MIM, Jawa Barat 16 Februari 2026
GARUT – Sebuah kontroversi mencuat di Kabupaten Garut setelah muncul dugaan bahwa Polres Garut melalui unsur Divisi Profesi dan Pengamanan Polri (Propam) lebih berfokus pada permintaan penghapusan (take down) pemberitaan viral ketimbang melakukan pemeriksaan terhadap oknum anggota yang diduga melakukan pelanggaran.
https://vt.tiktok.com/ZSmBDPGwy/
Isu ini mencuat menyusul beredarnya sejumlah pemberitaan dan unggahan di media sosial terkait dugaan pelanggaran oleh anggota kepolisian di wilayah Garut. Namun, alih-alih langsung melakukan klarifikasi terbuka atau menyampaikan perkembangan pemeriksaan internal, Propam disebut-sebut menghubungi pihak pelapor dalam kasus dugaan penggelapan mobil untuk meminta agar berita yang telah viral tersebut diturunkan.
Seorang warga Garut yang enggan disebutkan namanya mengaku kecewa atas langkah tersebut.
“Ini sangat mengejutkan. Bukannya fokus pada memeriksa anggota yang diduga bermasalah, malah meminta take down berita. Seharusnya yang diprioritaskan adalah penegakan disiplin,” ujarnya.
Menurut sejumlah sumber, Propam disebut telah menghubungi pihak pelapor dan berjanji akan membantu penanganan perkara, dengan syarat pemberitaan terkait dugaan pelanggaran tersebut diturunkan. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Polres Garut terkait kebenaran informasi tersebut.
Aktivis masyarakat di Garut juga mendesak agar proses pemeriksaan dilakukan secara transparan dan akuntabel.
“Jika memang ada pelanggaran, harus diproses sesuai aturan. Transparansi penting agar kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian tidak semakin menurun,” kata salah satu aktivis.
Kontroversi ini pun memicu perbincangan luas di media sosial. Banyak warganet menilai bahwa upaya menghapus pemberitaan justru dapat menimbulkan persepsi negatif dan memperkuat dugaan adanya upaya menutup-nutupi kasus.
Masyarakat berharap Propam menjalankan fungsi pengawasan internal secara profesional dan independen, serta memberikan penjelasan terbuka kepada publik guna meredam spekulasi yang berkembang.
Hingga saat ini, redaksi masih berupaya mengonfirmasi langsung kepada pihak Polres Garut untuk mendapatkan klarifikasi resmi terkait dugaan tersebut.
Rep_DK










