Aksi Tumpah Tebu di Depan PG GMM Tetap Digelar 1 Juni 2026, Petani Soroti Krisis Industri Gula  

- Jurnalis

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BLORA — Mediaindonesiamaju.com Rencana aksi “Tumpah Tebu” yang akan digelar di depan PG GMM Todanan pada 1 Juni 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai agenda.

 

Massa aksi menegaskan kegiatan tersebut merupakan bentuk penyampaian pendapat di muka umum yang dijamin konstitusi serta bagian dari hak demokratis warga negara.

 

Koordinator aksi, Exy Wijaya, menyampaikan bahwa koordinasi pelaksanaan kegiatan telah dilakukan bersama jajaran kepolisian dan unsur TNI di Polres Blora guna memastikan aksi berlangsung aman dan kondusif.

 

Dalam pertemuan tersebut, aparat kepolisian disebut menyatakan kesiapan melakukan pengamanan selama jalannya aksi. Selain itu, kepolisian juga disebut siap membantu pengawalan distribusi tebu milik petani menuju sejumlah pabrik gula di luar Kabupaten Blora agar hasil panen tidak mengalami kerugian lebih besar di tengah situasi krisis yang dihadapi petani.

 

Pihak koordinator aksi menegaskan bahwa mekanisme penyampaian pendapat di muka umum tidak memerlukan izin dari kepolisian, melainkan cukup pemberitahuan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.

Baca Juga :  Jalin Silahturahmi Dengan Media, Kalapas Kelas IIA Labuhan Ruku Gelar Coffee Morning Dengan Insan Pers  

 

Aksi yang akan dipusatkan di depan pabrik gula tersebut rencananya diisi berbagai kegiatan rakyat, mulai dari mimbar bebas petani, orasi kerakyatan, pembacaan tuntutan, teatrikal sosial, hingga aksi simbolik tumpah tebu sebagai bentuk protes terhadap kondisi yang dialami petani tebu di Blora.

 

Menurut massa aksi, kegiatan itu menjadi ruang penyampaian aspirasi rakyat terkait persoalan agraria, tata kelola industri gula, hingga nasib petani kecil yang dinilai semakin tertekan akibat krisis industri.

 

Massa juga menyoroti persoalan tata kelola industri gula di PG GMM yang dianggap berdampak langsung terhadap kehidupan petani. Mereka menilai rakyat kecil tidak seharusnya menjadi pihak yang paling dirugikan akibat persoalan manajemen perusahaan, utang industri, maupun kebijakan yang dinilai tidak transparan.

Baca Juga :  EKW (41th) Alias Emping, Warga Desa Ngraji Tersangka Penggelapan BPKB, Kini Di Resmi di tahan Polres Grobogan

 

“Petani sejak awal menanam dan menjaga produksi, tetapi ketika krisis terjadi justru petani yang pertama merasakan dampaknya,” Ungkapnya, Jumat (29/5/2026).

 

Tanggal 1 Juni dipilih bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila. Massa aksi menilai momentum tersebut memiliki makna historis dan moral karena merujuk pada pidato Ir. Soekarno pada 1 Juni 1945 yang menekankan pentingnya keadilan sosial dan keberpihakan kepada rakyat kecil.

 

Sementara itu, panitia aksi juga menyinggung gagasan “kaum Marhaen” yang diperkenalkan Soekarno sebagai simbol perjuangan petani, buruh, dan wong cilik agar terbebas dari tekanan ekonomi dan ketidakadilan sosial.

 

Aksi Tumpah Tebu disebut akan tetap dilaksanakan secara damai dan tertib dengan mengedepankan solidaritas rakyat dalam memperjuangkan nasib petani tebu di Kabupaten Blora.

 

Rep : Gus E

Berita Terkait

Kepala MTsN 1 Grobogan H. Sudarmanto Raih Dua Penghargaan dari Kementerian Keuangan RI
SMSI-RRI Bersatu Lawan Hoaks, Perkuat Kompetensi dan Informasi Pembangunan
LIVE VIDEO VIRAL! Hariyanto alias Heri Sweke Hina Wakil Presiden Gibran dan Partai PSI, Sejumlah Tokoh Siap Melapor
Perjuangkan Kesetaraan HPN, Firdaus Diberhentikan PWI; Makali Kumar Soroti Monopoli Penyelenggaraan
Bank BKK Purwodadi Sampaikan Ucapan Selamat Hari Santri Nasional 2026
​Bongkar Dugaan Praktik Injeksi Pemutih Ilegal Oknum Bhayangkari Polres Demak: Menantang Hukum, Mengancam Jiwa
EKW (41th) Alias Emping, Warga Desa Ngraji Tersangka Penggelapan BPKB, Kini Di Resmi di tahan Polres Grobogan
MTsN 1 Grobogan Gelar Peringatan Hari Santri Nasional 2026 dan Harlah ke-35, Berlangsung 22–24 Oktober

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:22 WIB

Kepala MTsN 1 Grobogan H. Sudarmanto Raih Dua Penghargaan dari Kementerian Keuangan RI

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:47 WIB

SMSI-RRI Bersatu Lawan Hoaks, Perkuat Kompetensi dan Informasi Pembangunan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:24 WIB

LIVE VIDEO VIRAL! Hariyanto alias Heri Sweke Hina Wakil Presiden Gibran dan Partai PSI, Sejumlah Tokoh Siap Melapor

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:54 WIB

Perjuangkan Kesetaraan HPN, Firdaus Diberhentikan PWI; Makali Kumar Soroti Monopoli Penyelenggaraan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Bank BKK Purwodadi Sampaikan Ucapan Selamat Hari Santri Nasional 2026

Berita Terbaru

Tak Berkategori

Bank BKK Purwodadi Sampaikan Ucapan Selamat Hari Santri Nasional 2026

Kamis, 22 Okt 2026 - 11:16 WIB