Diduga Langgar Aturan, Pabrik Es Kristal Pemalang Rugikan Pemda dan Dampak Lingkungan Jangka Panjang Rugikan Masyarakat Sekitar

- Jurnalis

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 18:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MIM, JAWA TENGAH, 16 AGUSTUS 2025

 

Pemalang,  – Mediaindonesiamaju.com Berdasarkan informasi laporan dari masyarakat, ada sebuah perusahan produksi es kristal yang berlokasi di Dukuh Slarang, Desa Surajaya, Kabupaten Pemalang diduga melanggar aturan.

Hasil penelusuran awak media, diketahui produsen es kristal tersebut yakni Cv. Clasier Ice yang beralamat di Jalan Pemalang – Randudongkal KM 12 Nomor Ruas 158.

Informasi dari narasumber terpercaya, perusahan dibawah bendera CV. Clasier Ice awalnya hanya memiliki satu buah mesin produksi, kemudian untuk meningkatkan skala produksi saat ini, perusahaan tersebut menambah atau memiliki dua buah mesin produksi akan tetapi diduga tidak melakukan pengurusan izin baru.

“Penambahan mesin produksi pada pabrik es kristal umumnya memerlukan pelaporan atau bahkan pengurusan izin baru, tergantung pada skala peningkatan produksi dan peraturan daerah setempat,” bener narasumber yang enggan disebutkan namanya.

Menurutnya, peningkatan kapasitas produksi melalui penambahan mesin bisa berarti perubahan signifikan pada operasional perusahaan, termasuk perubahan skala usaha.

Baca Juga :  Andi Rustono: Satpol PP Pemalang Harus Lebih Tegas dalam Menangani Prostitusi  

“Jika penambahan mesin menyebabkan peningkatan produksi yang signifikan, perusahaan mungkin dianggap naik kelas dari skala usaha kecil menjadi menengah atau besar, yang memerlukan jenis izin yang berbeda. Karena apabila ada peningkatan produksi, tentu akan ada perubahan dampak lingkungan,” ujarnya.

Lebih lanjut, narasumber yang juga selaku aktivis lingkungan hidup tersebut mengatakan bahwa, mesin baru bisa saja berdampak pada lingkungan sekitar, seperti peningkatan konsumsi energi atau limbah. Ini perlu dilaporkan dan mungkin memerlukan amdal (analisis mengenai dampak lingkungan) atau UKL-UPL (upaya pengelolaan lingkungan dan upaya pemantauan lingkungan) yang baru.

“Penambahan mesin bisa meningkatkan kapasitas produksi, yang mungkin memerlukan penyesuaian pada izin usaha industri (IUI) yang sudah ada atau pengurusan IUI baru,” jelasnya.

“Bilamana benar, ada penambahan mesin produksi namun perusahaan tersebut tidak mengurus izin baru, ya jelas itu melanggar aturan,” tandasnya.

Baca Juga :  Mediasi Ketiga Dugaan Penipuan Tenaga Kerja di Grobogan Buntu, Kasus Berlanjut

Saat dikonfirmasi via telp dan pesan singkat, pada Selasa 12 Agustus 2025, pimpinan perusahaan produksi es kristal belum memberikan respon.

Tak puas hanya melalui sambungan telpon dan pesan singkat, pada hari yang sama tim awak media, berusaha mendatangi lokasi (kantor Cv. Clasier Ice, dengan tujuan yang sama yakni, untuk konfirmasi langsung. Alhasil, pimpinan perusahaan tersebut sedang tidak berada dikantor. Menurut keterangan dari staf dan petugas keamanan, bahwa pada hari ini pimpinannya sedang ke luar kota.

“Saat ini pak Winto sedang ke luar kota (Semarang), mungkin besok pagi beliau ada di kantor,” ucap Supri selaku petugas jaga sembari meminta nomor handphone yang bisa dihubungi.

Ketika awak media kembali berusaha untuk konfirmasi lebih lanjut, pimpinan perusahaan tidak merespon. Justru diduga malah melibatkan orang lain agar awak media tidak memberitakan persoalan tersebut.

 

(Farras/Tim)

Berita Terkait

LPER Cabang Semarang Raya Resmi Terima SK Kepengurusan Periode 2026–2031, Siap Bersinergi untuk Pemberdayaan Ekonomi Rakyat  
DPRD Demak Gelar Paripurna ke-33, Enam Fraksi Sampaikan Pandangan Umum Raperda APBD 2027  
Ketika Penyidik Dengan Jaksa Penuntut Umum Kejari Semarang Sependapat, Terlapor Menjadi Tersangka Dan Perkara P21  
Pengurus SMSI Jawa Tengah Periode 2026-2030 Resmi Dilantik di Demak
Audiensi Forrbes Memanas, Massa Walk Out Tuntut Bupati Jelaskan Polemik KUA-PPAS 2027
John L. Situmorang Soroti Rencana Eksekusi Rumah Klien, Minta PN Semarang Menunda  
Ketua Umum FORWAKUM TIPIKOR Mulai Soroti Disdik Batu Bara, Diduga Jadi Objek Bisnis Meraup Keuntungan   
Hampir Sepekan Tanpa Kejelasan, Kuasa Hukum Siti Fatimah Beri Batas Waktu Kopendik Banjarejo  

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:08 WIB

LPER Cabang Semarang Raya Resmi Terima SK Kepengurusan Periode 2026–2031, Siap Bersinergi untuk Pemberdayaan Ekonomi Rakyat  

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:49 WIB

DPRD Demak Gelar Paripurna ke-33, Enam Fraksi Sampaikan Pandangan Umum Raperda APBD 2027  

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:13 WIB

Ketika Penyidik Dengan Jaksa Penuntut Umum Kejari Semarang Sependapat, Terlapor Menjadi Tersangka Dan Perkara P21  

Senin, 5 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Pengurus SMSI Jawa Tengah Periode 2026-2030 Resmi Dilantik di Demak

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:24 WIB

Audiensi Forrbes Memanas, Massa Walk Out Tuntut Bupati Jelaskan Polemik KUA-PPAS 2027

Berita Terbaru

Tak Berkategori

Bank BKK Purwodadi Sampaikan Ucapan Selamat Hari Santri Nasional 2026

Kamis, 22 Okt 2026 - 11:16 WIB