Pelatihan Hilirisasi Garam Mulai 4 – 7 Agustus, Sasar 2 Kecamatan di Rembang  

- Jurnalis

Kamis, 6 Agustus 2026 - 16:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rembang, – Mediaindonesiamaju.com Rembang menjadi sasaran pelatihan teknis pengembangan Hilirisasi produk unggulan berbasis kelautan (Garam). Kegiatan yang digelar di Balai Desa Dresi Kulon, selama 4 hari terhitung mulai 4 hingga 7 Agustus 2026.

 

Analis Kebijakan Ahli Madya Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia, Yudi Hermawan mengatakan dipilihnya Rembang sebagai sasaran lokasi pelatihan karena garam di Rembang mempunyai peluang untuk dikembangkan dalam bentuk hilirisasi berupa pengolahan garam krosok menjadi produk yang mempunyai nilai tinggi dalam bentuk garam spa, garam kecantikan dan garam kesehatan.

 

“Saya lahir dan besar di Rembang. Ada ketertarikan saya melihat potensi bahwa Rembang adalah Kota Garam,” imbuhnya. Kamis (6/8/2026)

 

Ia mengharapkan dengan adanya pelatihan ini dapat menghasilkan produk turunan pengolahan garam berupa pemulihan garam. Sehingga hasilnya tidak hanya garam krosok, garam dapur atau garam meja. Tetapi melakukan diversifikasi produk garam menjadi punya nilai lebih tinggi (value added / nilai tambah) dalam bentuk garam kecantikan dan garam kesehatan.

 

Yudi Hermawan menerangkan dalam pelatihan itu, pihaknya menghadirkan beberapa narasumber salah satunya market digital platform Shopee sebagai marketplace yang membantu memasarkan produk tersebut.

Baca Juga :  PNS Lokal Tipu Warga 20 Juta, Janjikan Kerja di Dinas Mentereng Kabupaten Blora

 

Di samping itu, pihaknya juga menghadirkan unit pelaksana teknis Badan Pengawas Obat dan Makanan (Loka POM) Kabupaten Grobogan yang membantu memberikan pengetahuan informasi terkait proses perizinan atau uji sertifikasi.

 

Selain itu juga menghadirkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Rembang agar produk-produk yang ada bisa dipasarkan di titik-titik lokasi wisata di Rembang baik wisata alam maupun wisata pantai yang indah. Harapannya, produk-produk dari garam ini bisa dijadikan oleh-oleh di destinasi wisata di ujung timur Pantura Jawa Tengah tersebut.

 

Kepala Bidang (Kabid P2D) Penataan dan pengembangan Desa (Dinpermades)Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa kabupaten Rembang Bambang Priyantoro mengatakan sependapat apa yang disampaikan Bapak Yudi Hermawan.yang sesuai dengan istilah “Dalan Pangan, Dalan Bungah,” ucapnya

 

Yang kita harapkan dari pelatihan ini adalah keberlanjutan. Tidak hanya berhenti di sini. Tetapi produk itu terus diolah.” Harapannya pemerintah daerah memberi dukungan dengan berbagai kebijakan dan regulasi dan pembinaan-pembinaan sehingga kegiatan ini terus berkelanjutan,” tuturnya.

Baca Juga :  Drama Putusan Bebas Terdakwa Kasus Sabu di PN Pekalongan Jadi Sorotan Publik

 

Selain itu kepala desa Gedungmulyo Sebagai peserta pelatihan, Budi Istanto tidak hanya hadir sebagai kepala desa, tetapi juga ikut aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan.

 

Ia menilai materi yang diberikan sangat aplikatif dan bisa langsung diterapkan di desa.

 

Sangat senang dan antusias karena dinilai sangat bermanfaat,”ujarnya.

 

Menurutnya, pelatihan ini membantu aparatur desa dalam meningkatkan kapasitas, khususnya dalam pelayanan publik dan pemberdayaan masyarakat.

 

Budi menambahkan, selama ini desa membutuhkan pelatihan yang tidak hanya bersifat formalitas. Dengan adanya pelatihan ini, perangkat desa dan kepala desa bisa mendapat ilmu baru untuk memajukan desa.

 

Dalam pelatihan itu menurut Yudi Hermawan diikuti 57 peserta dari 5 desa dari 2 Kecamatan. Dengan rincian dari Kecamatan Kaliori berasal dari Desa Dresi Kulon, Mojowarno dan Desa Tambakagung. Sementara dari Kecamatan Lasem berasal dari Desa Gedongmulyo dan Desa Dasun.

 

 

(wannik)

Berita Terkait

Bank BKK Purwodadi Sampaikan Ucapan Selamat Hari Santri Nasional 2026
​Bongkar Dugaan Praktik Injeksi Pemutih Ilegal Oknum Bhayangkari Polres Demak: Menantang Hukum, Mengancam Jiwa
EKW (41th) Alias Emping, Warga Desa Ngraji Tersangka Penggelapan BPKB, Kini Di Resmi di tahan Polres Grobogan
MTsN 1 Grobogan Gelar Peringatan Hari Santri Nasional 2026 dan Harlah ke-35, Berlangsung 22–24 Oktober
SMPN 2 Wirosari Gelar Pemilihan Ketua OSIS, Tanamkan Nilai Demokrasi Sejak Dini
Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2026: Ketahanan Jiwa, Kunci Indonesia Sehat
Pesta Demokrasi, SMP Negeri 1 Geyer Gelar Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS 2026
SMPN 2 Grobogan Raih Dua Prestasi di Tingkat Kabupaten Grobogan

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Bank BKK Purwodadi Sampaikan Ucapan Selamat Hari Santri Nasional 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:56 WIB

​Bongkar Dugaan Praktik Injeksi Pemutih Ilegal Oknum Bhayangkari Polres Demak: Menantang Hukum, Mengancam Jiwa

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:13 WIB

EKW (41th) Alias Emping, Warga Desa Ngraji Tersangka Penggelapan BPKB, Kini Di Resmi di tahan Polres Grobogan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:09 WIB

MTsN 1 Grobogan Gelar Peringatan Hari Santri Nasional 2026 dan Harlah ke-35, Berlangsung 22–24 Oktober

Rabu, 21 Oktober 2026 - 09:42 WIB

SMPN 2 Wirosari Gelar Pemilihan Ketua OSIS, Tanamkan Nilai Demokrasi Sejak Dini

Berita Terbaru

Tak Berkategori

Bank BKK Purwodadi Sampaikan Ucapan Selamat Hari Santri Nasional 2026

Kamis, 22 Okt 2026 - 11:16 WIB