Gus Yusuf, Darah Segar bagi NU

- Jurnalis

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Gus Yusuf dinilai sebagai kader Nahdlatul Ulama (NU) yang memiliki kapasitas, pengalaman, serta kedekatan kuat dengan dunia pesantren. Kehadirannya disebut dapat menjadi energi baru atau “darah segar” bagi NU dalam memperluas pengabdian kepada umat.

Penilaian tersebut disampaikan oleh sosok yang pernah mengenal Gus Yusuf sejak menjadi adik kelas di Madrasah Hidayatul Mubtadiin (MHM) Lirboyo. Dalam pergaulan, Gus Yusuf dikenal sebagai pribadi yang tenang, tidak gemar membuat kegaduhan, namun tekun bekerja dan lebih memilih menunjukkan kesungguhan melalui hasil nyata.

Gus Yusuf tumbuh dari keluarga kiai besar. Namun, latar belakang tersebut tidak membuatnya merasa cukup. Ia justru membangun dirinya melalui kerja keras, kesabaran, dan pengabdian.

Sebagai kader yang tumbuh dari lingkungan pesantren, Gus Yusuf memahami bahwa pesantren bukan sekadar tempat mempelajari ilmu agama. Pesantren juga menjadi ruang pembentukan karakter, kemandirian, penghormatan kepada ulama, kesederhanaan, serta pengabdian kepada masyarakat.

Kesungguhan tersebut terlihat dari kiprahnya dalam mengelola pesantren peninggalan orang tuanya. Ia tidak hanya menjaga warisan para pendahulu, tetapi juga berupaya mengembangkan lembaga pendidikan tersebut agar semakin maju dan memberikan manfaat lebih luas.

Baca Juga :  Oknum Polisi Demak Bantah Isu Perampasan Motor Warga

Perhatiannya terhadap pesantren juga tidak berhenti pada lembaga yang dikelolanya sendiri. Pesantren yang telah berkembang terus didukung, sementara pesantren yang menghadapi keterbatasan didorong agar mampu bangkit dan meningkatkan kualitasnya.

“Kerja seperti itu sering kali tidak terdengar. Tidak selalu masuk pemberitaan dan tidak selalu menjadi bahan perbincangan. Padahal, perubahan besar lahir dari ketekunan mengurus hal-hal yang tampak kecil,” ungkapnya.

Pengalaman bersama Gus Yusuf juga diperoleh dalam kepengurusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), khususnya di Rabithah Ma’ahid Islamiyah. Dari pengalaman tersebut, Gus Yusuf dinilai memahami dunia pesantren sekaligus mengerti karakter perjuangan NU.

Pengalamannya dalam organisasi, termasuk di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), juga membentuk kemampuan komunikasi dan membangun hubungan dengan berbagai kalangan. Meski demikian, pengalaman tersebut dinilai tidak membuatnya kehilangan akar tradisi pesantren.

NU, menurutnya, membutuhkan kader yang dekat dengan pesantren, tidak tercerabut dari kehidupan warga, serta bersedia bekerja keras tanpa selalu mengejar sorotan.

“NU tidak cukup hanya dipimpin oleh orang yang pandai tampil di panggung. NU harus dihidupi oleh orang-orang yang siap hadir ketika pesantren membutuhkan perhatian, ketika warga memerlukan jalan keluar, dan ketika umat membutuhkan pelayanan nyata,” tegasnya.

Baca Juga :  Diduga Tak Adil, Satpol PP Salatiga Hentikan Aktivitas Usaha Sah: Afri Rismawati Tuntut Kepastian Hukum

Gus Yusuf juga disebut memiliki perhatian besar terhadap penguatan pendidikan pesantren dan layanan kesehatan yang mudah dijangkau masyarakat. Dua sektor tersebut dinilai sangat berkaitan dengan kebutuhan warga NU.

Pesantren diharapkan terus berkembang sebagai pusat ilmu pengetahuan sekaligus pembentukan akhlak. Sementara itu, masyarakat, khususnya kelompok kecil dan kurang mampu, perlu memperoleh layanan kesehatan yang layak tanpa merasa dipersulit maupun terbebani.

Dengan pengalaman, ketekunan, dan semangat khidmah yang dimilikinya, Gus Yusuf dinilai memiliki bekal untuk memperluas pengabdiannya di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Kehadirannya diharapkan mampu membawa gagasan baru, memperkuat kerja organisasi, sekaligus tetap menjaga tradisi, adab, dan kepedulian terhadap umat.

“Memberi ruang kepada Gus Yusuf untuk memperluas pengabdian di Nahdlatul Ulama adalah ikhtiar menghadirkan darah segar bagi NU: segar dalam gagasan, kuat dalam kerja, namun tetap berakar pada tradisi, adab, dan kepedulian kepada umat,” pungkasnya.

Rep_Fq

Berita Terkait

LPER Cabang Semarang Raya Resmi Terima SK Kepengurusan Periode 2026–2031, Siap Bersinergi untuk Pemberdayaan Ekonomi Rakyat  
DPRD Demak Gelar Paripurna ke-33, Enam Fraksi Sampaikan Pandangan Umum Raperda APBD 2027  
Ketika Penyidik Dengan Jaksa Penuntut Umum Kejari Semarang Sependapat, Terlapor Menjadi Tersangka Dan Perkara P21  
Pengurus SMSI Jawa Tengah Periode 2026-2030 Resmi Dilantik di Demak
Audiensi Forrbes Memanas, Massa Walk Out Tuntut Bupati Jelaskan Polemik KUA-PPAS 2027
John L. Situmorang Soroti Rencana Eksekusi Rumah Klien, Minta PN Semarang Menunda  
Ketua Umum FORWAKUM TIPIKOR Mulai Soroti Disdik Batu Bara, Diduga Jadi Objek Bisnis Meraup Keuntungan   
Hampir Sepekan Tanpa Kejelasan, Kuasa Hukum Siti Fatimah Beri Batas Waktu Kopendik Banjarejo  

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:08 WIB

LPER Cabang Semarang Raya Resmi Terima SK Kepengurusan Periode 2026–2031, Siap Bersinergi untuk Pemberdayaan Ekonomi Rakyat  

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:49 WIB

DPRD Demak Gelar Paripurna ke-33, Enam Fraksi Sampaikan Pandangan Umum Raperda APBD 2027  

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:13 WIB

Ketika Penyidik Dengan Jaksa Penuntut Umum Kejari Semarang Sependapat, Terlapor Menjadi Tersangka Dan Perkara P21  

Senin, 5 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Pengurus SMSI Jawa Tengah Periode 2026-2030 Resmi Dilantik di Demak

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:24 WIB

Audiensi Forrbes Memanas, Massa Walk Out Tuntut Bupati Jelaskan Polemik KUA-PPAS 2027

Berita Terbaru

Tak Berkategori

Bank BKK Purwodadi Sampaikan Ucapan Selamat Hari Santri Nasional 2026

Kamis, 22 Okt 2026 - 11:16 WIB