Deli Serdang – Mediaindonesiamaju.com Topeng “menantu baik” yang dikenakan R akhirnya runtuh. Pria yang tinggal di Kelurahan Bandar Khalippa, Kecamatan Percut Sei Tuan, ini diduga kuat menguras uang mertuanya sendiri hingga Rp60 juta, lalu kabur tanpa jejak, meninggalkan istri dan anaknya dalam kondisi memprihatinkan.
Kasus memalukan ini mencuat setelah R berpura-pura meminjam uang Rp5 juta kepada mertuanya, Sumarni, pada Jumat (16/5/2025), dengan dalih modal jual beli sepeda motor. Namun, bukannya kembali membawa hasil usaha, R justru menghilang selama tiga hari dan ketika muncul, saldo rekening Sumarni telah ludes tak bersisa.

Lebih ironis, R berdalih dirinya “terhipnotis”. Dalih klise yang justru menambah kecurigaan publik, terlebih setelah bukti mutasi rekening Bank BRI menunjukkan uang tersebut berpindah ke rekening pribadi R.
“Uang saya habis Rp60 juta. Semua hasil kerja keras,” ujar Sumarni dengan suara bergetar.
Mobil Dibeli, Nafkah Diabaikan
Fakta lain yang membuat publik geram, R ternyata sudah lama menunjukkan tabiat buruk. Wella, istri R sekaligus anak kandung Sumarni, mengungkapkan bahwa selama hampir tiga tahun pernikahan, dirinya jarang dinafkahi, meski R sudah difasilitasi mobil oleh orang tuanya.
Sebelum menikah, R mengaku bekerja sebagai sopir dan memohon bantuan kepada calon mertuanya agar bisa mencari nafkah dengan layak. Tergerak oleh rasa iba, Suhanta, ayah Wella, bahkan rela membelikan mobil secara kredit untuk R.
Namun harapan tinggal harapan. Mobil bukan menjadi alat mencari rezeki, justru menjadi beban mertua. Cicilan dan perawatan mobil lebih sering dibayar Suhanta, sementara R tetap abai terhadap tanggung jawabnya sebagai suami dan ayah.
Tak Hormati Mertua, Tinggalkan Keluarga
Selama tinggal di rumah mertua di Desa Bandar Khalippa, R disebut kerap bersikap tak hormat. Puncaknya, setelah menguras rekening Sumarni, R mengembalikan ATM lalu kabur lagi, seolah menantang hukum dan nurani.
Sikap keluarga R pun menuai sorotan. Saat dikonfirmasi awak media, kakak kandung R memilih bungkam, menambah kesan bahwa keluarga terlapor enggan bertanggung jawab.
Kasus Naik Penyelidikan
Pihak Kepolisian melalui Polsek Medan Tembung memastikan kasus ini telah dinaikkan ke tahap penyelidikan (Lidik) dan telah dilakukan gelar perkara. Pelapor berharap polisi segera menemukan R agar tidak terus bersembunyi dari jerat hukum.
Kasus ini menjadi tamparan keras tentang pengkhianatan dalam keluarga, ketika kepercayaan dan kasih sayang justru dibalas dengan penipuan keji.
Uang habis, keluarga hancur, pelaku kabur. Publik kini menunggu: apakah R akan terus lari, atau akhirnya berani bertanggung jawab di hadapan hukum?
Rep : Admin










