Simalungun, – Mediaindonesiamaju.com 11/08/2026 Di picu penggunaan peptisida yang berlebihan untuk memusnahkan gulma yang berada di lingkungan kebun tersebut hingga mata rantai ekosistim terputus dan mengakibat hayati musnah dari wilayah perkebunan tersebut
Dengan musnah nya hayati di perkebunan PTPN IV PalmCo Unit Tinjowan membuat ulat bulu atau ulat api menjalar dan memangsa seluruh daun kelapa sawit, dan sangat beresiko terhadap produksi, dan juga bisa menyebabkan pohon kelapa sawit musnah, ucap salah seorang tokoh masyarakat yang mengaku pensiunan staf dari perkebunan di kalimantan.
Dari pantauan Awak media di lapangan, tepatnya di afdeling VI Kebun Tinjowan tanaman 04 O. Hampir 70 persen tidak berdaun lagi, akibat ganasnya serangan Hama tersebut.
Asisten Afdeling VI ketika di konfirmasi lewat telepon selulernya terkesan menghindar dari wartawan, sedangkan menejer kebun Tinjowan Bapak Sihol Silitonga jumat 8/8/2026 walaupun sudah di kirim pesan singkat melalui aplikasi Whatsapp, tapi tidak pernah membalas whatsapp awak media.
Hancurnya Blok 04 O yang berada di afdeling VI kebun Tinjowan menjadi perhatian semua pihak, dan tanda tanya di publik, mengapa sekelas kebun perusahaan milik Negara bisa sehancur itu di landa serangan Hama sedang kebun kelapa sawit milik warga tidak ada terkena serangan
Hingga berita ini di layangkan ke meja kerja Redaksi evaluasi yang di lakukan oleh pihak PTPN IV PalmCo Unit Tinjowan belum juga terealisasi hingga kecurigaan publik semakin nyata bahwa biaya perawatan selama ini ,besar dugaan telah masuk kantong pribadi menejer.
Kalau memang benar kebun Tinjowan benar di rawat hal mustahil kebun tersebut bisa sehancur begitu, seakan akan kebun tersebut tidak bertuan, lalu kemana anggarannya lenyap? publik bertanya!
Sudah sepantasnya Direktur Utama PTPN IV PalmCo mengevaluasi kinerja menejer PTPN IV kebun Tinjowan.
Rep:Erika manik










