GROBOGAN – Mediaindonesiamaju.com 11 -03 – 2026 Dugaan kasus penganiayaan dan perundungan terhadap seorang santriwati di Pondok Pesantren (Ponpes) Ngrebo, Desa Kandangrejo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, menjadi sorotan publik. Peristiwa ini dinilai mencoreng dunia pendidikan, khususnya lingkungan pesantren yang seharusnya menjadi tempat pembinaan moral dan pendidikan bagi para santri.
Korban berinisial TR (20th) santriwati asal Desa Tarub, Kecamatan Tawangharjo, diduga mengalami penyiksaan dan perundungan oleh sekelompok orang yang disebut-sebut memiliki pengaruh di lingkungan ponpes tersebut.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, keluarga TR awalnya menerima kabar dari salah satu teman satu pondok korban yang menyampaikan bahwa TR sedang sakit akibat mengalami penyiksaan. Mendengar kabar tersebut, pihak keluarga segera mendatangi Ponpes Ngrebo untuk memastikan kondisi korban.
Saat tiba di lokasi, keluarga mendapati TR dalam kondisi memprihatinkan. Korban terlihat lemah, dengan wajah dipenuhi lebam serta rambut yang telah digunduli. Selain itu, TR juga tampak mengalami trauma dan ketakutan sehingga belum berani menceritakan secara jelas peristiwa yang dialaminya.
Pihak keluarga kemudian berupaya membawa korban ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, menurut keterangan keluarga, langkah tersebut sempat mendapat larangan dari beberapa oknum di lingkungan ponpes.
Merasa tidak mendapat kejelasan dan khawatir dengan kondisi korban, keluarga akhirnya memutuskan untuk pulang dan bermusyawarah dengan keluarga besar guna menentukan langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib.
Kasus dugaan perundungan dan penganiayaan ini menambah daftar panjang persoalan kekerasan di lingkungan pendidikan. Pengawasan yang ketat serta pembinaan terhadap lembaga pendidikan, termasuk pesantren, dinilai sangat diperlukan agar peristiwa serupa tidak terulang kembali.
Keluarga korban berharap pihak terkait dapat bertanggung jawab atas kejadian ini. Mereka juga meminta aparat penegak hukum melakukan penyelidikan secara transparan agar kebenaran dapat terungkap dan korban memperoleh keadilan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Ponpes Ngrebo, Desa Kandangrejo Kecamatan Purwodadi belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan peristiwa tersebut. Kasus ini pun masih menjadi perhatian masyarakat yang menunggu langkah lanjutan dari pihak berwenang.
Rep : Tim










