Kasus Penangkapan 3 Wartawan di Blora: Sudah P21, tapi Restorative Justice Tetap Dijalankan, Prosedur Hukum Dipertanyakan

- Jurnalis

Minggu, 24 Agustus 2025 - 16:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MIM, Jawa Tengah 24 Agustus 2025

Blora ,Mediaindonesiamaju.com– Kasus penangkapan tiga wartawan yang sempat menghebohkan Kabupaten Blora pada Mei 2025 kini memasuki babak baru yang justru menimbulkan tanda tanya besar. Setelah 90 hari ditahan oleh Polres Blora, ketiga wartawan berinisial JT (55), FY (41), dan SY (45) — dua laki-laki dan satu perempuan — akhirnya dibebaskan melalui mekanisme Restorative Justice (RJ).

Ironisnya, pembebasan ini dilakukan saat status perkara telah P21 alias dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan, yang seharusnya sudah menjadi kewenangan Jaksa untuk dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Blora.

RJ Pasca-P21: Legal atau Cacat Prosedur?

Dalam sistem hukum pidana Indonesia, P21 menandai berakhirnya kewenangan penyidikan oleh Polisi. Kendali penuh atas perkara kemudian berada di tangan Jaksa Penuntut Umum. Pertanyaan pun mencuat: apakah Polisi masih berwenang menjalankan RJ setelah perkara P21, atau justru telah terjadi pelanggaran prosedur hukum?

Baca Juga :  Dandim Pemalang dan Forkopimda Ikuti Zoom Meeting Peletakan Batu Pertama Pembangunan Koperasi Merah Putih  

Kronologi RJ yang Janggal

Kuasa hukum ketiga wartawan, John L. Situmorang, S.H., M.H., mengungkap bahwa sejak awal pihaknya sudah berupaya menempuh jalan damai. Namun, pelapor — seorang oknum TNI AD berinisial RHP — selalu menolak mediasi. Bahkan penyidik pun disebut gagal mempertemukan kedua belah pihak.

Namun, situasi berubah drastis. Pada hari ke-30 masa perpanjangan penahanan terakhir dari Ketua PN Blora, RHP tiba-tiba mencabut laporan dan memaafkan para tersangka. Seketika itu pula RJ dijalankan, dan ketiga wartawan langsung bebas.

“Ini bukan sekadar keadilan restoratif. Ini menyisakan pertanyaan mendasar secara prosedural hukum. Jika perkara sudah P21, bukankah ini sudah menjadi domain Jaksa?” tegas John.

Dugaan Jebakan dalam BAP

Selain prosedur hukum yang dipertanyakan, kuasa hukum juga menyinggung adanya kejanggalan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Fakta yang terungkap, uang Rp4 juta justru diberikan lebih dulu oleh pihak pelapor melalui seseorang bernama Didik, yang mengaku sebagai kepala gudang milik RHP.

“Permintaan menurunkan berita datang dari pihak pelapor. Wartawan justru diminta menghapus berita, lalu diberi uang. Ini bukan pemerasan — ini indikasi jebakan terstruktur,” ujar John.

Menunggu Penjelasan Resmi

Hingga kini, baik Polres Blora maupun Kejaksaan Negeri Blora belum memberikan keterangan resmi terkait dasar hukum penerapan RJ setelah perkara P21. Publik pun menanti penjelasan lebih lanjut mengenai batas kewenangan antar lembaga penegak hukum agar kasus serupa tidak kembali menimbulkan kebingungan.

Baca Juga :  Mutasi di Tubuh Polri, Komjen Dedi Prasetyo Gantikan Jabatan Wakapolri

Rep_Fiqih

Berita Terkait

LPER Cabang Semarang Raya Resmi Terima SK Kepengurusan Periode 2026–2031, Siap Bersinergi untuk Pemberdayaan Ekonomi Rakyat  
DPRD Demak Gelar Paripurna ke-33, Enam Fraksi Sampaikan Pandangan Umum Raperda APBD 2027  
Ketika Penyidik Dengan Jaksa Penuntut Umum Kejari Semarang Sependapat, Terlapor Menjadi Tersangka Dan Perkara P21  
Pengurus SMSI Jawa Tengah Periode 2026-2030 Resmi Dilantik di Demak
Audiensi Forrbes Memanas, Massa Walk Out Tuntut Bupati Jelaskan Polemik KUA-PPAS 2027
John L. Situmorang Soroti Rencana Eksekusi Rumah Klien, Minta PN Semarang Menunda  
Ketua Umum FORWAKUM TIPIKOR Mulai Soroti Disdik Batu Bara, Diduga Jadi Objek Bisnis Meraup Keuntungan   
Hampir Sepekan Tanpa Kejelasan, Kuasa Hukum Siti Fatimah Beri Batas Waktu Kopendik Banjarejo  

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:08 WIB

LPER Cabang Semarang Raya Resmi Terima SK Kepengurusan Periode 2026–2031, Siap Bersinergi untuk Pemberdayaan Ekonomi Rakyat  

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:49 WIB

DPRD Demak Gelar Paripurna ke-33, Enam Fraksi Sampaikan Pandangan Umum Raperda APBD 2027  

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:13 WIB

Ketika Penyidik Dengan Jaksa Penuntut Umum Kejari Semarang Sependapat, Terlapor Menjadi Tersangka Dan Perkara P21  

Senin, 5 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Pengurus SMSI Jawa Tengah Periode 2026-2030 Resmi Dilantik di Demak

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:24 WIB

Audiensi Forrbes Memanas, Massa Walk Out Tuntut Bupati Jelaskan Polemik KUA-PPAS 2027

Berita Terbaru

Tak Berkategori

Bank BKK Purwodadi Sampaikan Ucapan Selamat Hari Santri Nasional 2026

Kamis, 22 Okt 2026 - 11:16 WIB