MIM, JAWA TENGAH, 08 JANUARI 2025
Semarang – Mediaindonesiamaju.com Kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menjadi sorotan tajam. Kali ini kritik keras datang dari BPI KPNPA RI (Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia) DPD Jawa Tengah.
Ketua BPI KPNPA RI DPD Jawa Tengah, M. Mahfud, SH., MH., menilai KPK saat ini kehilangan tajinya dalam menangani perkara-perkara besar yang menyangkut elite kekuasaan dan pengelolaan anggaran negara.
“KPK seperti masuk angin, diam, lamban, dan seolah tak berdaya ketika berhadapan dengan kasus besar. Sementara di sisi lain, Kejaksaan justru tampil garang dan berani,” tegas Mahfud dalam keterangannya.
Menurut Mahfud, kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Lembaga yang dulu dikenal sebagai simbol perlawanan terhadap korupsi kini dinilai lebih sering senyap dibanding bertindak nyata.
Ia menyoroti sejumlah perkara strategis yang dinilai publik mandek tanpa kejelasan, sementara Kejaksaan Agung justru tampil agresif membongkar kasus-kasus besar dengan nilai kerugian negara fantastis.
“Ini ironi penegakan hukum. Jaksa menunjukkan taring, sementara KPK terkesan ragu, bahkan seperti kehilangan arah,” lanjutnya.
BPI KPNPA RI Jawa Tengah juga mengingatkan bahwa kepercayaan publik terhadap KPK tidak boleh terus dibiarkan tergerus.
Jika kondisi ini berlarut-larut, maka legitimasi moral lembaga antirasuah itu dikhawatirkan akan runtuh dengan sendirinya.
Mahfud mendesak KPK untuk segera berbenah, keluar dari zona nyaman, dan kembali pada khittah awal sebagai lembaga independen yang berani, tegas, dan tidak tebang pilih.
“Jika KPK tidak mampu lagi menjawab harapan rakyat, maka sejarah akan mencatat bahwa lembaga ini runtuh bukan karena diserang, tetapi karena kehilangan keberanian,” pungkasnya.
Rep : Latif










