MIM, JAWA TWNGAH, 09 JANUARI 2026
Demak – Mediaindonesiamaju.com Seorang pasien bernama Galih Wisnu (32) dilaporkan mengalami henti jantung usai menjalani tindakan impaksi atau pencabutan gigi geraham di RSUD Sultan Fatah Demak. Peristiwa tersebut menimbulkan sorotan publik karena hingga kini belum ada audit terbuka maupun penjelasan resmi dari otoritas kesehatan terkait.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Galih Wisnu masuk ke RSUD Sultan Fatah Demak untuk menjalani tindakan cabut gigi geraham. Pasien disebut tidak memiliki riwayat penyakit jantung. Atas anjuran dokter bedah mulut, tindakan medis tersebut dilakukan di Instalasi Bedah Sentral (IBS) dengan menggunakan anestesi.
Namun, setelah anestesi diberikan, pasien dilaporkan tidak sadarkan diri dan kemudian mengalami henti jantung. Kejadian ini diduga terjadi pada awal Desember, tetapi hingga saat ini belum ada keterangan resmi yang disampaikan secara terbuka kepada publik.
Informasi yang beredar di masyarakat menyebutkan bahwa rekam medis pasien sulit diakses dan pemberitaan terkait insiden ini terkesan senyap. Kondisi tersebut memicu berbagai pertanyaan mengenai standar keselamatan pasien, prosedur anestesi, serta transparansi pihak rumah sakit dan dinas terkait.
Hingga kini, belum diketahui adanya audit medis terbuka dari Dinas Kesehatan Kabupaten Demak maupun Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah untuk mengungkap secara jelas kronologi dan penyebab kejadian tersebut.
Sejumlah warga menilai, dalam kasus medis yang berdampak serius terhadap keselamatan pasien, rekam medis dan hasil evaluasi seharusnya disampaikan secara transparan. Audit independen dinilai penting guna memastikan apakah seluruh prosedur telah dijalankan sesuai standar operasional, sekaligus untuk mencegah kejadian serupa terulang.
“Masyarakat mempertanyakan ada apa dengan kasus ini. Keselamatan pasien dan kejelasan rekam medis seharusnya tidak ditutup-tutupi,” ujar salah satu warga.
Hingga berita ini diturunkan, pihak RSUD Sultan Fatah Demak maupun Dinas Kesehatan terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai insiden tersebut. Publik berharap adanya penjelasan yang terbuka, objektif, dan akuntabel demi kepastian hukum serta perlindungan keselamatan pasien.
Rep : Fiqih H










