MIM, LAMPUNG, 26 NOVEMBER 2025
Way Sulan, Lampung Selatan – Mediaindonesiamaju.com Anggota DPRD Kabupaten Lampung Selatan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke proyek rehabilitasi ruang kelas SD Negeri Pamulihan, Kecamatan Way Sulan, pada Selasa (25/11/2025), menyusul pemberitaan mengenai dugaan pengerjaan yang tidak sesuai standar. Sidak ini dilakukan oleh Deri Kusuma dan Ismail, anggota DPRD dari Dapil 7.
Proyek yang didanai dari APBD tahun 2025 sebesar Rp632.761.911,40 ini dikerjakan oleh CV Mudia Karya dengan masa pengerjaan 120 hari kerja. Dalam sidak tersebut, ditemukan beberapa catatan, termasuk bagian sopi-sopi yang belum diplester, kuda-kuda bangunan yang belum diaci namun sudah dipasang plafon, serta pembangunan jamban yang tidak menggunakan batu pondasi dan penggunaan pipa yang diduga tidak sesuai spesifikasi.
Deri Kusuma, saat meninjau langsung ke lokasi, menyampaikan kekhawatiran terkait potensi kerusakan dini dan risiko terhadap kekuatan bangunan, yang dapat membahayakan siswa dan guru. “Kami berharap pihak kontraktor segera melakukan perbaikan agar kualitas bangunan sesuai dengan yang diharapkan,” ujarnya.

Margono, kepala tukang dari CV Mudia Karya, mengakui adanya beberapa temuan tersebut dan menyatakan komitmennya untuk segera melakukan perbaikan. “Kami akan segera memperbaiki semua catatan yang ada, termasuk mengganti pipa yang tidak sesuai spesifikasi,” jelas Margono. Ia juga menambahkan bahwa pihaknya akan berkoordinasi lebih intensif dengan konsultan pengawas untuk memastikan pekerjaan sesuai dengan standar yang ditetapkan.
DPRD Lampung Selatan memberikan waktu tiga hari kepada pihak kontraktor untuk melakukan perbaikan. Jika dalam waktu tersebut tidak ada perbaikan signifikan, DPRD akan merekomendasikan penahanan proses Provisional Hand Over (PHO) kepada dinas terkait. Selain itu, Komisi III DPRD Lampung Selatan berencana memanggil dinas terkait dan pihak kontraktor untuk Rapat Dengar Pendapat (RDP) guna membahas masalah ini secara lebih mendalam.
Terkait pengawasan proyek, DPRD Lampung Selatan menyoroti perlunya peningkatan intensitas pengawasan dari dinas terkait dan kehadiran tim konsultan di lokasi proyek. Hal ini diharapkan dapat meminimalkan potensi masalah dan memastikan kualitas pekerjaan yang optimal.
Rep : Yoyon










