MIM, Jawa Tengah 16 April 2026
GROBOGAN ,mediaindonesiamaju.com– Desa Sambongbangi, Kecamatan Kradenan, kembali menjadi sorotan publik. Setelah sebelumnya viral dengan berbagai kegiatan berskala besar, kini desa tersebut kembali ramai diperbincangkan akibat aksi swadaya masyarakat dalam pembangunan infrastruktur jalan.
Dalam beberapa tahun terakhir, Sambongbangi memang kerap mencuri perhatian. Pada tahun sebelumnya, desa ini sukses menggelar acara halal bihalal dengan anggaran fantastis. Kegiatan tersebut menghadirkan mubaligh kondang KH. Anwar Zahid, diiringi penampilan grup hadroh Azzahir serta orkes dangdut Ageng Musik. Bahkan, warga Belungwetan turut memeriahkan Syawalan dengan menghadirkan Monata. Rangkaian acara tersebut disebut-sebut menghabiskan anggaran hingga sekitar Rp700 juta dan mampu menarik puluhan ribu pengunjung.

Memasuki tahun 2026, perhatian publik kembali tertuju pada desa ini. Kali ini bukan karena hiburan, melainkan pembangunan jalan desa yang dilakukan secara swadaya oleh warga. Berdasarkan unggahan akun media sosial, warga Dusun Bengkal berhasil membangun jalan cor sepanjang 800 meter dengan lebar 2,6 meter, dengan total biaya sekitar Rp245 juta yang berasal dari iuran sukarela masyarakat.
Tak hanya itu, unggahan lain dari akun media sosial juga memperlihatkan pembangunan jalan sepanjang 315 meter yang didanai iuran warga dengan rata-rata Rp2 juta per kepala keluarga. Aksi ini menjadi viral dan memicu beragam tanggapan dari masyarakat luas.
Warga mengaku telah lama menginginkan akses jalan yang layak. Namun, harapan tersebut belum kunjung terealisasi, sehingga mendorong mereka untuk mengambil inisiatif sendiri melalui swadaya.
Fenomena ini menuai dua sudut pandang. Di satu sisi, banyak pihak mengapresiasi langkah tersebut sebagai wujud nyata semangat gotong royong dan kemandirian masyarakat desa. Di sisi lain, tak sedikit yang menilai aksi ini sebagai bentuk kritik atau bahkan sinyal ketidakpuasan terhadap pemerintah yang dinilai belum maksimal dalam memenuhi kebutuhan infrastruktur.
Terbaru, pada April 2026 ini, warga Sambongbangi dikabarkan kembali melanjutkan pembangunan jalan secara mandiri dari sumber non-pemerintah.
Apakah ini pertanda ketidakpercayaan terhadap pemerintah, atau justru bukti kuatnya solidaritas warga? Yang jelas, langkah masyarakat Desa Sambongbangi menjadi contoh nyata bahwa gotong royong masih hidup dan mampu menghadirkan perubahan nyata di tengah keterbatasan.










