Galian C Ilegal Desa Perjuangan Minta Kapolda Sumut Tutup Dan Tangkap Pelakunya

- Jurnalis

Sabtu, 15 November 2025 - 13:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MIM, SUMATRA UTARA, 15 NOVEMBER 2025

Batu Bara – Mediaindonesiamaju.com

Kegiatan galian C penambangan liar yang berlokasi di Desa Perjuangan Kecamatan Sei Balai Kabupaten Batu Bara provinsi Sumatera Utara, diduga tidak berizin , seperti pemiliknya kebal hukum, terbukti sudah dimedsos kan, diberitakan, namun hingga sekarang masih tetap beroperasi, diduga ada oknum APH yang membekingi.

 

Kegiatan galian C tersebut nampak berjalan lancar, sepertinya pengusaha tutup mata tutup telinga dan merasa kebal hukum, karena merasa ada bekingan yang diduga oknum APH. Kamis,13/11/2025.

 

Saat dikonfirmasi salah seorang yang mengaku bermarga Siagian sekaligus pengutip uang penjualan tanah hasil galian C kepada supir truk mengatakan bahwa “ada 5 orang polisi yang barusan datang, saya Kasikan Rp.100.000,- mereka ambil tidak apa-apa” ucap yang mengaku bermarga Siagian tersebut.kamis,13/11/2025 sekitar pukul 14’30 wib.

 

Media menduga oknum pengusaha galian C memiliki bekingan yang diduga oknum APH,sehingga nekat terus beroperasi dengan merasa aman tidak ada rasa cemas sedikitpun, karena dibelakang usahanya tersebut ada backing oknum APH yang ikut bermain.

 

Terlihat nampak di mata, dampak dari usahanya itu, teramat sangat merusak ekosistem lahan pertanian, lingkungan, akses jalan dan merugikan pengguna jalan disaat musim penghujan begitu sangat membahayakan.

Baca Juga :  Satu anggota Polri yang menjadi korban serangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Wamena

 

Diduga galian tersebut belum mengantongi izin penambangan dari Dinas Energi Sumber Daya Manusia (E SDM), namun kenyataan malah semakin nekat tidak perduli atas dampaknya, demi meraup keuntungan pribadi.

 

Ironisnya pemilik galian C ini masa bodoh dengan peraturan dan seakan tak mengenal hukum serta Undang undang yang telah diterapkan. Sehingga dengan leluasa membuka galian meskipun tanpa mengantongi perijinan terlebih dahulu.

 

Meskipun menjadi sorotan masyarakat mulai dari pengapnya debu yang mencemari lingkungan dari bisingnya armada pengangkut tanah yang setiap hari hilir mudik yang membuat jalan rusak, becek dan licin disaat musim hujan , namun penambangan galian C yang diduga tidak berizin alias Ilegal ini tetap melenggang beroperasi sepertinya kebal hukum dan mungkin merasa di belakangnya ada backing.

 

Menurut Ketua LSM MITRA Alaiaro Nduru yg juga ketua FORWAKUM TIPIKOR mengatakan bahwa Berdasarkan Pasal 158 Undang Undang No 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara disebutkan, setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa Izin Usaha Pertambangan (IUP), Izin Pertambangan Rakyat (IPR) atau Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp sepuluh meliyar

Baca Juga :  Peredaran Pil Terlarang Marak di Karangdadap, Warung Kelontong Diduga Jadi Kedok, Aparat Tutup Mata?

 

Lanjutnya,Selain izin IUP dan IPR, pengelola juga harus memiliki izin khusus penjualan dan pengangkutan sesuai Pasal 161 Undang Undang No 4 Tahun 2009, jelasnya.

 

Saat awak media investigasi Kamis 13 November 2025 cara tidak disengaja bertemu dengan tokoh masyarakat setempat , Dan toko Masyarakat tersebut enggan namanya dipublikasikan, Saat dimintai keterangan juga mengatakan, “kegitan ini sudah berlangsung berapa Minggu yang lalu dengan menggunakan alat berat jenis Excavator dan saya belum pernah melihat izinnya,”ucapnya.

 

Selanjutnya, Ia juga berharap, Agar Kapolda Sumut ambil tindakan. Dan juga aparat penegak hukum (APH) setempat seperti polres Batu Bara untuk menindak tegas kegiatan tanpa ijin ini sesuai dengan Undang Undang yang berlaku,agar tidak merasa kebal hukum dengan adanya backing,tutupnya.

( Tim )

Berita Terkait

Dugaan Job Fiktif PMI Jepang Diselidiki, Sejumlah LPK dan Rantai Penempatan Jadi Sorotan  
LPER Cabang Semarang Raya Resmi Terima SK Kepengurusan Periode 2026–2031, Siap Bersinergi untuk Pemberdayaan Ekonomi Rakyat  
DPRD Demak Gelar Paripurna ke-33, Enam Fraksi Sampaikan Pandangan Umum Raperda APBD 2027  
Ketika Penyidik Dengan Jaksa Penuntut Umum Kejari Semarang Sependapat, Terlapor Menjadi Tersangka Dan Perkara P21  
Pengurus SMSI Jawa Tengah Periode 2026-2030 Resmi Dilantik di Demak
Audiensi Forrbes Memanas, Massa Walk Out Tuntut Bupati Jelaskan Polemik KUA-PPAS 2027
John L. Situmorang Soroti Rencana Eksekusi Rumah Klien, Minta PN Semarang Menunda  
Ketua Umum FORWAKUM TIPIKOR Mulai Soroti Disdik Batu Bara, Diduga Jadi Objek Bisnis Meraup Keuntungan   

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Dugaan Job Fiktif PMI Jepang Diselidiki, Sejumlah LPK dan Rantai Penempatan Jadi Sorotan  

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:08 WIB

LPER Cabang Semarang Raya Resmi Terima SK Kepengurusan Periode 2026–2031, Siap Bersinergi untuk Pemberdayaan Ekonomi Rakyat  

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:49 WIB

DPRD Demak Gelar Paripurna ke-33, Enam Fraksi Sampaikan Pandangan Umum Raperda APBD 2027  

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:13 WIB

Ketika Penyidik Dengan Jaksa Penuntut Umum Kejari Semarang Sependapat, Terlapor Menjadi Tersangka Dan Perkara P21  

Senin, 5 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Pengurus SMSI Jawa Tengah Periode 2026-2030 Resmi Dilantik di Demak

Berita Terbaru

Tak Berkategori

Bank BKK Purwodadi Sampaikan Ucapan Selamat Hari Santri Nasional 2026

Kamis, 22 Okt 2026 - 11:16 WIB