Rembang, – Mediaindonesiamaju.com Wacana revitalisasi Pasar Rembang kembali mengemuka. Kondisi bangunan tua, lorong sempit, dan genangan air saat hujan masih dikeluhkan pedagang. Wartawan senior yang juga pemerhati masalah sosial, Agus Sutomo menilai, proyek ini sudah terlalu lama berputar di wacana tanpa bukti fisik yang nyata.
Menurut Agus Sutomo, yang puluhan tahun meliput perkembangan Rembang, mengatakan isu pembangunan Pasar Rembang sudah muncul sejak beberapa periode kepemimpinan daerah.
“Setiap ada pergantian bupati pasti ada janji, mau direvitalisasi, ada desain baru, bahkan anggaran yang fantastis. Tapi sampai hari ini pedagang masih berjualan di tempat yang sama, dengan kondisi yang tidak banyak berubah. Wajar kalau publik menilai ini hanya janji-janji saja,” kata Agus kepada wartawan, Jumat (19/6/2026)
Menurutnya, pasar adalah jantung ekonomi rakyat kecil. Keterlambatan pembangunan berdampak langsung ke kenyamanan pedagang dan pembeli.
Para pedagang mengaku tidak menolak pembangunan. Mereka hanya butuh kepastian jadwal, desain yang berpihak ke pedagang kecil, dan solusi lapak sementara saat renovasi. Menurutnya, para pedagang siap pindah sementara asal jelas kapan mulai dan kapan selesai. Jangan tiap tahun dengar janji tapi tidak ada progres,” ujarnya
Agus berharap Pemkab harus berkomitmen menata pasar agar lebih bersih, aman, dan nyaman, serta melibatkan asosiasi pedagang dalam perencanaan.
Agus mengkritik bukti kerja nyata lebih dibutuhkan daripada seremonial. Transparansi timeline, anggaran, dan mekanisme relokasi pedagang jadi kunci memulihkan kepercayaan.
“Rembang butuh pasar yang layak, bukan berita yang diulang tiap tahun. Warga dan pedagang sudah lama menunggu.” pungkasnya
Agus menegaskan bahwa pasar di Kabupaten Rembang tertinggal jauh dengan Kabupaten lain. Contohnya Kabupaten Blora. Dengan kepemimpinan Bupati Blora Arief Rohman berani memindah pasar dan perkembangan sangat luar biasa.
Kalau ingin maju, seperti Kabupaten Blora ya, harus geser ke selatan, akan tetapi jika tidak mau geser, pasar Rembang harus dibangun tiga lantai. Lantai dasar untuk parkir. Pasar Rembang bisa menjadi pasar tradisional yang representatif,” tutupnya
(Wannik)










