Musdes Khusus Desa Ketitang: Penentuan Lokasi Koperasi Merah Putih Akhirnya Menemui Titik Temu

- Jurnalis

Jumat, 5 Desember 2025 - 11:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MIM, Jawa Tengah 05 Desember 2025

Ketitang, Grobogan, Mediaindonesiamaju.com— Musyawarah Desa (Musdes) khusus yang digelar di Balai Desa Ketitang, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan pada Jumat (05/12/2025) kembali membahas tindak lanjut penentuan lokasi pembangunan gedung Koperasi Merah Putih. Namun, hingga musyawarah kedua ini, akhirnya sudah menemui kesepakatan antara warga dan pihak Desa.

Musdes tersebut dihadiri oleh Camat Godong, Wakapolsek Godong, Danramil, Bhabinsa, serta Bhabinkamtibmas wilayah Kecamatan Godong, bersama perangkat desa dan perwakilan warga.

Kepala Desa Ketitang menjelaskan bahwa Koperasi Merah Putih merupakan program pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Rencana pembangunan gedung koperasi tersebut memanfaatkan tanah desa yang selama ini digunakan warga.

“Program Koperasi Merah Putih adalah program pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat Desa Ketitang. Terkait pembangunan gedung, lokasi yang dipilih merupakan tanah desa yang selama ini digunakan oleh warga,” ujar Kepala Desa dalam forum Musdes.(05/12/25)

Baca Juga :  Pabrik PMKS PT Anugerah Tanjung Medan(ATM )Digeruduk Massa

Ia menambahkan bahwa titik koordinat lokasi telah ditentukan oleh koordinator program dengan luas kisaran 900–1000 meter persegi.

Meski secara umum masyarakat menyatakan dukungan terhadap program tersebut, namun muncul penolakan terhadap lokasi yang ditetapkan. Warga meminta agar kepala desa bersikap adil dalam menentukan area yang akan digusur.

“Warga sangat mendukung programnya, tetapi kami menuntut keadilan. Jangan hanya tanah yang digunakan warga saja yang digusur, sedangkan tanah yang digunakan keluarga kepala desa tidak ikut digusur. Hampir separuh tanah desa itu dipakai keluarga kepala desa, tapi tidak terdampak penggusuran. Ini tidak adil,” tegas salah satu warga yang menolak rencana lokasi tersebut.

Warga juga menilai bahwa masih banyak tanah bengkok desa lain yang bisa dipertimbangkan tanpa harus melakukan penggusuran terhadap lahan yang saat ini ditempati masyarakat.

Baca Juga :  Siapkan Langkah Penangangan Cegah Abrasi di KJB, Pemkab Rembang Tahun Depan Susun DED

Menanggapi polemik tersebut, Camat Godong yang mewakili pemerintah kecamatan menawarkan beberapa opsi agar musyawarah dapat menemukan solusi terbaik. Di antaranya:

1. Seluruh area yang menggunakan tanah desa digusur tanpa tebang pilih, kecuali beberapa warga kurang mampu yang sudah menetap lama.

2. Semua digusur, kemudian lahan dibagi ulang secara merata kepada warga.

3. Koordinator program melakukan survei ulang ke lokasi lainnya, dan apabila memenuhi syarat, lokasi bisa dipindah.

Dari beberapa opsi tersebut pihak warga dan desa akhirnya bersepakat di tempat yang sudah di tentukan sebelum nya, untuk semuanya di gusur, hanya memikirkan tempat untuk warga yang kurang mampu yang sudah terlanjur menempati tempat tersebut.

Pentingnya komunikasi melalui Musdes tersebut untuk mendukung pembangunan koprasi merah putih sebagaimana program pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat.

Rep_Fiqih

Berita Terkait

LPER Cabang Semarang Raya Resmi Terima SK Kepengurusan Periode 2026–2031, Siap Bersinergi untuk Pemberdayaan Ekonomi Rakyat  
DPRD Demak Gelar Paripurna ke-33, Enam Fraksi Sampaikan Pandangan Umum Raperda APBD 2027  
Ketika Penyidik Dengan Jaksa Penuntut Umum Kejari Semarang Sependapat, Terlapor Menjadi Tersangka Dan Perkara P21  
Pengurus SMSI Jawa Tengah Periode 2026-2030 Resmi Dilantik di Demak
Audiensi Forrbes Memanas, Massa Walk Out Tuntut Bupati Jelaskan Polemik KUA-PPAS 2027
John L. Situmorang Soroti Rencana Eksekusi Rumah Klien, Minta PN Semarang Menunda  
Ketua Umum FORWAKUM TIPIKOR Mulai Soroti Disdik Batu Bara, Diduga Jadi Objek Bisnis Meraup Keuntungan   
Hampir Sepekan Tanpa Kejelasan, Kuasa Hukum Siti Fatimah Beri Batas Waktu Kopendik Banjarejo  

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:08 WIB

LPER Cabang Semarang Raya Resmi Terima SK Kepengurusan Periode 2026–2031, Siap Bersinergi untuk Pemberdayaan Ekonomi Rakyat  

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:49 WIB

DPRD Demak Gelar Paripurna ke-33, Enam Fraksi Sampaikan Pandangan Umum Raperda APBD 2027  

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:13 WIB

Ketika Penyidik Dengan Jaksa Penuntut Umum Kejari Semarang Sependapat, Terlapor Menjadi Tersangka Dan Perkara P21  

Senin, 5 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Pengurus SMSI Jawa Tengah Periode 2026-2030 Resmi Dilantik di Demak

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:24 WIB

Audiensi Forrbes Memanas, Massa Walk Out Tuntut Bupati Jelaskan Polemik KUA-PPAS 2027

Berita Terbaru

Tak Berkategori

Bank BKK Purwodadi Sampaikan Ucapan Selamat Hari Santri Nasional 2026

Kamis, 22 Okt 2026 - 11:16 WIB