Rina Sa’adah Bawa Persoalan PG GMM Blora ke Menteri Pertanian, Petani Tebu Harapkan Solusi Nyata  

- Jurnalis

Minggu, 14 Juni 2026 - 12:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Mediaindonesiamaju.com Permasalahan terhentinya operasional Pabrik Gula PT Gendhis Multi Manis (GMM) di Kabupaten Blora kini mendapat perhatian di tingkat pusat.

 

Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB, Rina Sa’adah, secara langsung menyampaikan kondisi tersebut kepada Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, sebagai tindak lanjut atas aspirasi yang disampaikan para petani tebu Blora, Rabu (10/6/2026).

 

Penyampaian itu dilakukan setelah Paguyuban Petani Tebu Kabupaten Blora melakukan audiensi dengan sejumlah pihak di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

 

Dalam pertemuan tersebut, petani mengungkapkan berbagai dampak yang muncul akibat berhentinya aktivitas pabrik gula yang selama ini menjadi penopang sektor pergulaan di Blora.

 

Menurut Rina Sa’adah, persoalan yang terjadi tidak lagi dapat dipandang sebagai kendala operasional semata.

 

Ia menilai kondisi tersebut telah menimbulkan efek berantai terhadap perekonomian masyarakat, mulai dari petani tebu, tenaga kerja pabrik, buruh angkut, sopir hingga pelaku usaha kecil yang bergantung pada aktivitas industri gula.

 

“Situasi ini perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah karena dampaknya telah dirasakan oleh banyak lapisan masyarakat. Bukan hanya petani, tetapi juga sektor-sektor lain yang selama ini menggantungkan roda ekonominya pada keberadaan pabrik gula,” ujar Rina.

Baca Juga :  Viralll !!! DIDUGA INGKARI PERJANJIAN PERDAMAIAN, WARGA DESA GOWAK DESAK PEMBERHENTIAN OKNUM SEKDES

 

Ia menjelaskan, terhentinya operasional PG GMM membuat petani harus mengirim hasil panennya ke pabrik di luar daerah.

 

Kondisi tersebut menyebabkan biaya distribusi meningkat dan berisiko menurunkan kualitas tebu maupun nilai rendemen yang diperoleh petani.

 

Untuk itu, Rina meminta pemerintah pusat bersama seluruh pihak terkait segera menyusun langkah konkret guna mengatasi persoalan tersebut.

 

Menurutnya, keberlangsungan usaha petani tebu harus menjadi prioritas agar dampak ekonomi yang lebih luas dapat dicegah.

 

Sebagai bagian dari tugas pengawasan DPR RI, Rina menegaskan komitmennya untuk terus mengawal persoalan tersebut melalui berbagai mekanisme parlemen, termasuk pembahasan bersama Kementerian Pertanian, Perum Bulog dan instansi terkait lainnya.

 

Di sisi lain, Koordinator Audiensi Petani Tebu Blora, Exi Wijaya, menyampaikan apresiasinya atas respons cepat yang diberikan Rina Sa’adah.

Baca Juga :  Titiek Soeharto Tanggapi Santai Bendera One Piece di Truk: “Bukan Ancaman bagi Negara”

 

Ia berharap komunikasi yang telah terjalin dengan Menteri Pertanian dapat segera menghasilkan kebijakan yang memberikan kepastian bagi para petani.

 

“Kami berharap ada langkah nyata yang segera diambil. Petani saat ini membutuhkan solusi konkret agar tidak terus menanggung kerugian akibat persoalan yang terjadi di luar kemampuan mereka,” kata Exi.

 

Hal senada disampaikan Ketua Paguyuban Petani Tebu Blora, Anton Sudibyo. Ia menilai langkah yang dilakukan Rina menunjukkan bahwa keluhan petani mulai mendapat perhatian di tingkat nasional.

 

“Kami mengucapkan terima kasih atas upaya yang telah dilakukan. Harapan kami, perhatian tersebut dapat diwujudkan dalam kebijakan yang benar-benar melindungi petani tebu dan menjaga keberlangsungan usaha mereka,” ujarnya.

 

Paguyuban Petani Tebu Blora berharap pemerintah segera mengambil langkah strategis untuk mempercepat penyelesaian persoalan PG GMM, memastikan hasil panen petani tetap terserap, serta menjaga stabilitas ekonomi masyarakat yang terdampak akibat berhentinya operasional pabrik gula tersebut.

 

Rep : Gus E

Berita Terkait

Kepala MTsN 1 Grobogan H. Sudarmanto Raih Dua Penghargaan dari Kementerian Keuangan RI
SMSI-RRI Bersatu Lawan Hoaks, Perkuat Kompetensi dan Informasi Pembangunan
LIVE VIDEO VIRAL! Hariyanto alias Heri Sweke Hina Wakil Presiden Gibran dan Partai PSI, Sejumlah Tokoh Siap Melapor
Perjuangkan Kesetaraan HPN, Firdaus Diberhentikan PWI; Makali Kumar Soroti Monopoli Penyelenggaraan
Bank BKK Purwodadi Sampaikan Ucapan Selamat Hari Santri Nasional 2026
​Bongkar Dugaan Praktik Injeksi Pemutih Ilegal Oknum Bhayangkari Polres Demak: Menantang Hukum, Mengancam Jiwa
EKW (41th) Alias Emping, Warga Desa Ngraji Tersangka Penggelapan BPKB, Kini Di Resmi di tahan Polres Grobogan
MTsN 1 Grobogan Gelar Peringatan Hari Santri Nasional 2026 dan Harlah ke-35, Berlangsung 22–24 Oktober

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:22 WIB

Kepala MTsN 1 Grobogan H. Sudarmanto Raih Dua Penghargaan dari Kementerian Keuangan RI

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:47 WIB

SMSI-RRI Bersatu Lawan Hoaks, Perkuat Kompetensi dan Informasi Pembangunan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:24 WIB

LIVE VIDEO VIRAL! Hariyanto alias Heri Sweke Hina Wakil Presiden Gibran dan Partai PSI, Sejumlah Tokoh Siap Melapor

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:54 WIB

Perjuangkan Kesetaraan HPN, Firdaus Diberhentikan PWI; Makali Kumar Soroti Monopoli Penyelenggaraan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Bank BKK Purwodadi Sampaikan Ucapan Selamat Hari Santri Nasional 2026

Berita Terbaru

Tak Berkategori

Bank BKK Purwodadi Sampaikan Ucapan Selamat Hari Santri Nasional 2026

Kamis, 22 Okt 2026 - 11:16 WIB