MIM,Jawa Tengah 09 Juli 2025
Demak ,Mediaindonesiamaju.com– Kelompok Tani Karya Tani di Desa Gedangalas, Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak, tengah menjadi perhatian publik setelah mencuat dugaan pengelolaan keuangan secara sepihak oleh sang ketua, Siti Yulianti. Selama tiga tahun terakhir, hasil dari kegiatan kombinasi pertanian (kombin) diduga dikelola secara pribadi oleh ketua tanpa melibatkan pengurus lain seperti bendahara dan sekretaris.
Informasi ini terungkap dari pengakuan salah satu anggota kelompok yang enggan disebutkan namanya. Ia menyatakan bahwa posisi bendahara dan sekretaris selama ini hanya bersifat formalitas belaka. “Tidak pernah diajak rapat, tidak dilibatkan dalam pengelolaan dana. Kami hanya tahu hasil panen, tapi soal uang, semua dipegang ketua,” ujarnya.
Saat dimintai konfirmasi, Ketua Kelompok Tani, Siti Yulianti, membenarkan bahwa seluruh urusan keuangan kelompok memang ia tangani sendiri selama tiga tahun terakhir. Menurutnya, hal tersebut dilakukan karena bendahara kelompok tidak aktif dan sulit dihubungi. “Bukan saya ambil alih begitu saja, tapi karena bendahara sibuk dan tidak bisa menjalankan tugas,” jelasnya.
Namun, penjelasan itu justru menuai kritik dari sejumlah anggota. Mereka menilai alasan tersebut tidak cukup untuk membenarkan tindakan pengelolaan sepihak. “Kalau memang tidak bisa menjalankan tugas, seharusnya ada musyawarah dan penggantian, bukan malah dijalankan sendiri tanpa kontrol,” ujar salah seorang anggota.
Kasus ini menimbulkan keprihatinan mendalam terkait prinsip transparansi dan tata kelola organisasi yang seharusnya menjadi fondasi dalam lembaga kelompok tani, apalagi yang menerima dukungan dari pemerintah.
Sejumlah warga dan anggota kelompok mendesak agar pemerintah desa serta Dinas Pertanian Kabupaten Demak segera turun tangan melakukan pembinaan dan audit terhadap pengelolaan dana kelompok tani tersebut. Tak sedikit pula yang menyebut perlunya langkah hukum jika terbukti terjadi penyalahgunaan wewenang dan anggaran.
“Kami ingin kejelasan dan keadilan. Kelompok tani seharusnya dikelola bersama, bukan dikuasai segelintir orang,” tutup salah seorang anggota dengan nada kecewa.
Rep_Fq