus yang diduga dinikmati oleh tahanan korupsi di dalam lapas. Masyarakat pun menunggu tindakan tegas dari pihak berwenang untuk menindaklanjuti temuan ini.
Rep_ Latif