MIM, Jabodetabek 26 Maret 2026
Jakarta, Mediaindonesiamaju.com– Ketegangan perang antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat yang kian memanas dinilai berpotensi menimbulkan dampak luas terhadap stabilitas geopolitik global, termasuk gangguan distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan perekonomian dunia.
Merespons kondisi tersebut, alumni Magister Sistem dan Teknik Transportasi Universitas Gadjah Mada (MSTT UGM), Fridrik Makanlehi atau yang dikenal sebagai Fritz Alor Boy, mengusulkan langkah antisipatif kepada pemerintah guna menghemat konsumsi BBM nasional.
Menurut Fritz, pemerintah perlu mempertimbangkan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH), khususnya bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
“Perang Iran dengan Israel-Amerika berpotensi berdampak global, terutama pada distribusi BBM dan ekonomi dunia. Untuk itu, saya mengusulkan agar pemerintah menerapkan WFH dan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, terutama yang hanya diisi satu orang,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).
Ia menilai, baik pemerintah pusat maupun daerah memiliki peran strategis dalam menekan konsumsi energi dengan mendorong ASN dan PPPK bekerja dari rumah.
“Pemerintah pusat maupun daerah bisa meminta PNS dan PPPK bekerja dari rumah saja. Ini langkah konkret untuk mengurangi konsumsi BBM,” katanya.
Fritz menambahkan, penerapan WFH secara luas dapat membantu menghemat serta menyimpan cadangan BBM untuk beberapa bulan ke depan, mengingat konflik geopolitik belum dapat diprediksi kapan akan berakhir.
“Kita tidak bisa memastikan kapan perang ini selesai. Maka dari itu, WFH bisa menjadi solusi untuk menghemat dan menjaga ketersediaan BBM,” jelasnya.
Ia juga menyoroti kondisi di sejumlah negara yang mulai merasakan dampak krisis energi, seperti India dan Bangladesh yang disebutnya mengalami antrean panjang untuk mendapatkan pasokan minyak.
Selain WFH, Fritz turut mendorong masyarakat, termasuk ASN dan pekerja swasta, untuk beralih ke transportasi publik atau menggunakan sepeda sebagai alternatif mobilitas harian.
“Penggunaan transportasi publik atau sepeda tidak hanya menghemat energi, tetapi juga dapat mengurangi kemacetan serta polusi udara,” pungkasnya.
Rep_Putri










