Puluhan Hektar Tanaman Padi Kering, Petani Purwo Dadi Terancam Gagal Panen Musim Gadu  

- Jurnalis

Sabtu, 11 Juli 2026 - 13:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNG SELATAN – Mediaindonesiamaju.com  Dampak musim kemarau yang terus berlanjut kini mulai dirasakan berat oleh para petani di Dusun Sinar Mulya, Desa Purwo Dadi, Kecamatan Way Sulan, Kabupaten Lampung Selatan. Puluhan hektar lahan persawahan tanaman padi musim tanam kedua atau musim gadu mulai mengalami kekeringan parah, yang mengancam kegagalan panen.

Saat dikonfirmasi di lokasi pada Saptu (11/7/2026), Jamal (40), salah satu petani setempat, menyampaikan kekhawatirannya. Ia menjelaskan bahwa hujan belum turun di wilayahnya selama hampir dua bulan terakhir.

 

“Akibat hujan yang tak kunjung turun, tanaman padi di sawah saya mulai kekeringan. Jika dalam dua minggu ke depan belum ada hujan, sudah dipastikan kami petani akan mengalami gagal panen. Ini bukan hanya saya, tapi hampir seluruh areal persawahan di lingkungan ini sudah mulai kering semua,” ujar Jamal.

Baca Juga :  Diduga Terjadi Pelecehan Verbal dan Pelecehan Fisik oleh Oknum Guru di SMA 1 Semandung, Kabupaten Pekalongan

Lebih jauh ia menjelaskan, sistem pengairan di wilayahnya sepenuhnya bergantung pada air hujan. Petani tidak memiliki akses irigasi lain, bahkan tidak mampu membangun sumur bor karena keterbatasan modal. Sementara itu, waduk penampung air atau embung yang ada justru tidak berfungsi dan mangkrak, sehingga tidak bisa dimanfaatkan untuk pengairan.

Baca Juga :  Di Duga Menejer Kebun Bukit Lima Terima Suap Dari Pemborong Tanaman Ulang, Hingga Menjadi Sorotan Publik

 

Melihat kondisi yang semakin memprihatinkan, Jamal memohon kepada Dinas Pertanian untuk segera turun tangan memberikan solusi.

 

“Kami meminta pihak dinas pertanian memberikan bantuan terbaik bagi kami petani, minimal berupa bantuan sumur bor di areal persawahan ini agar tanaman kami bisa terselamatkan,” harapnya.

 

Kekhawatiran senada disampaikan oleh Edi (50), petani lain yang juga merasakan dampak buruk kemarau. Ia menegaskan tanaman padinya kini layu dan kering, serta turut berharap pemerintah segera memberikan bantuan sumur bor demi menyelamatkan sisa tanaman mereka.

 

Rep : Yoyon

Berita Terkait

SMSI-RRI Bersatu Lawan Hoaks, Perkuat Kompetensi dan Informasi Pembangunan
LIVE VIDEO VIRAL! Hariyanto alias Heri Sweke Hina Wakil Presiden Gibran dan Partai PSI, Sejumlah Tokoh Siap Melapor
Perjuangkan Kesetaraan HPN, Firdaus Diberhentikan PWI; Makali Kumar Soroti Monopoli Penyelenggaraan
Bank BKK Purwodadi Sampaikan Ucapan Selamat Hari Santri Nasional 2026
​Bongkar Dugaan Praktik Injeksi Pemutih Ilegal Oknum Bhayangkari Polres Demak: Menantang Hukum, Mengancam Jiwa
EKW (41th) Alias Emping, Warga Desa Ngraji Tersangka Penggelapan BPKB, Kini Di Resmi di tahan Polres Grobogan
MTsN 1 Grobogan Gelar Peringatan Hari Santri Nasional 2026 dan Harlah ke-35, Berlangsung 22–24 Oktober
SMPN 2 Wirosari Gelar Pemilihan Ketua OSIS, Tanamkan Nilai Demokrasi Sejak Dini

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:47 WIB

SMSI-RRI Bersatu Lawan Hoaks, Perkuat Kompetensi dan Informasi Pembangunan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:24 WIB

LIVE VIDEO VIRAL! Hariyanto alias Heri Sweke Hina Wakil Presiden Gibran dan Partai PSI, Sejumlah Tokoh Siap Melapor

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:54 WIB

Perjuangkan Kesetaraan HPN, Firdaus Diberhentikan PWI; Makali Kumar Soroti Monopoli Penyelenggaraan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Bank BKK Purwodadi Sampaikan Ucapan Selamat Hari Santri Nasional 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:56 WIB

​Bongkar Dugaan Praktik Injeksi Pemutih Ilegal Oknum Bhayangkari Polres Demak: Menantang Hukum, Mengancam Jiwa

Berita Terbaru

Tak Berkategori

Bank BKK Purwodadi Sampaikan Ucapan Selamat Hari Santri Nasional 2026

Kamis, 22 Okt 2026 - 11:16 WIB