GROBOGAN – Riuh semangat dan keceriaan peserta didik mewarnai halaman SMP Negeri 2 Gubug dalam kegiatan Perkemahan Jumat–Sabtu (PERJUSA) yang digelar pada 7–8 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Penerimaan Tamu Galang, Pelantikan Dewan Penggalang (DP), dan Kenaikan Tingkat.
Bukan sekadar bermalam di sekolah, PERJUSA menjadi ruang bagi peserta didik untuk belajar tentang kemandirian, kerja sama, kedisiplinan, keberanian, serta kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.

Dalam kegiatan tersebut, tercatat 288 peserta didik mengikuti kenaikan tingkat dari Ramu ke Rakit, sementara 67 peserta mengikuti kenaikan tingkat dari Rakit ke Terap. Kegiatan juga didampingi oleh 17 orang pembina.
Rangkaian kegiatan dimulai pada Jumat, 7 Agustus 2026, melalui Upacara Pembukaan. Kegiatan kepramukaan tersebut dibuka oleh Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan Gerakan Pramuka Gugus Depan 16.107–16.108 Pangkalan SMP Negeri 2 Gubug, Kak Lailatus Saadah, M.Pd.

Dalam arahannya, peserta didik diajak mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat, disiplin, dan tanggung jawab. Nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka juga ditekankan agar tidak hanya dipahami, tetapi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Usai upacara, suasana semakin meriah ketika peserta mengikuti berbagai tantangan outbound. Setiap regu dituntut bekerja sama, berkomunikasi, dan saling memberikan dukungan agar mampu menyelesaikan berbagai tantangan.
Gelak tawa dan semangat terdengar di berbagai sudut kegiatan. Dari aktivitas tersebut, peserta belajar bahwa keberhasilan sebuah tim tidak hanya ditentukan kemampuan individu, tetapi juga kekompakan dan kepedulian terhadap anggota lainnya.
Menjelang sore hingga malam, suasana berubah menjadi lebih tenang dan khidmat. Peserta mengikuti kegiatan keagamaan, termasuk Istighosah dan Khotmil Al-Qur’an, sebagai bagian dari pembinaan spiritual.
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menumbuhkan rasa syukur, memperkuat keimanan, serta membentuk pribadi peserta didik yang tidak hanya aktif dan terampil, tetapi juga memiliki akhlak yang baik.
Malam hari menjadi salah satu momen yang paling dinantikan. Di tengah suasana malam, Upacara Api Unggun digelar dengan penuh khidmat. Kobaran api menjadi simbol semangat, persatuan, dan persaudaraan yang terus menyala dalam diri setiap anggota Pramuka.
Namun, malam belum berakhir. Setelah api unggun, kemeriahan kembali terasa melalui Pentas Seni (Pensi). Setiap regu menampilkan kreativitas terbaik mereka di hadapan teman-teman.
Berbagai pertunjukan yang disajikan menciptakan suasana hangat, penuh tawa, dan kebersamaan. Panggung sederhana malam itu menjadi tempat peserta didik menunjukkan keberanian untuk tampil sekaligus belajar menghargai kreativitas orang lain.
Memasuki Sabtu, 8 Agustus 2026, pagi diawali dengan Senam Anak Indonesia Hebat Bersama di Lapangan SMP Negeri 2 Gubug.
Setelah itu, tantangan kembali menanti melalui kegiatan penjelajahan. Peserta melewati sejumlah pos yang telah disiapkan dengan berbagai tantangan yang menguji keterampilan kepramukaan, ketangkasan, kerja sama tim, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Dengan semangat pantang menyerah, setiap regu berusaha menyelesaikan seluruh tantangan hingga garis akhir. Kegiatan penjelajahan tidak hanya menghadirkan keseruan, tetapi juga menjadi pengalaman nyata bagi peserta didik untuk belajar mengambil keputusan, memecahkan masalah, menjaga kekompakan, dan bertanggung jawab terhadap kelompok.
Selama dua hari pelaksanaan, PERJUSA SMP Negeri 2 Gubug berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh antusiasme. Setiap kegiatan memberikan pengalaman berbeda dan meninggalkan cerita tersendiri bagi para peserta.
Lebih dari sekadar kegiatan kepramukaan, PERJUSA menjadi wadah pembentukan karakter peserta didik. Melalui berbagai aktivitas yang dikemas secara menyenangkan, peserta didik diajak mempraktikkan nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka dalam kehidupan nyata.
Dari semangat outbound, khidmatnya kegiatan keagamaan, hangatnya api unggun, meriahnya pentas seni, hingga serunya penjelajahan, PERJUSA mengajarkan satu hal penting bahwa kebersamaan membuat setiap tantangan menjadi lebih mudah untuk dihadapi.
Dengan berakhirnya kegiatan tersebut, diharapkan semangat, kemandirian, kedisiplinan, keberanian, dan rasa persaudaraan yang tumbuh selama PERJUSA dapat terus dibawa peserta didik dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, di rumah, maupun di lingkungan masyarakat.
Siap Kakak, Salam Pramuka!
Rep_Fq










