Rembang, – Mediaindonesiamaju.com Rembang menjadi sasaran pelatihan teknis pengembangan Hilirisasi produk unggulan berbasis kelautan (Garam). Kegiatan yang digelar di Balai Desa Dresi Kulon, selama 4 hari terhitung mulai 4 hingga 7 Agustus 2026.
Analis Kebijakan Ahli Madya Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia, Yudi Hermawan mengatakan dipilihnya Rembang sebagai sasaran lokasi pelatihan karena garam di Rembang mempunyai peluang untuk dikembangkan dalam bentuk hilirisasi berupa pengolahan garam krosok menjadi produk yang mempunyai nilai tinggi dalam bentuk garam spa, garam kecantikan dan garam kesehatan.
“Saya lahir dan besar di Rembang. Ada ketertarikan saya melihat potensi bahwa Rembang adalah Kota Garam,” imbuhnya. Kamis (6/8/2026)
Ia mengharapkan dengan adanya pelatihan ini dapat menghasilkan produk turunan pengolahan garam berupa pemulihan garam. Sehingga hasilnya tidak hanya garam krosok, garam dapur atau garam meja. Tetapi melakukan diversifikasi produk garam menjadi punya nilai lebih tinggi (value added / nilai tambah) dalam bentuk garam kecantikan dan garam kesehatan.
Yudi Hermawan menerangkan dalam pelatihan itu, pihaknya menghadirkan beberapa narasumber salah satunya market digital platform Shopee sebagai marketplace yang membantu memasarkan produk tersebut.
Di samping itu, pihaknya juga menghadirkan unit pelaksana teknis Badan Pengawas Obat dan Makanan (Loka POM) Kabupaten Grobogan yang membantu memberikan pengetahuan informasi terkait proses perizinan atau uji sertifikasi.
Selain itu juga menghadirkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Rembang agar produk-produk yang ada bisa dipasarkan di titik-titik lokasi wisata di Rembang baik wisata alam maupun wisata pantai yang indah. Harapannya, produk-produk dari garam ini bisa dijadikan oleh-oleh di destinasi wisata di ujung timur Pantura Jawa Tengah tersebut.
Kepala Bidang (Kabid P2D) Penataan dan pengembangan Desa (Dinpermades)Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa kabupaten Rembang Bambang Priyantoro mengatakan sependapat apa yang disampaikan Bapak Yudi Hermawan.yang sesuai dengan istilah “Dalan Pangan, Dalan Bungah,” ucapnya
Yang kita harapkan dari pelatihan ini adalah keberlanjutan. Tidak hanya berhenti di sini. Tetapi produk itu terus diolah.” Harapannya pemerintah daerah memberi dukungan dengan berbagai kebijakan dan regulasi dan pembinaan-pembinaan sehingga kegiatan ini terus berkelanjutan,” tuturnya.
Selain itu kepala desa Gedungmulyo Sebagai peserta pelatihan, Budi Istanto tidak hanya hadir sebagai kepala desa, tetapi juga ikut aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan.
Ia menilai materi yang diberikan sangat aplikatif dan bisa langsung diterapkan di desa.
Sangat senang dan antusias karena dinilai sangat bermanfaat,”ujarnya.
Menurutnya, pelatihan ini membantu aparatur desa dalam meningkatkan kapasitas, khususnya dalam pelayanan publik dan pemberdayaan masyarakat.
Budi menambahkan, selama ini desa membutuhkan pelatihan yang tidak hanya bersifat formalitas. Dengan adanya pelatihan ini, perangkat desa dan kepala desa bisa mendapat ilmu baru untuk memajukan desa.
Dalam pelatihan itu menurut Yudi Hermawan diikuti 57 peserta dari 5 desa dari 2 Kecamatan. Dengan rincian dari Kecamatan Kaliori berasal dari Desa Dresi Kulon, Mojowarno dan Desa Tambakagung. Sementara dari Kecamatan Lasem berasal dari Desa Gedongmulyo dan Desa Dasun.
(wannik)










