MIM, 29 April 2026
Simalungun Media Indonesia Maju 29/4/2026.
Dugaan penjualan tanah Negara yang di duga melibatkan General Manager (GM) PTPN IV PalmCo Regional II unit kebun Tinjowan semakin hari semakin memanas dan menjadi pembahasan dan sorotan publik.

Hal itu di picu pernyataan Asisten Kepala (Askep) Bapak Sahrul Saragih terhadap awak media yang terkesan melindungin pengusaha Sugeng yang di duga menguasai lahan HGU (Hak Guna Usaha) di Afdeling 3 unit Kebun Tinjowan, tepatnya di Desa Teluk lapian kecamatan Ujung padang kabupaten Simalungun/Sumatera Utara.
Hingga publik bertanyak ada apa dengan Sugeng dan Askep apakah ada hubungan keluarga atau hubungan “Sepesial” Atau Bapak askep mendapat perintah Dari GM Regional II Bapak Raja Suandi Purba, untuk berkolaborasi dengan Bapak Sugeng demi meraup keuntungan pribadi,,?

Hal ini di perkuat ketika Bapak Sahrul Saragih mengirimkan fhoto Bapak Sugeng ke Awak Media Indonesia Maju di mana fhoto tersebut Bapak Sugeng Berada di kantor BPN (Badan Pertanahan Negara) kabupaten Simalungun, dan Bapak Askep ini juga mengatakan terhadap Awak media melalui pesan singkat, Bahwa Bapak Sugeng sedang membuktikan Bahwa lahan tersebut bukan lahan HGU.
Hal itu sangat bertolak belakang dengan pernyataan Bapak Askep Sahrul Saragih kamis 23/4/2026, di saat temu pers di kantor afdeling 3 kebun tinjown. Bapak Askep ini mengatakan di hadapan Awak media Bahwa Bapak Sugeng memang ada mendirikan bangunan di atas lahan HGU.
Dan Bapak Sahrul Saragih mengatakan juga Bapak Sugeng tadinya meminjam pakai tanah tersebut untuk kegiatan pertandingan Bola Volly piala Wakil Bupati, dan setelah selesai dia akan mengembalikan lahan tersebut terhadap PTPN IV palmCo regional II unit Kebun Tinjowan!
Kata askep Sahrul Saragih “”Tapi sekarang malah di dirikan Bangunan, padahal masih kita simpan Surat permohonan itu sebagai barang bukti dan pegangan kita, ”
Dari peryataan Bapak Sahrul Saragih akan membuat laporan kepada pihak APH akan tetapi kok tidak dilakukan,,!. Lalu “kenapa ” Tandan Buah Segar (TBS) hanya, 3 buah saja di curi masyarakat di laporkan ke pihak APH,!. Inilah yang membuat “publik” bingung ada apa dengan PTPN IV palmCo regional II, apakah perusahaan Negara ini sudah mengalami keuangan yang sudah vailit.
Sementara General Maneger Regional II Raja Suandi Purba Selalu di konfirmasi oleh awak media melalui Aplikasi Whatsapp, terkesan tertutup dan ketakutan terhadap wartawan, akibat pemberitaan di media online sudah makin menjamur dan viral, hingga Bapak GM yang alergi terhadap wartawan yang selalu mengkritik kinerjanya sering memblokir nomor telepon awak media termasuk awak media ini.
Ramainya sorotan publik dan juga tajamnya kritik dari berbagai media online terhadap staf PTPN IV palmCo terkait dugaan penjualan tanah Negara, seakan akan tidak membuat gentar oknum pejabat BUMN dan bahkan terkesan kebal hukum.
Dan bahkan sampai berita ini di turunkan tindakan dari APH (Aparat Penegak Hukum) belum terrealisasi dan Bahkan wartawan yang mempublikasikan dugaan penjualan Tanah Negara yang di duga melibatkan oknum pejabat BUMN malah mendapat teror dari orang yang tak di kenal melalui telepon seluler,
Salah satu Aktifis dan juga dewan Redaksi media Sergap24jam. Com Budiman Napitupulu sangat menyayangkan tindakan orang yang tak di kenal tersebut meneror wartawan dan mengajak rekan rekan wartawan yang mendapat teror agar segera melaporkan ke pihak yang berwajib (polda Sumatera Utara), ucap Bapak Budiman Napitupulu.
Rep_Erika M










