Harimau Semarang Zoo Tersisa 4 Ekor, Publik Pertanyakan Transparansi dan Tanggung Jawab Pengelola

- Jurnalis

Selasa, 9 Desember 2025 - 14:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MIM, JAWA TENGAH, 9 DESEMBER 2025

SEMARANG – Mediaindonesiamaju.com Dugaan kejanggalan dalam pengelolaan koleksi satwa di Semarang Zoo kembali mencuat setelah muncul informasi bahwa jumlah harimau di kebun binatang tersebut menyusut drastis. Dari sebelumnya tercatat 10 ekor, kini hanya tersisa 4 ekor. Publik mempertanyakan ke mana enam harimau lainnya dan seperti apa pengelolaan aset satwa yang seharusnya dilindungi tersebut.

 

Pertanyaan itu pertama kali mengemuka di ruang publik melalui berbagai unggahan warganet yang menyoroti hilangnya satwa tanpa penjelasan resmi. Dugaan adanya penjualan satwa atau pemindahan tanpa publikasi mulai ramai dibicarakan. Namun sampai saat ini, pihak pengelola belum memberikan keterangan yang dianggap memadai.

 

 

 

Publik Desak Transparansi Pengelolaan BUMD

 

Isu ini ikut menyeret kredibilitas Semarang Zoo sebagai BUMD serta efektivitas fungsi pengawasan dari DPRD Kota Semarang. Salah satu yang menjadi sorotan adalah peran Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang dalam melakukan pengawasan terhadap operasional BUMD tersebut.

Baca Juga :  Marak Perjudian Togel Darat di Demak, Cemarkan Julukan Kota Wali

 

Publik menilai bahwa hilangnya satwa bukan isu sepele, tetapi mengindikasikan potensi ketidakteraturan dalam tata kelola BUMD. Bila ada keputusan yang tidak sinkron, kebijakan yang janggal, atau pengawasan yang dianggap mandul, masyarakat berhak mengetahui siapa yang bertanggung jawab.

 

 

 

Jelang RUPS BUMD, Integritas Wali Kota Diuji

 

Tanggal 11 Desember 2025 menjadi momentum penting karena seluruh BUMD Kota Semarang akan menggelar RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham). Dalam agenda tahunan tersebut, publik menunggu keputusan Wali Kota terkait pemilihan direksi baru.

 

Pertanyaan besar pun muncul:

 

Apakah Wali Kota berani menunjuk direksi yang benar-benar profesional?

 

Atau justru mengulang pola lama, di mana BUMD hanya menjadi tempat “titipan”, bukan lembaga strategis yang menopang Pendapatan Asli Daerah (PAD)?

 

 

Harapan masyarakat jelas: BUMD harus memberikan manfaat, bukan menjadi beban anggaran.

 

“Warga Semarang ingin BUMD yang bekerja, bukan yang sekadar hidup. BUMD yang menambah PAD, bukan menambah masalah,” ujar salah satu aktivis pemerhati kebijakan publik.

Baca Juga :  Bupati Simalungun Lakukan Wisuda Bagi Peserta Sekolah Lansia Tangguh Nagori Siantar Estate Kecamatan Siantar Standard 1

 

 

Kekhawatiran Publik: Kalau Satwa Saja Hilang, Bagaimana Uang Rakyat?

 

Kasus hilangnya harimau tanpa penjelasan resmi ini dianggap sebagai alarm bagi pemerintah daerah untuk mengevaluasi total pengelolaan BUMD. Satwa merupakan aset bernilai tinggi, baik secara finansial maupun konservasi. Kehilangannya tanpa dokumentasi jelas menimbulkan preseden buruk.

 

Masyarakat menuntut:

 

Audit terbuka terhadap Semarang Zoo

 

Penjelasan resmi mengenai keberadaan keenam harimau yang hilang

 

Penguatan fungsi pengawasan DPRD

 

Profesionalisasi tata kelola BUMD

 

 

Publik menegaskan, jika hewan saja bisa “hilang” dari kebun binatang tanpa laporan yang transparan, bagaimana dengan pengelolaan uang rakyat?

 

Hingga berita ini diturunkan, tim media Indonesia maju masih berupaya mendapatkan klarifikasi resmi dari pihak Semarang Zoo dan Pemerintah Kota Semarang.

 

 

Rep : Ima W

Berita Terkait

Dugaan Job Fiktif PMI Jepang Diselidiki, Sejumlah LPK dan Rantai Penempatan Jadi Sorotan  
LPER Cabang Semarang Raya Resmi Terima SK Kepengurusan Periode 2026–2031, Siap Bersinergi untuk Pemberdayaan Ekonomi Rakyat  
DPRD Demak Gelar Paripurna ke-33, Enam Fraksi Sampaikan Pandangan Umum Raperda APBD 2027  
Ketika Penyidik Dengan Jaksa Penuntut Umum Kejari Semarang Sependapat, Terlapor Menjadi Tersangka Dan Perkara P21  
Pengurus SMSI Jawa Tengah Periode 2026-2030 Resmi Dilantik di Demak
Audiensi Forrbes Memanas, Massa Walk Out Tuntut Bupati Jelaskan Polemik KUA-PPAS 2027
John L. Situmorang Soroti Rencana Eksekusi Rumah Klien, Minta PN Semarang Menunda  
Ketua Umum FORWAKUM TIPIKOR Mulai Soroti Disdik Batu Bara, Diduga Jadi Objek Bisnis Meraup Keuntungan   

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Dugaan Job Fiktif PMI Jepang Diselidiki, Sejumlah LPK dan Rantai Penempatan Jadi Sorotan  

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:08 WIB

LPER Cabang Semarang Raya Resmi Terima SK Kepengurusan Periode 2026–2031, Siap Bersinergi untuk Pemberdayaan Ekonomi Rakyat  

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:49 WIB

DPRD Demak Gelar Paripurna ke-33, Enam Fraksi Sampaikan Pandangan Umum Raperda APBD 2027  

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:13 WIB

Ketika Penyidik Dengan Jaksa Penuntut Umum Kejari Semarang Sependapat, Terlapor Menjadi Tersangka Dan Perkara P21  

Senin, 5 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Pengurus SMSI Jawa Tengah Periode 2026-2030 Resmi Dilantik di Demak

Berita Terbaru

Tak Berkategori

Bank BKK Purwodadi Sampaikan Ucapan Selamat Hari Santri Nasional 2026

Kamis, 22 Okt 2026 - 11:16 WIB