Diduga Menejer Kebun Tinjowan Jual Tanah Uruk Demi Keuntungan Pribadi  

- Jurnalis

Selasa, 4 November 2025 - 13:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Simalungun, 4 November 2025 — Mediaindonesiamaju.com Dugaan penyalahgunaan wewenang kembali mencuat di lingkungan PTPN IV Regional 2 Unit Kebun Tinjowan. Seorang menejer kebun bernama Abdi Sinaga diduga kuat menjual tanah uruk (tanah humus) kepada pihak pendor atau pemborong demi meraup keuntungan pribadi.

 

Informasi tersebut diperoleh dari warga sekitar yang mengaku sudah lama resah dengan aktivitas galian tanah di area kebun milik negara itu. Menurut warga, kegiatan tersebut tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga berdampak pada tanaman kelapa sawit yang tumbuh di kawasan Hak Guna Usaha (HGU) milik perusahaan.

«“Setiap ada pekerjaan bibitan kelapa sawit oleh pihak pendor, mereka selalu mendatangkan excavator ke blok kebun untuk mengambil tanah humus. Katanya untuk kebutuhan bibit sawit, tapi kami curiga tanah itu dijual oleh pihak menejer,” ujar salah satu warga kepada Media Indonesia Maju, Senin (3/11/2025).»

Baca Juga :  Polres Lubuk Linggau Gelar Apel Operasi Ketupat 2025 untuk Amankan Arus Mudik Lebaran

 

Warga menambahkan bahwa aktivitas galian C tersebut sudah berulang kali terjadi dan tampak tidak ada upaya penertiban dari pihak manajemen kebun. “Yang kami tahu, seharusnya tanah di dalam wilayah HGU tidak boleh diperjualbelikan apalagi dijadikan bahan urukan proyek lain,” imbuhnya.

 

Ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Menejer PTPN IV Regional 2 Unit Tinjowan, Abdi Sinaga, tidak memberikan jawaban. Hingga berita ini diterbitkan, kondisi lapangan menunjukkan masih adanya timbunan tanah bekas galian serta kerusakan tanaman kelapa sawit di Afdeling I yang menjadi perbincangan publik.

Baca Juga :  Peringatan HIV/AIDS di Gubug, Wabup Sugeng Prasetyo Harapkan Grobogan Bebas HIV/AIDS

Warga dan pemerhati lingkungan meminta Aparat Penegak Hukum (APH), khususnya Polres Simalungun, Kejaksaan Negeri (Kejari) Simalungun, serta anggota DPRD Kabupaten Simalungun, untuk meninjau ulang izin HGU PTPN IV Regional 2. Mereka mendesak agar dilakukan pemeriksaan mendalam terkait dugaan adanya praktik galian C ilegal di area kebun negara tersebut.

 

«“Kalau dalam izin HGU tidak tercantum izin galian C, berarti jelas ada pelanggaran. Ini bisa termasuk penyalahgunaan jabatan,” tegas salah satu pemerhati lingkungan di Simalungun.»

 

Kasus ini menambah daftar panjang dugaan penyimpangan di lingkungan perkebunan negara. Publik berharap pihak berwenang segera turun tangan agar kegiatan yang merugikan negara dan lingkungan tersebut tidak terus berlanjut.

 

 

Rep : Erika M

Berita Terkait

Dugaan Job Fiktif PMI Jepang Diselidiki, Sejumlah LPK dan Rantai Penempatan Jadi Sorotan  
LPER Cabang Semarang Raya Resmi Terima SK Kepengurusan Periode 2026–2031, Siap Bersinergi untuk Pemberdayaan Ekonomi Rakyat  
DPRD Demak Gelar Paripurna ke-33, Enam Fraksi Sampaikan Pandangan Umum Raperda APBD 2027  
Ketika Penyidik Dengan Jaksa Penuntut Umum Kejari Semarang Sependapat, Terlapor Menjadi Tersangka Dan Perkara P21  
Pengurus SMSI Jawa Tengah Periode 2026-2030 Resmi Dilantik di Demak
Audiensi Forrbes Memanas, Massa Walk Out Tuntut Bupati Jelaskan Polemik KUA-PPAS 2027
John L. Situmorang Soroti Rencana Eksekusi Rumah Klien, Minta PN Semarang Menunda  
Ketua Umum FORWAKUM TIPIKOR Mulai Soroti Disdik Batu Bara, Diduga Jadi Objek Bisnis Meraup Keuntungan   

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Dugaan Job Fiktif PMI Jepang Diselidiki, Sejumlah LPK dan Rantai Penempatan Jadi Sorotan  

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:08 WIB

LPER Cabang Semarang Raya Resmi Terima SK Kepengurusan Periode 2026–2031, Siap Bersinergi untuk Pemberdayaan Ekonomi Rakyat  

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:49 WIB

DPRD Demak Gelar Paripurna ke-33, Enam Fraksi Sampaikan Pandangan Umum Raperda APBD 2027  

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:13 WIB

Ketika Penyidik Dengan Jaksa Penuntut Umum Kejari Semarang Sependapat, Terlapor Menjadi Tersangka Dan Perkara P21  

Senin, 5 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Pengurus SMSI Jawa Tengah Periode 2026-2030 Resmi Dilantik di Demak

Berita Terbaru

Tak Berkategori

Bank BKK Purwodadi Sampaikan Ucapan Selamat Hari Santri Nasional 2026

Kamis, 22 Okt 2026 - 11:16 WIB