MIM,Jawa Tengah 25 Maret 2025
Demak,Mediaindonesiamaju.com – Di tengah bulan suci Ramadan, saat umat Muslim beribadah dengan khusyuk, praktik prostitusi justru semakin marak di wilayah hukum Demak. Salah satu yang menjadi sorotan adalah sebuah kos-kosan di Desa Botorejo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak, yang diduga digunakan sebagai tempat prostitusi terselubung.
Warga sekitar mulai resah dengan keberadaan kos-kosan ini, yang diketahui menerapkan sistem sewa per jam dengan tarif Rp30.000. Lebih mencurigakan lagi, di tempat tersebut terdapat mucikari yang selalu siap menawarkan wanita penghibur dengan tarif berkisar antara Rp200.000 hingga Rp400.000 per layanan.
Berdasarkan hasil investigasi tim Media Indonesia Maju, seorang mucikari berinisial J mengonfirmasi bahwa kos-kosan tersebut memang digunakan untuk praktik prostitusi. Para wanita penghibur yang disediakan berasal dari berbagai kalangan, mulai dari wanita setengah baya (STW) hingga yang masih muda.
Masyarakat setempat berharap pihak berwenang segera mengambil tindakan tegas untuk menertibkan tempat tersebut. Pasalnya, selain merusak norma sosial dan moral, keberadaan praktik prostitusi ini juga dikhawatirkan menimbulkan dampak negatif lainnya bagi lingkungan sekitar.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan prostitusi di kos-kosan tersebut. Namun, warga mendesak aparat hukum untuk segera melakukan razia dan menindak pihak-pihak yang terlibat dalam praktik ilegal ini.
Rep_Sultan
(Tim Liputan Media Indonesia Maju)