PEKALONGAN, 28 September 2026 – Puncak musim kemarau mulai berdampak terhadap distribusi air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Pekalongan.
Perumda Air Minum Tirta Kajen mencatat tekanan aliran air mulai berkurang, terutama pada jam-jam puncak pemakaian.
Kabag Teknik Perumda Air Minum Tirta Kajen, Hari Widyanto, mengatakan kondisi tersebut mulai dirasakan pelanggan di sejumlah wilayah. Karangdadap dan Kedungwuni menjadi dua wilayah yang disebut mulai terdampak penurunan tekanan aliran air.

Menurut Hari, wilayah yang masih mendapatkan pelayanan juga mengalami penurunan tekanan, khususnya pada pagi dan sore hari saat penggunaan air meningkat. Setelah melewati jam puncak, tekanan aliran disebut kembali membaik.
Menghadapi kondisi tersebut, Perumda Air Minum Tirta Kajen bersama BPBD dan PMI terus melakukan distribusi air bersih menggunakan armada tangki.
Dari sekitar lima armada yang tersedia, tiga di antaranya berasal dari BPBD dan PMI, sedangkan dua armada lainnya merupakan dukungan dari Perumda Air Minum Tirta Kajen.
“Kalau per hari itu rata-rata 12 sampai 13 tangki, berarti satu minggu kurang lebih 80 tangki,” ujar Hari.
Setiap tangki memiliki kapasitas sekitar 4.000 hingga 5.000 liter. Distribusi air bersih tersebut tidak hanya ditujukan kepada pelanggan Perumda, tetapi juga masyarakat nonpelanggan yang membutuhkan bantuan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Pekalongan.
Hari menjelaskan, keterbatasan jumlah armada membuat proses distribusi harus dilakukan secara bergantian. Pengiriman air bahkan dapat berlangsung hingga malam maupun dini hari karena masih terdapat antrean permintaan dari sejumlah wilayah.
Di sisi lain, Perumda Air Minum Tirta Kajen juga melakukan sejumlah langkah teknis untuk menjaga pelayanan distribusi air selama musim kemarau.
Salah satunya dengan melakukan pengaturan tekanan agar aliran air dapat lebih merata ke berbagai wilayah.
Menurut Hari, kondisi kekeringan saat ini terutama dipengaruhi oleh menurunnya ketersediaan air baku akibat musim kemarau. Meski demikian, pihaknya tetap melakukan berbagai upaya untuk meminimalkan kehilangan air dari jaringan distribusi.
Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui Tim Kalong, yakni kegiatan penelusuran jaringan pipa pada malam hingga dini hari untuk mendeteksi potensi kebocoran.
Langkah tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi kehilangan air sekaligus menjaga distribusi kepada masyarakat di tengah kondisi kemarau yang masih berlangsung. (Santo)










