Mengintip Dokar di Pasar Kota Rembang yang Masih Bertahan Hingga Kini   

- Jurnalis

Kamis, 16 Oktober 2025 - 11:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MIM, JAWA TENGAH, 16 OKTOBER 2025

Rembang, – Mediaindonesiamaju.com Delman atau dokar sudah tak mentereng seperti puluhan tahun lalu. Bahkan di Kabupaten Rembang jumlahnya kini bisa dihitung dengan jari. Yaitu, hanya enam. Keenam delman tersebut kini hanya beroperasi di sekitar Pasar Kota Rembang.

 

Jika ditarik puluhan tahun belakang, delman atau dokar menjadi salah satu alat transportasi yang paling terkenal. Namun berbanding terbalik dengan saat ini. Karena memang sudah tak banyak mode transportasi yang ‘mesinnya’ menggunakan kuda.

 

Begitu juga dengan di Kabupaten Rembang. Bahkan saat ini jumlah dokar dapat dihitung dengan jari. Hanya enam dokar saja. Keenamnya kini sering mangkal di Pasar Rembang.

 

Umumnya keenam dokar itu akan mangkal sekitar pukul 07.00WIB. Hingga siang hari mereka akan tetap mangkal di depan pintu masuk Pasar Rembang. Lalu, pada sore harinya mereka akan kembali pulang ke rumah masing-masing.

 

“Dulu di Rembang ya puluhan. Kalau sekarang hanya ada lima,” terang Darminto, (80) seorang kusir dokar di Pasar Rembang kepada wartawan MIM ini.

Baca Juga :  Kepala Desa Yahmo Beri Klarifikasi Terkait Isu Alih Fungsi Gedung Serbaguna, Tunjukkan Dokumen Lengkap di Hadapan Media

 

Pria yang sudah menjadi kusir sejak tahun 1970 itu mengatakan, jika jumlah dokar di Rembang terus berkurang. Ia pun mengingat, dia tahun1970 lalu, dokar menjadi moda transportasi umum yang sangat terkenal. Jumlahnya mencapai ratusan. Menyebar di seluruh kecamatan di Rembang.

 

Namun kini dokar mulai ditinggalkan. Jumlahnya pun berkurang sangat banyak. Terutama pada 10 tahun terakhir. Bahkan kini jumlahnya hanya enam. Keenamnya hanya di Kecamatan Rembang. “Tinggal kami berenam. Dua di antaranya masih baru. Sedangkan empat sisanya orang lama semua,” terangnya.

 

Pria yang akrab disapa Mbah Min itu memiliki alasan mengapa tak ingin meninggalkan dokar. Salah satunya adalah rasa cintanya yang sudah mendalam. Maklum saja, Mbah Min sudah menggeluti pekerjaan ini selama 55 tahun.

 

Selain itu, Mbah Min juga tak ingin dokar sampai punah. Baginya dokar bukan hanya sebuah mode transportasi, namun juga warisan budaya yang wajib untuk dilestarikan. “Eman kalau sampai ditinggal. Kalau bisa dokar ini wajib untuk dilestarikan,” tandasnya.

Baca Juga :  Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup

 

Sementara itu, Sugito, salah satu kusir dokar di Pasar Rembang mengaku baru menjadi kusir sejak Sepuluh tahun lalu. Dulunya Sugito pun tak pernah berpikir jika harus menjadi kusir dokar.

 

Namun takdir seolah-olah ingin Sugito menjadi kusir. Sepuluh tahun lalu, ayah dari Sugito pensiun dari menjadi kusir dokar. Seluruh peralatan kusir pun diserahkan kepada Sugito. Mulai dari kuda hingga dokar.

 

Pesan sang ayah adalah Sugito harus meneruskan pekerjaan sang ayah.

“Dulu diminta bapak untuk meneruskan. Mau tidak mau ya harus diterima,” terang pria yang kini berusia 54 tahun itu.

 

Namun bukan hanya hal itu yang membuat Sugito ingin menjadi seorang kusir. Karena dalam hati kecilnya, Sugito tak sampai hati jika dokar sampai punah di kemudian hari.

“Saya dari kecil sudah akrab sama dunia dokar, jadi ada eman kalau dokar sampai punah,” tandasnya.

 

Rep : Bowo

Berita Terkait

LPER Cabang Semarang Raya Resmi Terima SK Kepengurusan Periode 2026–2031, Siap Bersinergi untuk Pemberdayaan Ekonomi Rakyat  
DPRD Demak Gelar Paripurna ke-33, Enam Fraksi Sampaikan Pandangan Umum Raperda APBD 2027  
Ketika Penyidik Dengan Jaksa Penuntut Umum Kejari Semarang Sependapat, Terlapor Menjadi Tersangka Dan Perkara P21  
Pengurus SMSI Jawa Tengah Periode 2026-2030 Resmi Dilantik di Demak
Audiensi Forrbes Memanas, Massa Walk Out Tuntut Bupati Jelaskan Polemik KUA-PPAS 2027
John L. Situmorang Soroti Rencana Eksekusi Rumah Klien, Minta PN Semarang Menunda  
Ketua Umum FORWAKUM TIPIKOR Mulai Soroti Disdik Batu Bara, Diduga Jadi Objek Bisnis Meraup Keuntungan   
Hampir Sepekan Tanpa Kejelasan, Kuasa Hukum Siti Fatimah Beri Batas Waktu Kopendik Banjarejo  

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:08 WIB

LPER Cabang Semarang Raya Resmi Terima SK Kepengurusan Periode 2026–2031, Siap Bersinergi untuk Pemberdayaan Ekonomi Rakyat  

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:49 WIB

DPRD Demak Gelar Paripurna ke-33, Enam Fraksi Sampaikan Pandangan Umum Raperda APBD 2027  

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:13 WIB

Ketika Penyidik Dengan Jaksa Penuntut Umum Kejari Semarang Sependapat, Terlapor Menjadi Tersangka Dan Perkara P21  

Senin, 5 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Pengurus SMSI Jawa Tengah Periode 2026-2030 Resmi Dilantik di Demak

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:24 WIB

Audiensi Forrbes Memanas, Massa Walk Out Tuntut Bupati Jelaskan Polemik KUA-PPAS 2027

Berita Terbaru

Tak Berkategori

Bank BKK Purwodadi Sampaikan Ucapan Selamat Hari Santri Nasional 2026

Kamis, 22 Okt 2026 - 11:16 WIB