MIM,Jawa Tengah 03 Maret 2025
Jakarta,Mediaindonesiamaju.com – Industri tekstil nasional tengah menghadapi krisis besar. Puluhan perusahaan tekstil di Indonesia gulung tikar, sementara ribuan pekerja terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Data terbaru menunjukkan bahwa lebih dari 60 perusahaan tekstil mengalami kesulitan, dengan ribuan tenaga kerja dirumahkan atau kehilangan pekerjaan.
Beberapa nama besar di industri tekstil seperti PT Adetex, Agungtex Group, PT Alenatex, PT Apac Inti Corpora, PT Argo Pantes Bekasi, hingga PT Sritex terpaksa melakukan pengurangan tenaga kerja hingga penghentian operasional. Total pekerja yang terdampak telah mencapai puluhan ribu, menandai salah satu gelombang PHK terbesar dalam sejarah sektor tekstil Indonesia.
Regulasi yang Dinilai Merugikan Industri Lokal
Salah satu faktor yang dituding memperburuk kondisi ini adalah kebijakan pemerintah, terutama penerbitan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 8 Tahun 2024. Regulasi ini bertujuan untuk mengatasi kendala dalam persetujuan impor, namun justru dinilai oleh banyak pihak sebagai pemicu utama derasnya masuknya produk tekstil impor ke pasar domestik.
Dampak kebijakan ini semakin terasa dengan membanjirnya produk impor yang lebih murah, membuat produsen lokal kesulitan bersaing. Akibatnya, banyak perusahaan tekstil di Tanah Air terpaksa menutup pabrik dan melakukan PHK massal.
Gelombang Kebangkrutan dan Ancaman bagi Ekonomi Nasional
Gelombang PHK massal ini tidak hanya berdampak pada pekerja, tetapi juga berpotensi mengguncang perekonomian nasional. Industri tekstil selama ini menjadi salah satu sektor strategis yang menyerap jutaan tenaga kerja. Dengan semakin banyaknya pabrik yang berhenti beroperasi, ancaman terhadap daya beli masyarakat dan meningkatnya angka pengangguran menjadi hal yang tak terhindarkan.
Pelaku industri meminta pemerintah segera meninjau ulang kebijakan ini agar sektor tekstil lokal bisa kembali bersaing. Jika tidak ada langkah konkret, dikhawatirkan gelombang PHK akan terus meluas, memperburuk kondisi ekonomi nasional.
Rep_Latif