MIM, JAWA TENGAH, 10 NOVEMBER 2025
Rembang, – Mediaindonesiamaju.com Tepat pada tanggal 10 November kita mengenang sebagai hari pahlawan. Veteran, sebagai rasa terima kasih negara atas perjuangan anak bangsa yang telah membela dan mempertahankan tanah air di masa lampau.
Namun, saat ini pejuang-pejuang nan gagah perkasa di medan perang ini telah rentan dimakan usia. Meski memiliki peran besar dalam membela kedaulatan negara, namun hingga hari ini jasa veteran seakan terlupakan.

Hidup dibawah garis kesejahteraan serta minimnya santunan menjadi bukti bahwa veteran sampai hari ini belum mendapat perhatian yang nyata dari pemerintah.
Salah satu veteran yang merasakan hal tersebut ialah Masdjudi (85), merupakan pejuang dalam penjaga perbatasan negara sampai Tanjung pada tahun 1960 sampai 1990 (pensiun) yakni peperangan yang lebih dikenal sebagai operasi Trikora dan Dwikora.
Saya dari Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) dulu masuk lewat bintara, kalau di AURI sengsara untuk pangkat, mestinya kalau bener, saya sudah menjadi Letnan Kolonel (Letkol), itu kalau bener, karena tidak bener saya menjadi Pembantu Letnan Satu (Peltu) sampai pensiun,” terang Masdjudi, saat ditemui MIM di rumahnya, Senin (10/11/2025)
Masdjudi menerangkan, untuk kesejahteraan sampai saat ini kurang ada perhatian, saya dan rekan yang masih hidup masih berjuang bertahan hidup dengan bergantung kepada anak lantaran minimnya santunan yang diterimanya.
Perlu diketahui saat ini pensiun Masdjudi Rp 2,4 juta, sedangkan bantuan dari Veteran pusat hanya menerima Rp 1.8 juta setiap bulan. Untuk tali asih dari pemerintah daerah setiap satu tahun sekali kemarin sudah dihapus, sudah tidak ada lagi, ya prihatin, lah kita,” ucap Masdjudi alias Mbah kung dengan nada lirih.
Jika dahulu nominal ini cukup besar untuk bertahan hidup, namum saat ini nominal tersebut sangat jauh dari kata cukup. Selain itu, tidak ada lagi santunan yang diberikan kepada veteran yang masih tersisa.
“Saat ini total veteran di Rembang, tersisa 9 orang saja, setiap tahun berkurang, setiap tahun ada yang meninggal, dikarenakan mereka sudah berumur 80 tahunan. Veteran di Rembang sebagian besar terdiri dari pejuang kemerdekaan, pejuang operasi Trikora, dan Dwikora.
Tidak banyak yang bisa dilakukan Masdjudi dan 8 rekan lainnya, meski tidak menginginkan lebih, namun menurutnya, ia dan rekan-rekan dapat diberikan sedikit perhatian khusus. Kebutuhan untuk menghabiskan sisa hidupnya.
“Sampai saat ini kami merasa memang benar-benar tidak mendapat perhatian. Ibarat ‘Habis Manis Sepah Dibuang’ Padahal dulu, kami bersedia mengorbankan nyawa kami, hidup mati membela negara Republik Indonesia ini.
Sampai saat ini sebagian besar veteran hanya menggantungkan hidup pada anak untuk bertahan hidup. Karena tunjangan kami sangat jauh dari kata layak untuk kehidupan saat ini, rumah saja saya tidak punya, rumah ini dulu bekas kandang ayam, tanah punya adik,” sambungnya.
Ia berharap, baik pemerintah pusat, daerah atau kabupaten harusnya lebih tahu tanpa kita (Veteran red) banyak ngomong.
Rep : Sri Wannik










