MIM, LAMPUNG, 28 NOVEMBER 2025
LAMPUNG TIMUR – Mediaindonesiamaju.com Dugaan Pembangunan ruang kelas baru di SDN Tanjung Wangi, Lampung Timur, senilai Rp 188.789.532,02, tengah menjadi sorotan publik. Sejumlah dugaan terkait pelaksanaan yang tidak sesuai standar muncul, menimbulkan kekhawatiran akan kualitas dan keselamatan bangunan.
Berdasarkan pengamatan di lapangan, dinding dalam ruang kelas belum diplester dan diaci, padahal tahap ini penting untuk memperkuat struktur serta memastikan tampilan rapi. Selain itu,
penggunaan kerangka baja diduga tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI), yang berpotensi membahayakan keamanan fisik bangunan di masa depan.“Kami berharap agar pihak yang bertanggung jawab segera melakukan perbaikan dan memastikan material serta pengerjaan sesuai standar,” ujar seorang warga sekitar yang enggan disebut namanya.Namun,
pihak kontraktor pelaksana, CV Putra Mandiri, belum memberikan keterangan resmi saat dimintai konfirmasi. Pekerja di lokasi juga terlihat enggan berkomentar terkait dugaan pelanggaran tersebut. Sementara itu, kondisi pekerja tanpa penggunaan alat pelindung diri (APD) menambah kekhawatiran akan keselamatan selama proses pembangunan.

Proyek ruang kelas ini diharapkan menjadi prioritas agar dapat segera dievaluasi dan diperbaiki bila memang ada kekurangan.Para orang tua dan guru berharap bangunan yang dibangun dapat memberikan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. “Anak-anak kami berhak mendapatkan fasilitas belajar yang memenuhi standar,” ungkap kepala sekolah SDN Tanjung Wangi.Perkembangan terbaru akan terus dipantau untuk mengetahui langkah perbaikan dan upaya penyelesaian yang dilakukan oleh pihak terkait.
Rep : Yoyon










