Diduga Terjadi Pelecehan Verbal dan Pelecehan Fisik oleh Oknum Guru di SMA 1 Semandung, Kabupaten Pekalongan

- Jurnalis

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MIM, Jawa Tengah 29 Juli 2026

Kabupaten Pekalongan – Dugaan tindakan pelecehan verbal hingga pelecehan fisik yang diduga dilakukan oleh dua oknum guru terhadap sejumlah siswi mencuat di salah satu sekolah menengah atas di Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejumlah siswi mengaku menjadi korban dugaan pelecehan verbal berupa ucapan yang bernuansa seksual. Korban menyebut oknum guru diduga beberapa kali melontarkan perkataan seperti “kamu semok” dan “kamu cantik” dengan cara yang dinilai tidak pantas sehingga membuat mereka merasa tidak nyaman.

Selain dugaan pelecehan verbal, beberapa siswi juga mengaku mengalami dugaan tindakan fisik yang tidak semestinya. Mereka mengaku pernah dirangkul bahkan diduga diraba oleh oknum guru saat berada di lingkungan sekolah maupun ketika kegiatan belajar mengajar berlangsung.

Menurut keterangan yang diperoleh, dugaan peristiwa tersebut disebut telah berlangsung dalam kurun waktu tertentu. Akibatnya, sejumlah siswi mengaku mengalami ketakutan, merasa tidak nyaman mengikuti pelajaran yang diajarkan oleh oknum guru tersebut, bahkan memilih menghindari ketika berpapasan dengan yang bersangkutan.

Baca Juga :  Tamparan Keras Buat Bupati Simalungun, Penggelapan Dana BUMNAG Hingga Penyelewengan Beras Bantuan Merajalela di Kecamatan Ujung Padang

Informasi yang diterima menyebutkan bahwa korban diduga tidak hanya satu atau dua orang. Bahkan, jumlah siswi yang mengaku mengalami dugaan pelecehan verbal maupun dugaan pelecehan fisik disebut mencapai lebih dari sepuluh orang. Dua oknum guru yang disebut dalam pengaduan tersebut berinisial I dan Y, yang mengajar mata pelajaran Seni Musik dan Pendidikan Jasmani.

Sejumlah korban bersama orang tua mereka dikabarkan telah menyampaikan pengaduan kepada pihak sekolah. Menindaklanjuti laporan tersebut, kepala sekolah disebut telah mengundang orang tua para siswi untuk melakukan pertemuan guna membahas penanganan kasus.

Dalam pertemuan tersebut, kepala sekolah menyampaikan bahwa kedua oknum guru akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku di lingkungan sekolah serta akan dilaporkan kepada Kepala Dinas Pendidikan untuk proses lebih lanjut.

Sebagai langkah sementara, pihak sekolah disebut telah menonaktifkan kedua oknum guru dari kegiatan mengajar. Keduanya hanya diwajibkan hadir untuk melakukan absensi sambil menunggu proses penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga :  Camat Way Sulan Lakukan Peletakan Coran Pertama, Jalan Tani Desa Banjarsari yang Tertunda 20 Tahun Kini Mulai Dibangun  

Media Indonesia Maju juga telah berupaya meminta klarifikasi kepada pihak sekolah. Berdasarkan keterangan tiga guru yang mengajar di sekolah tersebut, kedua oknum guru berinisial I dan Y saat ini sedang diproses sesuai ketentuan dan peraturan yang berlaku di lingkungan sekolah.

Kasus dugaan pelecehan ini menjadi perhatian masyarakat karena terjadi di salah satu sekolah menengah atas yang dikenal luas di Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan. Masyarakat berharap Dinas Pendidikan, aparat penegak hukum, serta instansi terkait segera melakukan pemeriksaan secara menyeluruh, memberikan perlindungan kepada para korban, dan mengambil tindakan tegas apabila dugaan tersebut terbukti.

Hingga berita ini diterbitkan, proses penanganan masih berlangsung. Semua pihak yang disebut dalam pemberitaan tetap berhak atas asas praduga tak bersalah sampai terdapat fakta dan keputusan hukum yang berkekuatan hukum tetap.

Rep_zamrudin

Berita Terkait

Kepala MTsN 1 Grobogan H. Sudarmanto Raih Dua Penghargaan dari Kementerian Keuangan RI
SMSI-RRI Bersatu Lawan Hoaks, Perkuat Kompetensi dan Informasi Pembangunan
LIVE VIDEO VIRAL! Hariyanto alias Heri Sweke Hina Wakil Presiden Gibran dan Partai PSI, Sejumlah Tokoh Siap Melapor
Perjuangkan Kesetaraan HPN, Firdaus Diberhentikan PWI; Makali Kumar Soroti Monopoli Penyelenggaraan
Bank BKK Purwodadi Sampaikan Ucapan Selamat Hari Santri Nasional 2026
​Bongkar Dugaan Praktik Injeksi Pemutih Ilegal Oknum Bhayangkari Polres Demak: Menantang Hukum, Mengancam Jiwa
EKW (41th) Alias Emping, Warga Desa Ngraji Tersangka Penggelapan BPKB, Kini Di Resmi di tahan Polres Grobogan
MTsN 1 Grobogan Gelar Peringatan Hari Santri Nasional 2026 dan Harlah ke-35, Berlangsung 22–24 Oktober

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:22 WIB

Kepala MTsN 1 Grobogan H. Sudarmanto Raih Dua Penghargaan dari Kementerian Keuangan RI

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:47 WIB

SMSI-RRI Bersatu Lawan Hoaks, Perkuat Kompetensi dan Informasi Pembangunan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:24 WIB

LIVE VIDEO VIRAL! Hariyanto alias Heri Sweke Hina Wakil Presiden Gibran dan Partai PSI, Sejumlah Tokoh Siap Melapor

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:54 WIB

Perjuangkan Kesetaraan HPN, Firdaus Diberhentikan PWI; Makali Kumar Soroti Monopoli Penyelenggaraan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Bank BKK Purwodadi Sampaikan Ucapan Selamat Hari Santri Nasional 2026

Berita Terbaru

Tak Berkategori

Bank BKK Purwodadi Sampaikan Ucapan Selamat Hari Santri Nasional 2026

Kamis, 22 Okt 2026 - 11:16 WIB