MIM,Jawa Tengah 01 April 2025
Desa Tunggu Penawangan,Mediaindonesiamaju.com– Acara halal bihalal dan temu kangen yang sangat dinanti-nanti oleh segenap warga Desa Tunggu, bersama pemuda-pemuda desa yang kini banyak menjadi anggota TNI yang bertugas di seluruh Nusantara, berlangsung meriah dan penuh kehangatan. Acara ini digelar secara terbuka di depan alun-alun Madrasah dan menjadi momen istimewa bagi seluruh warga.
Acara yang juga bertujuan mempererat tali silaturahmi ini dimeriahkan dengan penampilan hiburan dangdut dari Jawa Tengah yang sukses memikat hati warga. Selain itu, dalam acara tersebut juga diberikan hadiah bagi pemenang lomba takbir keliling yang diadakan pada malam Idul Fitri sebelumnya.
Salah satu pemuda desa yang juga anggota TNI, Mayor Irkham, yang bertugas di Cilandak, Jakarta, mengatakan bahwa acara ini merupakan momen spesial baginya untuk bisa bertemu langsung dengan warga desa yang sangat dicintainya. “Saya sangat senang bisa kembali ke desa dan bertemu dengan saudara-saudara saya di sini,” ujarnya.
Namun, di balik suasana gembira, terdapat sedikit kekecewaan dari beberapa peserta lomba takbir keliling. Salah satu peserta yang berasal dari RT 003 RW 001, Mas Parcok, merasa penilaian dalam lomba takbir tidak adil. “Kami sangat kecewa karena hasil penilaian dari kepala desa tidak sesuai dengan harapan. Kreasi kami, jaran Kencono, seharusnya layak untuk juara satu,” kata Mas Parcok.
Kekecewaan serupa juga disampaikan oleh warga desa terkait ketidakhadiran Kepala Desa Drs. Budiyanto dalam acara tersebut. Beberapa warga yang ditemui mengungkapkan bahwa mereka merasa kecewa karena Kepala Desa tidak hadir, padahal seharusnya dalam acara tersebut terdapat pidato pembukaan dari pemimpin desa. “Kami sangat berharap bisa bertemu dengan Kepala Desa yang seharusnya hadir untuk memberi semangat dalam acara ini,” ungkap warga.
Terkait ketidakhadiran Kepala Desa, beberapa warga menduga hal ini mungkin berkaitan dengan masalah politik, mengingat adanya persaingan pada pemilihan perangkat desa yang lalu. “Kami berharap masalah seperti ini segera diselesaikan. Masyarakat butuh pemimpin yang bijaksana dan mengayomi, bukan pemimpin yang arogan,” ujar seorang warga yang meminta anonimitas.
Pada akhirnya, masyarakat Desa Tunggu Penawangan berharap acara halal bihalal dan temu kangen ini bisa menjadi momen yang lebih bermakna, dengan adanya kebijaksanaan dan kehadiran pemimpin desa yang dapat menyatukan seluruh elemen masyarakat. “Acara ini seharusnya menjadi ajang untuk kembali menyucikan diri, saling memaafkan, dan mempererat silaturahmi antar sesama,” pungkas salah satu warga.
Rep: Pujiono.