Tuntutan Warga Banjarsari soal Pembongkaran Lapangan Futsal Berakhir Damai Lewat Musyawarah  

- Jurnalis

Selasa, 16 Desember 2025 - 20:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Lampung Selatan, 16 Desember 2025 – Mediaindonesiamaju.com Ketegangan di Desa Banjarsari, Kecamatan Way Sulan, berakhir secara damai setelah ratusan warga mendatangi kantor desa untuk menyuarakan tuntutan mereka. Mereka memprotes pembongkaran lapangan futsal yang masih aktif digunakan pemuda desa untuk berolahraga, serta rencana pembangunan Gedung Koperasi Desa Merah Putih di lokasi tersebut. Aksi damai ini menyoroti pentingnya musyawarah dalam penyelesaian konflik desa.

 

 

Lapangan futsal di Desa Banjarsari telah lama menjadi aset desa yang vital bagi generasi muda. Lokasi ini sering dimanfaatkan untuk kegiatan olahraga, turnamen antar-RT, dan rekreasi sehat yang mendukung kesehatan masyarakat. Namun, beberapa waktu lalu, lapangan mulai dibongkar sebagian untuk diganti dengan pembangunan gedung koperasi desa. Keputusan ini memicu keresahan karena warga merasa lapangan tersebut dirampas tanpa pertimbangan matang.

 

 

Menurut beberapa warga yang ditemui di lokasi, pembangunan seharusnya dilakukan di lahan kosong yang belum dimanfaatkan, bukan mengorbankan fasilitas publik. “Lapangan ini bukan sekadar tanah kosong, tapi ruang berkumpul pemuda Banjarsari. Kepala desa harus lebih bijak, bukan ambil keputusan sepihak,” kata salah seorang perwakilan pemuda, tanpa menyebut nama.

Baca Juga :  Dugaan Pungli di SMPN 3 Purwodadi, Pengamat Kebijakan: Harus Ada Penanganan Serius

 

 

Rapat Terbuka Ratusan warga, pemuda, dan tokoh masyarakat, berkumpul di kantor desa pagi hingga pukul 14 00 ( WIB), Mereka menuntut dua hal utama: perbaikan segera lapangan futsal yang sudah tanggung dibongkar, serta pengalihan lokasi gedung koperasi ke tempat lain. Rapat terbuka pun digelar, di mana warga secara bergantian menyampaikan aspirasi mereka.

 

Suasana mulai memanas ketika diskusi berlangsung alot. Beberapa warga menyoroti bahwa keputusan awal pembongkaran dianggap kurang melibatkan semua elemen masyarakat. “Kami paham koperasi desa penting untuk kemajuan ekonomi Desa, tapi jangan sampai olahraga pemuda yang dikorbankan,” tambah seorang warga senior.

 

 

Camat Way Sulan, Fitri Hidayat, cepat tanggap hadir untuk memediasi. “Saya datang untuk memastikan musyawarah berjalan kondusif. Konflik seperti ini bisa diselesaikan dengan dialog, bukan konfrontasi,” ujarnya kepada wartawan. Kehadirannya berhasil meredakan emosi dan membuka ruang negosiasi lebih luas.

 

 

 

Kepala Desa Abdul Kholik menjelaskan bahwa pembongkaran lapangan awalnya merupakan hasil musyawarah sebelumnya dengan tokoh masyarakat, perwakilan RT, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta perwakilan ketua pemuda karang taruna. “Kami sudah diskusikan matang-matang. Namun, jika hasilnya menimbulkan kekecewaan luas, saya terbuka untuk evaluasi,” katanya dengan nada tegas namun akomodatif.

Baca Juga :  Jalan Penghubung di Simalungun Rusak Parah Selama 39 Tahun, Warga Kesulitan Akses

 

 

Tokoh masyarakat setempat juga memberikan pandangan berimbang. Seorang anggota BPD menyatakan bahwa meski musyawarah awal sah, aspirasi warga yang lebih besar harus diakomodasi. “Ini pelajaran berharga: keputusan desa harus inklusif agar tidak ada pihak yang dirugikan,” ujarnya.

 

 

Setelah berjam-jam berdiskusi, semua pihak sepakat. Kepala Desa Abdul Kholik membuat surat perjanjian resmi yang ditandatangani di hadapan camat dan saksi-saksi. Isi perjanjian mencakup,”

 

Perbaikan lapangan futsal selesai dalam waktu 2 bulan terhitung hari ini, dengan memastikan fasilitas lebih baik dari sebelumnya.

 

Pembangunan Gedung Koperasi Desa Merah Putih dialihkan ke lahan kosong di sebelah Sekolah MTS Negeri 04 Banjarsari, Dan disetujui oleh masarakat yang hadir pada musyawarah hari ini

 

“Dokumen ini bisa dipertanggungjawabkan secara hukum. Saya berkomitmen penuh,” tegas Kholik.

 

Warga pun menyambut positif, dengan sorak sorai lega menandai akhir aksi.Peristiwa ini menjadi contoh sukses musyawarah desa dalam menyelesaikan isu pembangunan yang sensitif, sekaligus menggarisbawahi perlunya keterlibatan publik sejak awal.

 

Rep : Alex

Berita Terkait

Dugaan Job Fiktif PMI Jepang Diselidiki, Sejumlah LPK dan Rantai Penempatan Jadi Sorotan  
LPER Cabang Semarang Raya Resmi Terima SK Kepengurusan Periode 2026–2031, Siap Bersinergi untuk Pemberdayaan Ekonomi Rakyat  
DPRD Demak Gelar Paripurna ke-33, Enam Fraksi Sampaikan Pandangan Umum Raperda APBD 2027  
Ketika Penyidik Dengan Jaksa Penuntut Umum Kejari Semarang Sependapat, Terlapor Menjadi Tersangka Dan Perkara P21  
Pengurus SMSI Jawa Tengah Periode 2026-2030 Resmi Dilantik di Demak
Audiensi Forrbes Memanas, Massa Walk Out Tuntut Bupati Jelaskan Polemik KUA-PPAS 2027
John L. Situmorang Soroti Rencana Eksekusi Rumah Klien, Minta PN Semarang Menunda  
Ketua Umum FORWAKUM TIPIKOR Mulai Soroti Disdik Batu Bara, Diduga Jadi Objek Bisnis Meraup Keuntungan   

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Dugaan Job Fiktif PMI Jepang Diselidiki, Sejumlah LPK dan Rantai Penempatan Jadi Sorotan  

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:08 WIB

LPER Cabang Semarang Raya Resmi Terima SK Kepengurusan Periode 2026–2031, Siap Bersinergi untuk Pemberdayaan Ekonomi Rakyat  

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:49 WIB

DPRD Demak Gelar Paripurna ke-33, Enam Fraksi Sampaikan Pandangan Umum Raperda APBD 2027  

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:13 WIB

Ketika Penyidik Dengan Jaksa Penuntut Umum Kejari Semarang Sependapat, Terlapor Menjadi Tersangka Dan Perkara P21  

Senin, 5 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Pengurus SMSI Jawa Tengah Periode 2026-2030 Resmi Dilantik di Demak

Berita Terbaru

Tak Berkategori

Bank BKK Purwodadi Sampaikan Ucapan Selamat Hari Santri Nasional 2026

Kamis, 22 Okt 2026 - 11:16 WIB