Media Indonesia maju 14/8/2026.
Banyaknya tanaman pohon kelapa sawit milik PTPN IV PalmCo Unit Bukit Lima yang mati, menjadi perhatian dan sorotan publik.
Tajamnya sorotan publik terhadap Badan usaha milik Negara (BUMN) yang terletak di kecamatan Huta Bayu Raja Kabupaten Simalungun/Sumatera Utara di akibatkan lahan perkebunan Yang di tanam Ulang (TU) Tidak ada perawatan, seakan akan kebun tersebut tidak bertuan, hingga banyak pohon sawit yang mati dan makuna juga tidak hidup, namun pihak menejemen tidak ada tindakan.

Bapak Saut Damanik selaku Asisten di Afdeling VI kebun Bukit Lima ketika di konfirmasi awak media lewat WhatsApp, terkait penyebab kematian pohon sawit dan tidak adanya tumbuh makuna, mengatakan bahwa pohon sawit yang mati di sebabkan jamur, dan penyebab makuna belum ada di karenakan baru pembibitan dan belum di tanam.
Namun ketika wartawan menanyakkan siapa yang mengerjakan perawatan di TU, apakah karyawan pelaksana atau pendor (Pemborong) Bapak Saut Damanik tidak menjawab WhatsApp awak media.
Sementara Asisten kepala (ASKEP) Bapak Fery Maruli Saragih di konfirmasi Awak media terkait tanaman pohon sawit yang berada di blok 25. N dan juga terkait dugaan Asisten menyala gunakan jabatannya dengan memperdayakan karyawan pelaksana mengerjakan lahan TU. Bapak fery Maruli Saragih mengatakan terimahkasih atas informasinya, dan saya akan selidiki kebenarannya. Ucap Bapak Askep yang Baru menjabat beberapa hari di kebun Bukit Lima, melalui WhatsApp.
Sementara Menejer kebun Bukit Lima Bapak Mugiyanto tidak ada menjawab WhatsApp awak media, jumat 14/8/2026,
Hingga berita ini di layangkan Awak media ke meja kerja Redaksi, berharap adanya dan membuka ruang bagi sang menejer untuk memberikan klarifikasi terkait dugaan gagalnya tanaman sawit yang berada di kebun Bukit Lima Unit Afdeling VI.
Publik juga berharap terhadap jendral Menejer (JM) Distrik Bapak Misaeli Lahagu agar melakukan evaluasi terhadap bawahanya kalau memang terbukti menyala gunakan jabatannya.
Apabila kerusakan TU tersebut akibat kelalayan vendor, sudah sewajarnya vendor tersebut di beklis dari BUMN khususnya PTPN IV PalmCo.
Dan sebaliknya apa bila ada penyalah gunaan jabatan yang di lakukan oleh menejer, dengan memangkas anggaran dari pihak pendor dengan berkaloborasi untuk meraup ke untungan pribadi di perusahaan BUMN, sudah selayak nya di evaluasi, agar jangan menjadi polemik di publik.
Ref:Erika manik










