“Angker di Tengah Skandal: Kantor BMT BUS Lasem Membisu, Tangisan Misterius Pecah di Kegelapan”

- Jurnalis

Senin, 16 Februari 2026 - 19:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

‎Rembang, Mediaindonesiamaju.com– Bangunan kantor KSPPS BMT Bina Ummat Sejahtera (BMT BUS) yang berlokasi di Lasem, Kabupaten Rembang, kini tampak tak terurus dan sunyi. Di tengah polemik dugaan penyelewengan dana nasabah yang hingga kini belum sepenuhnya tuntas, muncul cerita-cerita mistis dari warga sekitar yang menambah kesan mencekam pada bangunan tersebut.

‎

‎Koperasi simpan pinjam dan pembiayaan syariah yang berpusat di Lasem itu sebelumnya dipimpin oleh Abdullah Yazid selaku Ketua Pengurus. Lembaga tersebut berstatus KSPPS dengan aset yang ditegaskan sebagai milik koperasi, bukan milik pribadi pengurus meski sejumlah sertifikat menggunakan nama personal (nomine).

‎

‎Namun sejak 2024–2025, BMT BUS menjadi sorotan publik terkait proses hukum dan penanganan pengembalian dana anggota. Sejumlah nasabah mengaku dana simpanan mereka belum kembali hingga kini.

‎

‎Salah satunya Fachrudin WAW, warga Desa Mrayun RT 03 RW 04, Kecamatan Sale, Rembang. Ia mengaku menjadi korban dengan nilai tabungan sebesar Rp25 juta yang hingga kini belum ada kejelasan.

Baca Juga :  Diduga Jual Beli Tanah Kas Desa Mangin Dilaporkan Polres Grobogan

‎

‎“Uang itu sangat berarti bagi saya. Rencananya untuk biaya sekolah keluarga. Sampai sekarang belum ada kepastian dan bahkan tanpa kejelasan,” ujarnya, Senin (16/2/2026).

‎

‎Bangunan kantor yang kini tidak lagi beroperasi tersebut terlihat gelap dan tak berpenghuni saat malam hari. Cat tembok mulai kusam, halaman ditumbuhi rumput liar, dan pintu tertutup rapat tanpa aktivitas.

‎

‎Cerita menyeramkan pun mulai beredar di masyarakat. Gufron, salah satu warga yang kerap melintas di sekitar lokasi pada malam hari, mengaku beberapa kali mendengar suara-suara aneh dari dalam bangunan.

‎

‎“Sering terdengar seperti suara jeritan atau tangisan. Padahal jelas-jelas tidak ada orang di dalam. Kadang juga seperti ada bayangan lewat di balik kaca,” ungkapnya.

Baca Juga :  Dugaan Suap di Polres Luwu: Misteri Kebebasan Ismail yang Mengundang Tanda Tanya

‎

‎Cerita itu menyebar cepat di kalangan warga. Tak sedikit yang kini enggan melintas sendirian di depan bangunan tersebut saat malam hari. Suasana sunyi yang menyelimuti kantor BMT BUS seakan memperkuat kesan angker, terlebih di tengah kisah pilu para nasabah yang merasa dirugikan.

‎

‎Meski demikian, belum ada bukti atau penjelasan ilmiah terkait fenomena yang disebut warga tersebut. Cerita-cerita mistis itu berkembang dari pengalaman pribadi dan penuturan lisan masyarakat sekitar.

‎

‎Hingga berita ini diturunkan, proses penanganan kasus pengembalian dana anggota BMT BUS masih menjadi perhatian publik di Kabupaten Rembang. Sementara itu, bangunan kantor yang dahulu menjadi tempat aktivitas simpan pinjam kini berdiri sunyi—menyisakan tanda tanya, baik soal kejelasan dana nasabah maupun kisah-kisah misterius yang menyelimutinya.

‎

‎Reporter: Linda Meia Kurniawati/ Read One

Berita Terkait

Dugaan Job Fiktif PMI Jepang Diselidiki, Sejumlah LPK dan Rantai Penempatan Jadi Sorotan  
LPER Cabang Semarang Raya Resmi Terima SK Kepengurusan Periode 2026–2031, Siap Bersinergi untuk Pemberdayaan Ekonomi Rakyat  
DPRD Demak Gelar Paripurna ke-33, Enam Fraksi Sampaikan Pandangan Umum Raperda APBD 2027  
Ketika Penyidik Dengan Jaksa Penuntut Umum Kejari Semarang Sependapat, Terlapor Menjadi Tersangka Dan Perkara P21  
Pengurus SMSI Jawa Tengah Periode 2026-2030 Resmi Dilantik di Demak
Audiensi Forrbes Memanas, Massa Walk Out Tuntut Bupati Jelaskan Polemik KUA-PPAS 2027
John L. Situmorang Soroti Rencana Eksekusi Rumah Klien, Minta PN Semarang Menunda  
Ketua Umum FORWAKUM TIPIKOR Mulai Soroti Disdik Batu Bara, Diduga Jadi Objek Bisnis Meraup Keuntungan   

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Dugaan Job Fiktif PMI Jepang Diselidiki, Sejumlah LPK dan Rantai Penempatan Jadi Sorotan  

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:08 WIB

LPER Cabang Semarang Raya Resmi Terima SK Kepengurusan Periode 2026–2031, Siap Bersinergi untuk Pemberdayaan Ekonomi Rakyat  

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:49 WIB

DPRD Demak Gelar Paripurna ke-33, Enam Fraksi Sampaikan Pandangan Umum Raperda APBD 2027  

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:13 WIB

Ketika Penyidik Dengan Jaksa Penuntut Umum Kejari Semarang Sependapat, Terlapor Menjadi Tersangka Dan Perkara P21  

Senin, 5 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Pengurus SMSI Jawa Tengah Periode 2026-2030 Resmi Dilantik di Demak

Berita Terbaru

Tak Berkategori

Bank BKK Purwodadi Sampaikan Ucapan Selamat Hari Santri Nasional 2026

Kamis, 22 Okt 2026 - 11:16 WIB