Diduga Abaikan Prosedur Pengelolaan FABA, PT Berkah Rahayu Indonesia Didesak Bertanggung Jawab  

- Jurnalis

Jumat, 12 Desember 2025 - 17:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MIM, JAWA TENGAH, 12 DESEMBER 2025

SRAGEN, — Mediaindonesiamaju.com Dugaan pelanggaran pengelolaan limbah kembali mencuat di Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen. Tumpukan material abu kehitaman yang diduga merupakan limbah batu bara (Fly Ash dan Bottom Ash/FABA) milik PT Berkah Rahayu Indonesia terlihat menumpuk bebas di area Kebayanan 3, Desa Slogo, dan memicu keresahan warga. Foto yang beredar pada Jumat (10/12/2025) memperlihatkan tumpukan limbah berada di ruang terbuka tanpa pengamanan, memunculkan dugaan praktik penjualan atau pembuangan limbah yang tidak sesuai ketentuan lingkungan hidup.

Warga menyatakan limbah FABA tersebut semestinya dikelola melalui mekanisme berizin dan dimanfaatkan untuk produk konstruksi, bukan justru ditimbun sembarangan.

“Harusnya limbah batu bara tersebut diolah kembali, bukan dijual sembarangan,” ungkap salah satu warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Baca Juga :  Tanaman Ulang Tahun 2024 Milik PTPN IV Reg 2 Unit Tinjowan Diduga Berbau KKN

 

—

 

Pengelolaan FABA Tetap Wajib Ikuti Standar Ketat

 

Meski FABA telah dikeluarkan dari kategori Limbah B3 melalui PP 22/2021 dan Permen LHK No. 19/2021, pengelolaannya tetap wajib mengikuti prosedur yang jelas. Penghasil limbah diwajibkan melakukan penyimpanan, pengangkutan, pemanfaatan, hingga pelaporan pergerakan limbah secara resmi.

 

Beberapa dugaan pelanggaran yang disorot warga meliputi:

 

Penyimpanan Tidak Sesuai Aturan:

Tumpukan limbah dibiarkan di ruang terbuka tanpa lantai kedap air dan tanpa perlindungan cuaca, yang melanggar standar penyimpanan limbah Non-B3 terdaftar.

 

Penyerahan atau Penjualan Tanpa Prosedur:

Jika limbah FABA dijual atau diserahkan tanpa keterlibatan pihak pemanfaat/pengumpul berizin, maka tindakan tersebut berpotensi melanggar hukum lingkungan.

 

 

Hal ini menjadi sorotan khusus mengingat PT Berkah Rahayu Indonesia memiliki profil sebagai perusahaan pengelola limbah berbahaya. Warga mempertanyakan konsistensi perusahaan dalam menjalankan standar operasional sesuai izin dan regulasi.

Baca Juga :  Usai Ganti Kehilangan, Budi Minta Polsek Semarang Selatan Ungkap Kasus Pencurian di Pasar Peterongan  

 

DLH dan KLHK Diminta Turun Tangan

 

Masyarakat Tanon mendesak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sragen, DLH Provinsi Jawa Tengah, dan KLHK untuk melakukan investigasi menyeluruh. Pemeriksaan diminta fokus pada:

 

Status perizinan PT Berkah Rahayu Indonesia, termasuk izin pengelolaan, pengangkutan, atau pemanfaatan limbah.

 

Asal-usul dan tujuan limbah FABA yang ditumpuk di area publik tersebut.

 

Kepatuhan perusahaan terhadap standar teknis pengelolaan limbah Non-B3 terdaftar.

 

 

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Berkah Rahayu Indonesia belum memberikan pernyataan resmi terkait temuan di lapangan maupun dugaan pelanggaran prosedur yang disorot publik.

 

 

(Tim)

Berita Terkait

Dugaan Job Fiktif PMI Jepang Diselidiki, Sejumlah LPK dan Rantai Penempatan Jadi Sorotan  
LPER Cabang Semarang Raya Resmi Terima SK Kepengurusan Periode 2026–2031, Siap Bersinergi untuk Pemberdayaan Ekonomi Rakyat  
DPRD Demak Gelar Paripurna ke-33, Enam Fraksi Sampaikan Pandangan Umum Raperda APBD 2027  
Ketika Penyidik Dengan Jaksa Penuntut Umum Kejari Semarang Sependapat, Terlapor Menjadi Tersangka Dan Perkara P21  
Pengurus SMSI Jawa Tengah Periode 2026-2030 Resmi Dilantik di Demak
Audiensi Forrbes Memanas, Massa Walk Out Tuntut Bupati Jelaskan Polemik KUA-PPAS 2027
John L. Situmorang Soroti Rencana Eksekusi Rumah Klien, Minta PN Semarang Menunda  
Ketua Umum FORWAKUM TIPIKOR Mulai Soroti Disdik Batu Bara, Diduga Jadi Objek Bisnis Meraup Keuntungan   

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Dugaan Job Fiktif PMI Jepang Diselidiki, Sejumlah LPK dan Rantai Penempatan Jadi Sorotan  

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:08 WIB

LPER Cabang Semarang Raya Resmi Terima SK Kepengurusan Periode 2026–2031, Siap Bersinergi untuk Pemberdayaan Ekonomi Rakyat  

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:49 WIB

DPRD Demak Gelar Paripurna ke-33, Enam Fraksi Sampaikan Pandangan Umum Raperda APBD 2027  

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:13 WIB

Ketika Penyidik Dengan Jaksa Penuntut Umum Kejari Semarang Sependapat, Terlapor Menjadi Tersangka Dan Perkara P21  

Senin, 5 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Pengurus SMSI Jawa Tengah Periode 2026-2030 Resmi Dilantik di Demak

Berita Terbaru

Tak Berkategori

Bank BKK Purwodadi Sampaikan Ucapan Selamat Hari Santri Nasional 2026

Kamis, 22 Okt 2026 - 11:16 WIB