Kisruh di PT San Xiong Steel Indonesia: Plang Sengketa Perdata Picu Bentrokan, Buruh Tuntut Gaji 7 Bulan Tertunda

- Jurnalis

Jumat, 19 Desember 2025 - 22:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MIM, LAMPUMG, 19 DESEMBER 2025

Lampung Selatan – Mediaindonesiamaju.com  Ketegangan kembali memanas di halaman PT San Xiong Steel Indonesia, yang berlokasi di Desa Tarahan, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan. Insiden terjadi pada Rabu malam, 17 Desember 2025, pukul 18.30 WIB, diduga dipicu oleh pembongkaran plang pengumuman sengketa perdata yang dipasang di depan kantor perusahaan.

 

Kekisruhan ini tidak hanya melibatkan manajemen lama dan baru, tetapi juga pekerja yang menuntut hak gaji selama Tujuh bulan tidak bekerja.Menurut salah seorang buruh yang enggan disebut namanya, plang bertuliskan “PT SAN XIONG STEEL INDONESIA DALAM PROSES SENGKETA PERDATA NO. 838/Pdt.G/2025/PN Jkt.Pst” dipasang oleh pihak manajemen lama.

“Seseorang dari manajemen baru tiba-tiba merubuhkan plang itu. Plang itu kan dipasang manajemen lama, lalu terjadi cekcok adu mulut antara buruh dan manajemen baru,” ujarnya di lokasi kejadian. Situasi sempat memanas hingga pihak berwenang turun tangan.

 

InternalKonflik ini berakar pada perselisihan internal mengenai kepemilikan saham PT San Xiong Steel Indonesia, yang memicu gugatan perdata di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Perusahaan steel ini telah mengalami polemik sejak beberapa bulan terakhir, termasuk penyekatan rekening bank oleh Polda Lampung atas dugaan laporan dari manajemen lama. Akibatnya, operasional terhenti,

Baca Juga :  Vio Sari Tanggapi Berita Viral Kades di Cilacap Sebut Wartawan "Bajingan" Usai Diberitakan

 

meninggalkan ratusan pekerja tanpa gaji selama delapan bulan. Beberapa pekerja kini bergabung dalam serikat buruh untuk memperjuangkan hak mereka.Iwan Tulus, yang diklaim mewakili manajemen lama, menegaskan bahwa pemasangan plang telah dikoordinasikan dengan serikat buruh. “Mengenai plang itu, kami tidak mau ikut campur lagi. Tapi manajemen lama sudah koordinasi dengan serikat dan seizin saya,” katanya.

 

Ia menambahkan bahwa tindakan pembongkaran plang oleh manajemen baru dianggap provokatif, meski menolak berkomentar lebih lanjut soal tuntutan gaji.Tuntutan Buruh dan Tawaran Manajemen BaruSelain isu plang, kekisruhan juga dipicu oleh tuntutan pekerja atas upah tertunda. Melalui serikat buruh, mereka menuntut pembayaran 70% dari gaji pokok selama Tujuh bulan.

 

“Kami sudah Tujuh bulan tidak digaji, perusahaan harus bertanggung jawab penuh,” tegas salah seorang perwakilan serikat buruh saat dihubungi tim redaksi.Sementara itu, manajemen baru di bawah Direktur Utama yang baru menawarkan kompensasi sebesar 20% dari gaji selama tujuh bulan, setara Rp 4.250.000 per pekerja, ditambah pembayaran BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan selama satu tahun.

 

Kuasa hukum Direktur Utama, Aristoteles MJ Siahaan SH, menjelaskan bahwa tawaran ini bersumber dari dana pribadi direktur karena rekening perusahaan masih terblokir. “Rekening diblokir secara sengaja oleh manajemen lama. SP3 dari Polda Lampung sudah keluar, dan rekening segera dibuka,” ungkapnya.

Baca Juga :  Gegara Hujan Deras, Pemburu Kodok di Wilayah Rembang Panen Cuan

 

Aristoteles juga membantah legalitas plang tersebut. “Plang itu hanya pendaftaran sengketa, bukan putusan mutlak PN Jakarta Pusat. Pemasangannya di luar koridor hukum dan tanpa izin kami sebagai pemilik sah. Kami berhak melepasnya,” tegasnya.

 

 

“Ia menekankan komitmen manajemen baru untuk menyelesaikan polemik demi kebaikan pekerja.Proses Mediasi di Polsek KatibungKedua belah pihak – manajemen baru, buruh, dan serikat pekerja – dibawa ke Polsek Katibung untuk dimediasi. Proses ini dipimpin Kapolsek Katibung, AKP Rudi S., bersama Kasat Intelkam Polres Lampung Selatan dan jajaran.

 

“Kami fasilitasi mediasi agar mencapai solusi terbaik dan damai. Saat ini, situasi sudah terkendali,” kata Kapolsek Rudi S. kepada wartawan di kantor polisi.

 

Hingga kini, beberapa pekerja dilaporkan telah menerima tawaran 20%, meski mayoritas serikat buruh masih mempertahankan tuntutan 70%. Mediasi berlangsung untuk mencari kesepakatan bijak dan objektif, dengan harapan operasional perusahaan segera normal.(Time)

Berita Terkait

Dugaan Job Fiktif PMI Jepang Diselidiki, Sejumlah LPK dan Rantai Penempatan Jadi Sorotan  
LPER Cabang Semarang Raya Resmi Terima SK Kepengurusan Periode 2026–2031, Siap Bersinergi untuk Pemberdayaan Ekonomi Rakyat  
DPRD Demak Gelar Paripurna ke-33, Enam Fraksi Sampaikan Pandangan Umum Raperda APBD 2027  
Ketika Penyidik Dengan Jaksa Penuntut Umum Kejari Semarang Sependapat, Terlapor Menjadi Tersangka Dan Perkara P21  
Pengurus SMSI Jawa Tengah Periode 2026-2030 Resmi Dilantik di Demak
Audiensi Forrbes Memanas, Massa Walk Out Tuntut Bupati Jelaskan Polemik KUA-PPAS 2027
John L. Situmorang Soroti Rencana Eksekusi Rumah Klien, Minta PN Semarang Menunda  
Ketua Umum FORWAKUM TIPIKOR Mulai Soroti Disdik Batu Bara, Diduga Jadi Objek Bisnis Meraup Keuntungan   

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Dugaan Job Fiktif PMI Jepang Diselidiki, Sejumlah LPK dan Rantai Penempatan Jadi Sorotan  

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:08 WIB

LPER Cabang Semarang Raya Resmi Terima SK Kepengurusan Periode 2026–2031, Siap Bersinergi untuk Pemberdayaan Ekonomi Rakyat  

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:49 WIB

DPRD Demak Gelar Paripurna ke-33, Enam Fraksi Sampaikan Pandangan Umum Raperda APBD 2027  

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:13 WIB

Ketika Penyidik Dengan Jaksa Penuntut Umum Kejari Semarang Sependapat, Terlapor Menjadi Tersangka Dan Perkara P21  

Senin, 5 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Pengurus SMSI Jawa Tengah Periode 2026-2030 Resmi Dilantik di Demak

Berita Terbaru

Tak Berkategori

Bank BKK Purwodadi Sampaikan Ucapan Selamat Hari Santri Nasional 2026

Kamis, 22 Okt 2026 - 11:16 WIB