Pemkab Pemalang dan Dinsos KBPP Berupaya Mencegah Kekerasan Perempuan dan Anak melalui Pelatihan Satgas RPPA  

- Jurnalis

Sabtu, 1 November 2025 - 23:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MIM, JAWA TENGAH, 01 NOVEMBER 2025

Pemalang,  – Mediaindonesiamaju.com Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang melalui Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos KBPP) terus menunjukkan komitmen serius dalam upaya pencegahan dan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Langkah konkret diwujudkan dengan penguatan kapasitas petugas lapangan melalui pelatihan khusus manajemen dan penanganan kasus.

 

 

Kegiatan pelatihan yang berlangsung di salah satu hotel di Pemalang pada Jumat (31/10/2025) lalu, difokuskan pada peningkatan keterampilan anggota Satuan Tugas (Satgas) Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak (RPPA) dalam pencatatan dan pelaporan kasus secara sistematis dan terintegrasi.

 

 

Puluhan peserta dari tujuh kecamatan yang masuk dalam kategori “kecamatan berdaya” turut serta dalam kegiatan ini. Kecamatan-kecamatan tersebut meliputi Pulosari, Randudongkal, Ulujami, Comal, Bantarbolang, Petarukan, dan Ampelgading.

 

 

Perkuat Sistem Perlindungan di Wilayah Kemiskinan Ekstrem

Kabid KP2A Dinsos KBPP Pemalang, Triyatno Yuliharso, yang mengoordinasikan pelatihan tersebut, menjelaskan bahwa pembentukan RPPA merupakan inisiatif strategis pemerintah daerah, khususnya di wilayah dengan tingkat kemiskinan ekstrem.

Baca Juga :  Di Duga Bangunan Ilegal Di Pasar Sido Makmur Blora Dibiarkan Berdiri, Dinas Bungkam – Ada Apa Sebenarnya?

“Kami bersyukur Pemalang telah memiliki tujuh RPPA di tujuh kecamatan berdaya. Ini adalah wujud nyata komitmen daerah dalam melindungi kelompok rentan, sekaligus mendukung penuh program prioritas Provinsi Jawa Tengah,” ungkap Triyatno dalam sambutannya.

 

 

Peserta pelatihan berasal dari berbagai unsur layanan, mulai dari bidang pengaduan, kesehatan, sosial ekonomi, kerohanian, hingga pendampingan hukum dan kader PPPA desa. Triyatno menekankan bahwa pelatihan ini krusial untuk menyamakan persepsi dan keterampilan seluruh Satgas, mulai dari deteksi dini, asesmen kebutuhan korban, hingga pendampingan komprehensif.

“Tujuan utamanya adalah menciptakan sistem terintegrasi. Laporan dari tingkat desa harus bisa langsung tersambung ke kecamatan dan kabupaten, memastikan respons cepat dan profesional,” tambahnya.

 

 

Angka Kasus Meningkat, Keprihatinan Mendalam Dinsos KBPP

Kepala Dinsos KBPP Kabupaten Pemalang, Mu’minun, dalam arahannya, menegaskan bahwa perlindungan perempuan dan anak adalah tanggung jawab moral dan sosial bersama. Ia mengungkapkan keprihatinan mendalam atas data kasus kekerasan yang meningkat tajam pada tahun 2024.

 

 

“Tercatat 21 kasus dengan total 65 korban di tahun 2024. Yang paling memprihatinkan, mayoritas korban adalah anak-anak, mencapai 43 jiwa, sisanya 22 perempuan dewasa,” papar Mu’minun.

Baca Juga :  Sekretaris SMSI Jateng, Juga Ketua PRAJA Desak APIP Periksa Proyek Pasar Brambang Lanjutan  

Menurut Mu’minun, kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan pelanggaran besar, baik dari aspek hukum, sosial, maupun agama. Ia mengutip pesan ulama besar yang menyatakan bahwa laki-laki sejati memuliakan perempuan, sementara yang menyakiti mereka adalah laki-laki hina.

 

 

Pentingnya Kecepatan Laporan dan Pencegahan Dini

Mengapresiasi program Kecamatan Berdaya dari Gubernur Jawa Tengah dan inisiatif RPPA Bupati Pemalang, Mu’minun berharap keberadaan Satgas di tujuh kecamatan ini dapat menekan angka kekerasan secara signifikan.

 

 

“Faktor paling penting adalah kecepatan laporan. Jika ada indikasi kekerasan, jangan ragu untuk segera melapor. Pencegahan dini sangat vital agar tidak ada lagi korban di wilayah kita,” tegasnya.

 

 

Mu’minun menutup sambutannya dengan mengajak seluruh peserta untuk mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh dan segera mengimplementasikan ilmu yang didapat di lapangan demi terwujudnya Kabupaten Pemalang yang aman bagi perempuan dan anak.

 

Rep : Farras

Berita Terkait

Dugaan Job Fiktif PMI Jepang Diselidiki, Sejumlah LPK dan Rantai Penempatan Jadi Sorotan  
LPER Cabang Semarang Raya Resmi Terima SK Kepengurusan Periode 2026–2031, Siap Bersinergi untuk Pemberdayaan Ekonomi Rakyat  
DPRD Demak Gelar Paripurna ke-33, Enam Fraksi Sampaikan Pandangan Umum Raperda APBD 2027  
Ketika Penyidik Dengan Jaksa Penuntut Umum Kejari Semarang Sependapat, Terlapor Menjadi Tersangka Dan Perkara P21  
Pengurus SMSI Jawa Tengah Periode 2026-2030 Resmi Dilantik di Demak
Audiensi Forrbes Memanas, Massa Walk Out Tuntut Bupati Jelaskan Polemik KUA-PPAS 2027
John L. Situmorang Soroti Rencana Eksekusi Rumah Klien, Minta PN Semarang Menunda  
Ketua Umum FORWAKUM TIPIKOR Mulai Soroti Disdik Batu Bara, Diduga Jadi Objek Bisnis Meraup Keuntungan   

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Dugaan Job Fiktif PMI Jepang Diselidiki, Sejumlah LPK dan Rantai Penempatan Jadi Sorotan  

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:08 WIB

LPER Cabang Semarang Raya Resmi Terima SK Kepengurusan Periode 2026–2031, Siap Bersinergi untuk Pemberdayaan Ekonomi Rakyat  

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:49 WIB

DPRD Demak Gelar Paripurna ke-33, Enam Fraksi Sampaikan Pandangan Umum Raperda APBD 2027  

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:13 WIB

Ketika Penyidik Dengan Jaksa Penuntut Umum Kejari Semarang Sependapat, Terlapor Menjadi Tersangka Dan Perkara P21  

Senin, 5 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Pengurus SMSI Jawa Tengah Periode 2026-2030 Resmi Dilantik di Demak

Berita Terbaru

Tak Berkategori

Bank BKK Purwodadi Sampaikan Ucapan Selamat Hari Santri Nasional 2026

Kamis, 22 Okt 2026 - 11:16 WIB