MIM, Jabodetabek 10 Februari 2026
Jakarta ,Mediaindonesiamaju.com— Sebagai fakultas yang telah terakreditasi Unggul, Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Jakarta (FH UMJ) terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi hukum. Salah satu wujud nyata komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Pelatihan Legal Corporate bagi mahasiswa tahap akhir, yang dilaksanakan pada Selasa, 10 Februari 2026.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara FH UMJ, Asosiasi Program Studi Ilmu Hukum Perguruan Tinggi Muhammadiyah (APSIH PTM), dan Batavia Advocatorum, dengan tujuan mempersiapkan calon Sarjana Hukum yang tidak hanya kuat secara konseptual, tetapi juga unggul secara keterampilan dan kesiapan profesional.
Wakil Dekan FH UMJ, Dr. Aby Maulana, S.H., M.H., menegaskan bahwa sebagai institusi yang telah meraih akreditasi Unggul, FH UMJ memiliki tanggung jawab akademik dan moral untuk memastikan lulusannya benar-benar siap bersaing di dunia kerja.
“Sebagai Fakultas Hukum yang telah terakreditasi Unggul, FH UMJ tidak boleh berhenti pada capaian administratif semata. Pelatihan ini merupakan bagian dari strategi berkelanjutan kami untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa agar selaras dengan tuntutan dunia usaha dan dunia kerja, dengan melibatkan para profesional dan praktisi yang berpengalaman,” ungkap Aby.
Senada dengan hal tersebut, Dekan FH UMJ, Dr. Dwi Putri Cahyawati, S.H., M.H., menegaskan bahwa status akreditasi Unggul harus dibarengi dengan kualitas lulusan yang nyata dan terukur.
“Akreditasi Unggul adalah amanah. Oleh karena itu, mahasiswa FH UMJ harus memiliki kemahiran praktis, khususnya di bidang Legal Corporate, yang saat ini membuka peluang kerja sangat luas bagi sarjana hukum. Inilah bentuk keseriusan kami dalam menjaga mutu lulusan,” tegasnya.
Pelatihan ini diikuti oleh 92 mahasiswa dan menghadirkan dua narasumber dari kalangan praktisi hukum dan korporasi. Narasumber pertama, Hendra Pratama, S.H., selaku Manager Legal PT Panasonic Gobel, menyampaikan materi Hukum Perusahaan (Corporate Law) dan Kepatuhan Hukum (Legal Compliance). Materi yang disampaikan mencakup analisis mendalam Undang-Undang Perseroan Terbatas, struktur dan organ perseroan, permodalan, serta aspek legalitas perusahaan.
Selain itu, peserta dibekali pemahaman mengenai pentingnya kepatuhan hukum dalam mengelola risiko perusahaan, serta teknis pengurusan perizinan berusaha berbasis risiko melalui sistem OSS RBA.
Sesi berikutnya dilanjutkan oleh Towy Aryanosa, S.H., M.H., Advokat dari Batavia Advocatorum, yang mengupas Hukum Ketenagakerjaan dan Penyelesaian Sengketa Bisnis. Materi mencakup aspek hukum hubungan industrial, penyusunan perjanjian kerja dan peraturan perusahaan, hingga mekanisme penyelesaian sengketa melalui litigasi maupun alternatif penyelesaian sengketa (ADR). Peserta juga dibekali keterampilan negosiasi dan komunikasi hukum sebagai kompetensi penting dalam praktik hukum korporasi.
Dr. Aby Maulana menambahkan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari agenda wajib FH UMJ yang akan terus dikembangkan dengan berbagai tema strategis lainnya.
“Pelatihan seperti ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bukti konkret tanggung jawab FH UMJ dalam memperkuat kualitas lulusan. Ini bukan sekadar kegiatan tambahan, tetapi bagian dari sistem pembelajaran yang harus diikuti oleh seluruh mahasiswa Fakultas Hukum UMJ,” tambahnya.
Pelaksanaan kegiatan dipandu oleh Nanda Sahputra Umara, S.H., M.H., selaku Ketua Laboratorium Hukum FH UMJ, dan berlangsung secara interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta.
Melalui pelatihan ini, FH UMJ menegaskan posisinya sebagai Fakultas Hukum terakreditasi Unggul yang konsisten menghadirkan pendidikan hukum berkualitas, adaptif terhadap kebutuhan dunia profesional, serta berorientasi pada penciptaan lulusan yang kompeten, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan global.
Rep_Fq










